Sabtu, 10 Agustus 2013

Kaladi di Subuh Hari



             



5:33, aku berjuang untuk tidak tidur kembali setelah sahur dan shalat subuh. Aku memaksa mataku tetap terbuka dan melawan rasa kantuk yang selalu bekerjasama dengan rasa malas untuk beranjak dari tempatku menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Ya, aku memang sering tidur tanpa melepas mukenah. Hahahaha -ini jangan di contoh!
            Tapi subuh kali ini beda, aku segera melepas mukenah, menyimpannya lalu mengambil peralatan paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk, laptop dan Hp. Sebenarnya sih di sini tidak ada signal, tapi Hp kan bisa memutar musik. Hehehehe…. Dan, seperti biasa, laptop kujadikan tempat untuk menuang segala rasa dan kata yang sudah sesak di dalam diriku (baca: hati dan fikiran).
            Pagi ini sungguh indah. Aku benar-benar merasakan sejuknya udara pagi, terlebih tempatku saat ini adalah tempat dimana udara segar berlimpah. Ahh… tak terhitung lagi berapa kali aku menarik nafas dalam-dalam untuk menikmati karunia-Nya.
            Sensasi udara segar tak datang sendiri sebagai karunia-Nya pagi ini, sapaan mentari yang muncul perlahan menjadi pemandangan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kicauan burung-burung diselingi sahutan ayam seperti lebih merdu dari Mp3 yang sedang bersenandung di Hpku. Ahhh ini benar-benar  hadiah dari Allah yang luar biasa. Aku menyesal kemarin-kemarin terlena dengan rasa kantuk dan malas.
            6:16, matahari telah menerangi segalanya. Kemanapun arah mataku memandang, aku disuguhi oleh hijaunya alam. Pepohonan yang tinggi menjulang serta gunung-gunung yang kokoh berdiri menjadi pemandangan yang luar biasa. Langit yang berwarna abu-abu secara perlahan membiarkan awan-awannya bergerak untuk menunjukkan cantiknya biru cerah.
            Tempat ini benar-benar indah, tempat ini adalah hadiah bagi mereka yang bersyukur…

Kaladi Darussalam, 20 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar