Jumat, 20 Februari 2015

ILa sayang mama papa banyaaaaakk sekaliii


Seperti biasanya, ila tidak pernah bisa menulis sesuatu yang ‘waw’ untuk mama papa.
Kata-kata yang biasa ila gunakan untuk membuat sajak seakan lenyap begitu saja. Bagi ila, tak ada tulisan yang cukup indah untuk menggambarkan betapa indahnya mereka.

Malam ini, ila gak nulis sajak puitis atau apapun itu. Malam ini, ila Cuma mau bilang, “ila sayang mama papa banyaaakkk sekaliiiii”

Kalimat itu seperti menyihirku kembali ke masa kanak-kanak. Masa segala sesuatunya tak mengenal sungkan atau malu untuk mengungkapkan rasa. Mau mengatakan ini, ya tinggal bilang, mau mengatakan itu, ya tinggal ngomong. Tak ada ganjalan.

“ila sayang mama papa banyaakk sekaliii” kalimat itu disusul pelukan hangat. Ahh sungguh hangat.

Kamis, 12 Februari 2015

Gadis kecilmu rindu, Ayah.

Beberapa hari lalu aku menelfonmu, dengan malu-malu aku mengatakan bahwa aku rindu.

Aku benar-benar rindu, Ayah. Namun gadis -yang masih kau anggap kecil ini selalu malu mengutarakannya. Lima bulan lulus kuliah, dan sebulan merantau jauh darimu untuk meraih harap semoga bisa mandiri, tak membebanimu lagi dalam hal materi, namun mungkin malah semakin membebanimu dalam hal kekhawatiran.

Kekhawatiranmu malah kadang mengalahkan segalanya. Apakah Ayah ingat saat aku hendak ke pulau jawa untuk pertama kalinya? Karena beberapa insiden kecil di Bandara, Ayah hampir saja melarangku pergi. Namun setelah aku dan kawanku meyakinkan Ayah bahwa semua akan baik-baik saja, akhirnya Ayah merelakanku pergi walau beberapa hari kemudian Mama memberitahuku bahwa Ayah sempat meneteskan air mata di dalam mobil masih di parkiran bandara karena terlalu khawatir dengan keadaanku. -sungguh maafkan aku Ayah atas hal itu, aku benar-benar berdosa telah membuatmu meneteskan airmata.

Selasa, 10 Februari 2015

Am I 'Polos' or 'Bego' ?

Pertanyaan yang akhir-akhir ini sering mengganggu fikiranku.

Seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa tentang dunia, menawarkan senyum, tawa dan kejujuran kepada siapapun. Namun di sisi lain, dia bak orang yang tak berilmu, dipermainkan, ditertawai, bahkan ditipu tidak hanya oleh orang lain, bahkan dirinya sendiri.

Saya 'polos' atau 'bego' ?
entahlah... mungkin polos tidak tepat, sebab aku bukan lagi anak kecil. Bego? ah bukan juga, aku hanya mencoba untuk selalu jujur, berusaha menjaga kepercayaan mereka.
so, what am I?

ini bukan masalah 'hati', jangan, jangan kalian sangkut pautkan dengan kekasih. Ini hanya masalah manusia yang tak punya kegiatan rutin dalam kesehariannya.