Kamis, 28 Februari 2013

Kacamata



Beberapa bulan yang lalu, mungkin hampir setahun, aku mengajak ayah untuk mebelikanku sebuah kacamata. alasanku yaa karena penglihatanku sedikit kurangbaik. Alhasil kami ke salahsatu optik di daerah Makassar, opyik sekitaran kampus juga sih. setelah diperiksa dan blablabla, akhirnya aku memiliki kacamata.

Awalnya aku rajin memakainya jika sedang asik nuls di depan laptop, tapi lama kelamaan karena dasar akunya cepat bosan jadi deh jarang dipake dan yaa nggak pernah tersentuh lagi.

Puncaknya pas liburan ke Balikpapan, di rumah kakak. aku membawa kacamata itu kesana, entah kenapa sebelum ke bandara aku melirik kacamata yang tempatnya hampir ketutup debu di atas meja belajar, dan yaa aku meraihnya dan memasukkannya ke dalam tas. di Balikpapan aku tak pernah memakainya, mengingatnya pun mungkin nggak, tapi pas mau ulang dan asiknya packing, kakak meraih tempat kacamata itu, dan tanpa basa basi ia memintanya, dan aku tanpa ada paksaan langsung mengiyakannya, meskipun kami tahu kalau kacakata itu kacamata yang dibuat dengan ukuran minus tertentu -aku pernah menceritakannya pada kakak lewat telfon saat awal-awal memiliki kacamata itu. Dan yaa hingga sekarang kacamata itu ada di tangan kakak.

Tapi akhir-akhir ini aku rindu memakai kacamata, aku juga merasa mataku yang terlalu lama menatap layar laptop butuh pelindung. Entah bagimana lagi caraku membujuk ayah untuk mengantarku ke optik, atau mungkin aku harus melakukannya sendiri. heheheheheheh

2 komentar:

  1. Hehehe aku juga seharusnya pake kacamata tapi malessss :p

    BalasHapus