Sabtu, 25 April 2015

Hopeless

Bukankah kita semua mempunyai impian. Lalu apa impianmu? 
Bagaimana jika impian itu menghindarimu, menjauh dan hilang di persimpangan jalan. 
Apakah kau tetap berusaha mengejarnya? Meski berpeluh darah dirimu, atau meski penolakan dari orang-orang yang ada di sekitarmu, yang kamu sayangi dan menyayangimu?

Apa perlu kita mengorbankan mereka demi impian kita? Atau perlu kah kita merelakan impian itu demi mereka. 
Bahagia. 
Seperti apa bahagia itu? Apakah dia ada saat impian tergenggam atau saat orang-orang melimpahi kita kasih sayang?
Aku? (tertawa) jangan tanya aku.
Jangankan defenisi bahagia, tujuan hal-hal berwarna putih itu diciptakan pun aku tak tahu.

Aku tak tahu apa pun. Kau tak percaya? 
Percayalah, karena menurutku jika kau benar-benar sudah merasa tak lagi menggenggam alasan untuk bersemangat, maka kau sudah tak mengetahui apa-apa. (tertawa lagi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar