Rabu, 27 Juli 2016

Senja bersama Rosie


Sebuah karya dari TereLiye namun di novel ini namanya masih Darwis Darwis.

Adalah Tegar Karang seorang pemuda yang lahir dan tumbuh di Gili Trawangan, Lombok. Dia memiliki seorang sahabat sejak kecil bernama Rosie. Setiap hari bersama, semua masa kecil mereka lewati berdua.

Kebersamaan bisa menumbuhkan rasa suka bahkan cinta. Dan itu pulalah yang dialami Tegar. Ia jatuh cinta pada Rosie. Ia memendamnya selama ini hingga ia memutuskan untuk mengatakannya di puncak Rinjani kala mereka mendaki bersama.
Namun apa dikata, ia terlambat beberapa langkah saja. Saat hendak tiba di puncak Rinjani, Tegar harus menyaksikan pujaan hatinya direbut oleh sahabatnya sendiri, Dani. Dani lebih dahulu mengutarakan cinta pada Rosie. Dua puluh tahun Tegar luluh lantah dikalahkan oleh dua bulan Dani.
Tegar sendirilah yang dua bulan lalu memperkenalkan Dani pada Rosie. Namun tanpa Tegar duga ternyata diantara meraka tumbuh beni cinta.

Kenyataan pahit itu membuat Tegar memilih untuk menghilang dari kehidupan Rosie. Ia pergi. 

Tereliye (darwis) tidak begitu saja mengakhiri kisah Tegar dan Rosie. Ia menyusun cerita dengan sangat apik, mengalir indah dan penuh kejutan.
Ia mempertemukan kembali Tegar dan Rosie, meski saat itu hati Tegar telah berdamai dengan kepedihan cinta yang ia alami.

Kebahagian Rosie, Dani serta emoat anaknya kini juga menjadi kebahagian Tegar. Hingga bom di Jimbaran, Bali merenggut semuanya. Dani meninggal, Rosie gila, dan Tegar harus mengurus keempat anak Rosie&Dani.

Tegar, bukan sekedar nama. Dia sungguh tegar, setegar batu karang.

TereLiye (Darwis) menyuguhkan cerita tanpa jeda, dia sungguh jenius. Pembaca terbawa, merasakan setiap kejadian. Dan lagi, kita tak bisa menebak hingga membaca akhir halaman cerita 'Senja Bersama Rosie'. 


Sanrego, 27 juli 2016

Senin, 25 Juli 2016

Kisah sang penandai

Jim & Nayla bukanlah romeo&juliet, mereka terap Jim & Nayla.
Meski cinta mereka satu sama lain amatlah besar, meski hubungan mereka tidak direstui, meski Nayla merenggut nyawa sendiri dengan meneguk racun, namun mereka bukanlah romeo&juliet, mereka tetaplah Jim & Nayla.

Jim yang anak yatimpiatu dibesarkan oleh kedermawanan bangsawan, Jim yang tak pandai membaca, Jim yang periang, handal menggesek biola, Jim yang hatinya telah tertambat pada satu orang, iyalah Nayla.

Kematian Nayla di bulan ketujuh hari ketujuh dan di jam tujuh itu mengubah kehidupannya. Ia yang awalnya ingin memiliki cerita yang sama dengan kisah angka tujuh yang sangat terkenal di kotanya itu didatangi oleh sang Penandai -penjaga dongeng.

Sang penandai menjanjikan kehidupan yang hebat, cerita yang luarbiasa jika Jim percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."

Meski berat, Jim mengikuti saran sang penandai, meninggalkan pusara tercinta Nayla. Bersama kapal 'pedang langit' yang dipimpin oleh Laksamana Ramirez, Jim berangkat menjemput janji sang penandai, janji kehidupan yang hebat. Namun tidak ada kehidupan yang hebat tanpa perjuangan yang kuat. Jim menghadapi berbagai macam rintangan di tengah laut. Untunglah ia bersama Laksamana Ramirez yang gagah perkasa menghadapi segala rintangan laut, yang ternyata juga adalah orang pilihan Sang Penandai untuk menyelesaikan satu cerita dongeng.

Tanah Harapan, tujuan kapal 'pedang langit' berlabuh. Daratan yang pada akhirnya adalah tempat berakhirnya cerita dongeng Jim.

Bagaimana dengan kisah cintanya?
Jim hanya perlu percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya." Dan kisah cintanya akan berakhir bahagia, menurutku.


- Sanrego, 24 juli 2016