Senin, 25 Juli 2016

Kisah sang penandai

Jim & Nayla bukanlah romeo&juliet, mereka terap Jim & Nayla.
Meski cinta mereka satu sama lain amatlah besar, meski hubungan mereka tidak direstui, meski Nayla merenggut nyawa sendiri dengan meneguk racun, namun mereka bukanlah romeo&juliet, mereka tetaplah Jim & Nayla.

Jim yang anak yatimpiatu dibesarkan oleh kedermawanan bangsawan, Jim yang tak pandai membaca, Jim yang periang, handal menggesek biola, Jim yang hatinya telah tertambat pada satu orang, iyalah Nayla.

Kematian Nayla di bulan ketujuh hari ketujuh dan di jam tujuh itu mengubah kehidupannya. Ia yang awalnya ingin memiliki cerita yang sama dengan kisah angka tujuh yang sangat terkenal di kotanya itu didatangi oleh sang Penandai -penjaga dongeng.

Sang penandai menjanjikan kehidupan yang hebat, cerita yang luarbiasa jika Jim percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."

Meski berat, Jim mengikuti saran sang penandai, meninggalkan pusara tercinta Nayla. Bersama kapal 'pedang langit' yang dipimpin oleh Laksamana Ramirez, Jim berangkat menjemput janji sang penandai, janji kehidupan yang hebat. Namun tidak ada kehidupan yang hebat tanpa perjuangan yang kuat. Jim menghadapi berbagai macam rintangan di tengah laut. Untunglah ia bersama Laksamana Ramirez yang gagah perkasa menghadapi segala rintangan laut, yang ternyata juga adalah orang pilihan Sang Penandai untuk menyelesaikan satu cerita dongeng.

Tanah Harapan, tujuan kapal 'pedang langit' berlabuh. Daratan yang pada akhirnya adalah tempat berakhirnya cerita dongeng Jim.

Bagaimana dengan kisah cintanya?
Jim hanya perlu percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya." Dan kisah cintanya akan berakhir bahagia, menurutku.


- Sanrego, 24 juli 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar