Senin, 24 November 2014

Perahu Kertas’s Quote





“Kuliah dulu, lulus, mapan, baru deh tulis dongeng beneran.”

“Berarti kamu mau jadi orang lain dulu baru balik jadi diri kamu sendiri.”

“Pada akhirnya kita tahu kok mana yang realistis an mana yang cuma dongeng.”

“Apa yang orang bilang realistis belum tentu sama yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita tahu kok, mana diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita, dan kita juga tahu apa yang pingin kita jalani.”

“Aku menulis lagi, … dan cuma ini yang bisa menghiburku.”

“Rasanya dengar kamu ngomong itu kayak digaplok!”

Sabtu, 22 November 2014

Happy Friendship Day





Happy Friendship day…

22 November, tanggal yang saya sangat sangat suka…

Why?

Because ada nomor ‘2’-nya dua lagi, dan ada bulan ‘november’-nya. 

Hari ini juga spesial soalnya ditetapkan sebagai hari ‘Persahabatan’

Berbicara tentang persahabatan, aku langsung keingat sama oang-orang yang ada di sekeliling aku, yang tidak ada ikatan darah sama sekali namun kami seperti keluarga. Ya… mereka kusebut sebagai ‘sahabat’.

Ada berbagai macam karakter sahabatku, ada yang selalu ada di mana pun dan kapanpun, ada pula yang jarang menampakkan diri namun disaat aku tak tahu harus bagaimana dia hadir tanpa kompromi, mungkin ada juga yang sama sekali tidak menganggapku sebagai sahabatnya, namun aku memberinya predikat sahabat, mungkin aku merasa dia memang pantas disebut sebagai sahabat.

Bagiku seorang sahabat tidak dinilai dari hadir atau tidaknya di kegiatan kita sehari-hari, mendengar atau tidaknya celoteh kita setiap waktu, bagiku seorang sahabat adalah orang yang dalam diamnya dia selalu mendoakan kita dalam kebaikan dan kebahagiaan.

Selamat hari persahabatan… semoga ikatan persahabatan kita semakin erat!

Kamis, 20 November 2014

Tanya





Sebuah tanggal yang tinggal
Enggan hilang dan terus melekat
Sebuah hari yang menari
Tak mau pergi meski berlari

Sampai  saat ini
Tanya untuk tanggal dan hari
Tak menemukan jawab
Mengapa semua rasa itu
Tertuang di tiga puluh hari

My Mother's Colection

LPJ



sudah lebih dua minggu saya di rumah usai melakukan perjalanan, tapi baru tadi pagi saya membereskan 'travel bag' hhh.. malas banget yaa...
selesai beres-beres baju, eh nemu kertas-kertas bejibun banyaknyaa... setelah meneliti satu-satu ternyata itu semua terdiri dari karcis masuk tempat wisata, karcis makan, karcis transportasi, dll.
memang sejak awal saya sengaja mengumpulkan kertas-kertas itu, mmm.. niatnya mau bikin laporan pertanggung jawaban, uangnya dipake apa saja... hhhhaha...


*Segala sesuatu memang harus dipertanggungjawabkan. Harta, usia, jabatan, dan semuanya, kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah.

Minggu, 16 November 2014

Man Jadda Wa Jadda




 Sebuah cerpen yang telah dimuat di media cetak. 
Terinspirasi dari perjuangan teman-teman setim saat menyusun proposal untuk PIMNAS...
        
   
 Langit sedang mendung saat aku dan ketiga kawanku duduk di taman kampus. Banyak hal yang kami bicarakan. Mulai dari masalah-masalah kuliah sampai hal-hal konyol yang membuat mata mereka yang sedang melewati taman tertuju pada kami yang mengeluarkan suara keras saat tertawa. Kebiasaan itu sudah kami lakukan sejak pertama masuk kuliah. Meskipun kami bukan dari jurusan yang sama namun pertemanan kami sangat erat. Bisa dibilang taman di pojok lapangan merupakan tempat favorit kami. Bagaimana tidak, setiap ada waktu luang kami pasti ngumpul di sana. Tidak seperti mereka yang menghabiskan waktu luang di luar kampus atau lebih sering jalan-jalan ke mall. Bagi kami jalan-jalan ke mall itu sangat tidak penting untuk dilakukan. Selain menghabiskan waktu dan uang, tenaga juga terkuras. Kami sepakat untuk menggunakan waktu luang untuk berdiskusi di bawah pohon rindang yang kami beri nama “Si Ijo”. Namun, sepertinya kata “diskusi” hanya sekedar ucapan saja. Buktinya, kami lebih sering bergosip, dan cengengesan tertawa di sana.
            “Eits, hampir lupa,” Lia memukul dahinya.
            “Apa? Lupa apa?” seperti dikomando, kami bertiga serempak bertanya hal yang sama pada Lia.
            “Ini ada lomba karya ilmiah, kalian mau ikut nggak?” tanya Lia antusias
            “Bagus tuh, ikut yuk!” ajak Baim.
            “Iya, daripada kita gak ada kerjaan, cuma nongkrong di sini, bagaiamana kalau mencoba sesuatu yang baru,” Yatni menambahkan.
            “Aku ikut kalian aja deh... hehehehe” ucapku disambut ‘huuuu’ dari ketiga teman-temanku.
            Akhirnya kami berempat disibukkan oleh lomba karya ilmiah itu. Namun, ternyata pembuatannya tidak semudah yang kami bayangkan. Kami baru tahu kalau lomba karya ilmiah yang dibawa Lia kepada kami ternyata bukan lomba karya ilmiah seperti biasanya. Lomba ini memiliki serentetan persyaratan. Dan syarat yang paling wajib dipenuhi adalah, bukan hanya sekedar menulis karya ilmiah, namun tulisan itu harus berupa laporan kegiatan. Jadi intinya, selain menulis kita juga harus bekerja di lapangan.
            “Yakin mau ikut lomba ini” tanya Baim.
            “Iya, kalian yakin? Sepertinya berat loh,” Yatni menambahkan.
            “Pokoknya kita harus ikut! Berat atau ringan gak masalah yang penting jalan. Ayolah kawan-kawan, masa begini aja kita nggak bisa. Bagaimana, Ca?” Lia melirikku.
            “Aku mah ikut kalian aja...” ucapku cuek.
            “Huuuu... dari tadi yang kamu katakan itu mulu,” Yatni memanyunkan bibirnya.
            “Ok... ok... benar kata Lia, nggak ada salahnya kita coba,” entah mengapa Baim terlihat bijaksana saat itu, ya mungkin saat itu saja. Aku tertawa dalam hati melihatnya.
            “Sip deh, nggak ada penolakan lagi. Besok kita mulai bekerja!” Sudah pasti lia yang menjadi ketuanya, dia yang paling bersemangat.

Memancing






Minggu, hari libur.

Alhamdulillah ya akhirnya hari ini pagi-pagi semua (baca: Mom&Dad) masih d rumah. Biasanya pas aku bangun tidur dan keluar kamar semuanya sudah pada siap-siap berangkat kerja. But today… semua ngumpul di depan tipi. 

Bosan nonton si Mamah Dede di tipi, aku balik ke arah pace,

A: Pa, mobilnya mau dipake gak hari ini?
P: mmm.. gak, memang mau kamu pake kemana?
A: mau pi Makkani’ (salah satu tempat pemancingan ikan). Hehehe –sambil nyengir.
P: Mau pake sendiri?
A: mmm.. gak, takut. Aku mau ajak om.
P: ok, pake aja…

Sabtu, 15 November 2014

adventure is back 2

Keong emas TMII




Yuhuuu…

Lanjut lagi cerita jalan-jalannya…

Kan postingan sebelumnya terhenti di bandara yaa…

Ok, dijemput Muly, naik damri terus lanjut taxi ke kosannya, lumayan jauh lah dari bandara soekarno-hatta. Dan waw lantai tiga meeenn.. ok hari pertama datang di Jakarta langsung olahraga..hhh… simpan travel bag, istirahat beberapa menit dan langsung cuss ke JCC untuk menghadiri pameran pendidikan Jepang. Katemu orang jepun kiteee, but.. oh my… meskipun aku sudah dapat gelar sarjana dari sastra Jepang, tapi bahasa jepangku almarhum… malu deh rasanya, malu sama diri sendiri!

Yaa sudah, sudah bahas bahasa jepangnya, aku jadi minder sendiri. Lanjut deh, habis dari JCC, Muly ngajak jalan-jalan melihat indahnya ibukota (tapi lebih ke kejamnya ibukota deh perasaan..hhh.. bagaimana tidak, baru sehari di Jakarta, jalan kakinya sudah berpuluh-puluh kilo karena tidak tahu jalan..ckck). jalan-jalannya ke sana sini, gak usah saya ceritakan yoo, takut nanti kalian bosan.. hhh…

Pulang kosan langsung tepar..hhh


Besoknya ke TMII, dan kalian tahu yang wow-nya? Saya dan Muly kelilingi TMII dengan jalan kaki. JALAN KAKI meeen.. bayangkan bagaimana luasnya TMII dan saya jalan kaki.. uhwow! Hhh…

Yaa langsung tepar (lagi) pas di kosan… wkwkwkw

adventure is back


Salah satu taman di Balikpapan




Tulisan ini ditulis saat malam hari...




            Sekarang saya di depan tipi, ceritanya kami (baca: saya, ummi dan bapak) lagi nonton bareng, tapi sebenarnya yang nonton cuma ummi (sambil komen sana sini berita yang muncul di tipi), bapak malah sibuk main game di tab, saya malah sibuk otak atik laptop yang sebulan saya tinggalkan…

            Tapi inti dari pembicaraan ini bukan masalah kami yang di depan tipi. Saya nulis ini mau cerita tentang pengalaman perjalanan selama dua minggu di pulau jawa (baca: Jakarta, Bogor sampe Bandung). 

            Eh sebelumnya, mau cerita pas di Balikpapan dulu deh, kan sebelum ke jawa transit tuh ceritanya di Balikpapan tapi transitnya selama dua minggu..hhh

Perjuangan Pagi



Helloo...
Selamat Pagi...

Akhirnya bisa post lagi... hhh

Pagi ini terlihat lagi bukti dari mantra 'Manjadda WaJadda'
Setelah berjam-jam ngutak atik laptop dan modem, akhirnya saya bisa online... uyyeeehhh..
Sempat ragu sih, dan pengen nyerah rasanya, ini laptop dan modem gak mau menyatu, dan karena mantra 'manjadda wajadda' terus ngalir di benak, yaa berusaha terus lah... dan Alhamdulillah akhirnya bisa!

Sekali lagi, Selamat Pagi... Jangan menyerah ya. tetap berjuang!

Kamis, 06 Maret 2014

(al)one

Setidaknya kalian masih punya lawan bicara, tempat bercerita, atau orang yang bisa kau marahi, berkelahi atau sekedar mengumpat.

Setidaknya ada yang meneriakimu, menegurmu, menjawab salammu ketika pulang.

Karena hal yang paling mengerikan di dunia ini adalah sendiri.