Kamis, 28 November 2013

*

22

Kamis

November


Hari ini adalah perpaduan yang menakjubkan!


Terima kasih, ALLAH

ALHAMDULILLAH

Senin, 25 November 2013

Cerita, Keluhan, dan Doa Mahasiswa Tingkat Akhir



ini itu dan lain-lain...

ahhh bosaaaannnn

setiap hari kerjanya cuma kerja tugas kuliah!

kelopak mata hitam kayak panda gara-gara begadang mulu...

tubuh lemes gak ada tenaga...

tapi ini semua HARUS dijalani

demi status SARJANA dan bahagiain orangtua tentunyaaa...

mana lagi harus galau bin puyeng bin stress mikirin proposal SKRIPSI!

oh my GOD, aku hanya bisa berserah padaMU...

ya diambil POSITIFnya ajalah...

kini aku tahu bagaimana penderitaan MAHASISWA tingkat akhir...

MENDERITA dan penuh dengan COBAAN...

semoga cepat berlalu

semoga cepat WISUDAH...!


Selasa, 19 November 2013

Kemana Semangat Menulisku?

Kalau dapat wifi atau sejenisnya, hal yang aling pertama aku buka adalah BLOG. bukan untuk menulis tapi untuk menjelajah dari blog yang satu ke blog yang lainnya.

Sekarang juga demikian. satu persatu blog kujelajahi. Membaca tulisan-tulisan yang belum sempat kubaca, dan setelah melewati beberapa blog, "GLEP" aku seperti terhunus pedang. Ada pertanyaan yang muncul di benakku, "Kenapa sekarang malas menulis?"

Iya ya, sekarang memang intensitas menulisku kurang bahkan bisa dibilang tidak pernah menulis lagi. ADUUUUHHH.... di blog ini saja, jarak dari satu tulisan ke tulisan lain entah berapa abad, LAMAAAAAAAA....

Cerpen, Puisi, dan (jangan ditanya) Novel, gak ada PRODUKSI lagi... semangat menulisku MANA!
Ada yang mencurinya kah? balikin segeraaaaaaaaaa!


Senin, 18 November 2013

if

If I die tell my parent  that I really Love them, and proud to be their daughter.

Jumat, 18 Oktober 2013

GJ (gak Jelas)

Jalan-jalan memang sudah menjadi hobby "terselubung" sejak dulu. Namun baru bisa terealisasikan akhir-akhir ini. Tanya kenapa? Entahlah, saya juga tidak tahu.

Apa kalian suka bepergian juga? Atau mungkin bagi kalian jalan-jalan itu hanya buang-buang waktu dan uang, mungkin.

Iya, benar, tentu saja waktu dan uang akan dikorbankan untuk sebuah jalan-jalan. Bagi anak sekolah atau kuliahan, dia akan menghabiskan waktu yang mungkin saja bisa digunakan untuk belajar atau sebuah penelitian.

- I Think for the moment -

Sabtu, 31 Agustus 2013

Fa Dalam Perantauan Ilmu

Akhirnya ketemu cerpen ini lagi... sudah lama cerpen ini saya buat tapi entah kenapa hilang begitu saja di folder-folder yang ada di PC, dan malam ini saya menemukannya lagi. Jadi agar tidak hilang lagi, saya menyimpannya di sini saja, dan semoga ada yang membacanya. hehehehe...

Sebenarnya penulisan cerpen ini terinspirasi dari dua orang yang 'mungkin' tisak saling kenal dan berada di tempat yang berbeda. Satu di Bogor dan satu di Jogja.

Alasan lain saya posting cerpen ini adalah sebagai ucapan terimakasih buat mereka berdua yang banyak memberi inspirasi. "semoga mereka bisa membaca cerpen ini... :D"

Silahkan 'nikmati' cerpen ini....



Fa dalam Perantauan Ilmu

Entah apa yang ada di kepalaku saat itu sehingga aku melakukan hal sejauh ini. Kini aku berada jauh dari kedua orang tuaku, jauh dari kampung halamanku, jauh dari teman-temanku, jauh dari segala yang telah membesarkanku. Tapi nasi sudah menjadi bubur, semua telah terlanjur. Aku harus menjalaninya.
            Menginjak masa perkuliahan, aku mendaftar di salah satu universitas ternama di kota pelajar, Jogja. Bagiku, kota itu merupakan surga bagi orang-orang yang haus akan ilmu. Sejak dulu memang aku mengidam-idamkan untuk melanjutkan study di sana. Karena itu saat keluar hasil pengumuman kalau aku lulus, girangnya bukan main. Aku merasa ada di awan, melayang. Dan lagi izin dari orangtua sudah kukantongi.
            Tapi saat ada di sini, tepat seminggu di sini, aku merasa keputusanku dulu kurang tepat. Aku merasa tidak mampu beradaptasi di sini, ternyata jauh dari orangtua itu sungguh sangat tidak mengenakkan. Sebelumnya semua kebutuhanku tiap hari disediakan oleh orangtua, kini aku harus menyediakannya sendiri. Berat rasanya. Namun aku harus bertahan dan melanjutkan apa yang telah kuputuskan sendiri. Entah mengapa aku merasa keadaan tradisionalnya masih sangat kental. Aku menghibur diri dengan menikmati  keadaan Jogja yang tenang dan damai. Selain itu, kota ini memiliki banyak toko buku maupun perpustakaan. Dan memang itu semua yang membuatku sangat tergila-gila untuk menutut ilmu di Jogja.

Rabu, 28 Agustus 2013

Alhamdulillah

Sungguh besar nikmatmu ya Allah... terima kasih atas segalanya. ^^

Minggu, 18 Agustus 2013

Tak Lagi Bersua(ra)

Adakah sebuah ingatan yang abadi?
Tak terlupa pada yang seharusnya tak terabai
Mengingat segala yang harus dikenang

Adakah wajah yang berubah
Adakah suara yang tak lagi sama
Aku bertanya
Karena kita tak pernah lagi bertemu
Karena kita tak pernah lagi berbicara

Sepertinya Aku Rindu Kalian

02:45 tadi subuh aku terbangun. Mimpi yang seperti kenyataan tiba-tiba buyar, hilang bak asap yang terkena tiupan angin.

Namun, saat terjaga pun, aku masih merasakan mimpi itu, masih terekam jelas apa yang ada di dalam mimpi itu. Mereka, yaaa aku melihat mereka. Mereka yang dulu memberi warna dalam hidupku, mereka yang dulu memberiku banyak canda tawa. Mereka adalah teman-teman SMP-ku.


Entah mengapa aku memimpikan mereka. Atau jangan-jangan aku merindukan mereka? Ya, sepertinya memang begitu. Wajah-wajah yang lugu dan penuh tawa sungguh memenuhi fikiranku subuh tadi.

Adakah diantara kalian yang membaca ini? aku sepertinya merindukan kalian... 

Kamis, 15 Agustus 2013

Kamis


Hari ini spesial, tapi alasan mengapa hari ini spesial masih kupertanyakan. Tak ada! jika aku harus menjawabnya.

Tapi entah mengapa aku menunggu hari ini. Mungkin karena hari ini hari 'kamis'. Lalu, apa spesialnya hari kamis? *bingung

Tak ada yag spesial di hari kamis. Hari kamis sama halnya dengan hari yang lainnya, memiliki 24 jam. Lalu? entahlah, aku juga bingung....

Sejak dulu aku menyukai kata 'kamis'. Mungkin karena kedengarannya mirip dengan kata 'manis' dan mungkin karena mirip dengan namaku sendiri.

Kini aku bisa menyimpulkan, kalau aku hanya menyukai KATA 'kamis' bukan menspesiakan HARI-nya.

Selasa, 13 Agustus 2013

Kawah Putih Bandung

Ada apa ini.... kok jemari saya lagi pengen nulis tentang Kawah Putih yang ada di Bandung. itu loh tempat wisata yang kueren abisss... saking kerennya beberapa film menjadikan tempat wisata ini sebagai lokasi syuting.

Ke kawah Putih udah lebih dari setahun. waktu itu bareng dua sahabat "nyasar" aku. Kenapa aku bilang "nyasar", karena mereka berdua adalah sahabat yang gak kapoknya jalan kesana kemari meski kami sudah nyasar. hahahahaha

Kawah Putih terletak di daerah pegunungan, makanya suhu di sana dingin. Kesana aja lewatin tanjakan dengan jalanan yang berkelok-kelok. Tapi pemandangan sepanjang jalan wiiihhhh kereeeennn... apalagi kita disuguhin sama perkebunan Strawberry. uuuhhhh mantap abiss daahh...

Pokoke kalau ke Bandung, jangan sampai deh gak ke Kawah Putih, bakalan nyeseeeeellll..... ^^


Belajar Mensyukuri waktu

Manusia memang tak pernh merasa berkecukupan dalam hidupnya. Diberi ini minta itu, ada ini mau itu, dan blablabla lainnya.

Sama halnya dengan waktu, manusia kadang lupa bersyukur dan tak menyadari betapa berharganya waktu yang dihadiahkan oleh Allah SWT. Diberi waktu sibuk maunya istirahat, diberi waktu istirahat lama katanya bosan jadi mau sibuk. yaaa begitulah tingkah manusia.

Tak luput dengan diriku, aku akui aku memang kadang lupa mensyukuri segala nikmat yang Allah beri untukku. Nikmat waktu yang selalu kusia-siakan kadang balik menikamku saat kesibukan dan waktu sempit menghampiri. Namun, di saat aku tengah berada di waktu 'nyaman' tak ada yang mengejar, aku berleha-leha menyia-nyiakannya. Ahh sungguh sebuah kebiasaan yang harus dimusnahkan.

Beberapa detik sebelum menulis ini, aku mengeluh kebosanan tak tahu harus berbuat apa dengan waktu yang panjang lengang ini. Padahal jika difikir, terlalu banyak kegiatan positif yang telah kusia-siakan.

Tak mau larut dengan kemalasanku, aku mencoba membunuh kebosanan dengan menciptakan beberapa karya dalam lembaran. Mungkin dengan begini, aku bisa sedikit belajar mensyukuri waktu yang ada dengan melakukan hal kecil yang positif daripada merenung dan memanjakan diri.

Waktu sangat penting untuk kita syukuri.
Aku mengajak diri sendiri dan kalian untuk meninggalkan keluhan tentang waktu yang kadang kita anggap tak bersahabat. Jadi mari kita gunakan semua anugrah waktu kita dengan hal positif meski itu kecil, karena hal besar selalu berawal dari hal kecil.


_ Tulisan ini sebagai pengingat untuk diriku yang kadang menyia-nyiakan waktu _

Sabtu, 10 Agustus 2013

AKU, SKRIPSI DAN EMAK



Cerpen yang telah dimuat di Surat Kabar Kampus Unhas, Identitas.



“Nih, ada surat untukmu.” Caka teman satu pondokanku menyodorkan sebuah amplop kecil.
            Belum kubuka amplop itu, Putra teriak dari lantai atas, “Hari gini masih surat-suratan… romantis banget…” disusul tawa dari seluruh penghuni pondokan yang ada saat itu.
            “Hus… ini dari Emak di kampung tahu!” kataku
            “Kirain dari si ehem..ehem…” Putra kembali menggoda tapi aku tak menghiraukannya.
            “Lah, kok masih pake surat? Sekarang kan sudah ada alat komunikasi yang canggih, Handphone.” Riko si wajah bule angkat bicara.
            “Di kampungku signal belum ada Rik, lagian Emak tak punya HP. Jadi selama kuliah aku cuma bisa berkomunikasi lewat surat. Itupun jarang, kalau ada yang penting saja.”
            “Berarti kali ini ada yang penting Jar. Kalau ada apa-apa bilangin kita-kita ya…” ucap Riko sambil berlalu menuju kamarnya.
            “Iya, memang sepertinya ada yang penting.” Gumamku. Dengan sejuta penasaran, aku segera menuju kamar yang ada di lantai dua. Kubuka pintu dan masih memandangi amplop yang di depannya bertuliskan  -Untuk Fajar di Makassar-  kutaruh tas di samping lemari, lalu duduk di tepi ranjang. Kubuka amplop putih itu. Entah mengapa perasaanku jadi tak karuan. Detak jantung menjadi semakin kencang. Amplop itu sedikit basah karena tanganku yang mengeluarkan keringat berlebih. Aku takut di dalam amlpop itu ada berita yang tak bisa kuterima. Tapi kucoba untuk menenangkan diri sebelum membaca kertas yang isinya kutahu jelas bukan tulisan Emak. Pikiranku semakin kacau, mengapa bukan Emak sendiri yang menulisnya? tanyaku pada diri sendiri.  Aku memulai membaca surat itu, pertama-tama aku membalas salam dari awal isi surat itu, kulanjutkan membaca dengan sangat teliti. Sesekali kunaikkan ujung kacamataku. Dengan wajah yang tegang kuresapi satu per satu kalimat surat itu. Dua lembar, cukup panjang namun hanya mengabarkan satu pesan pilu, Emak sakit. Sakitnya parah dan dia ingin aku segera pulang.
            Selesai membaca surat itu, aku terdiam, lama… hingga aku memiliki tenaga untuk melipat kertas itu dan memasukkannya kembali ke dalam amplop. Kurebahkan diri di tempat tidur. Kupandangi langit-langit kamarku yang penuh sarang laba-laba. Tak terasa empat tahun sudah aku meninggalkan kampung dan Emak untuk menuntut ilmu tanpa pulang sekalipun. Aku sudah berjanji untuk tak kembali ke kampung sebelum kupersembahkan secarik kertas kepada Emak yang menandakan bahwa aku telah menuntaskan tugasku untuk meraih gelar sarjana. Tapi kali ini Emak sakit, sakit keras kata surat itu dan dia ingin aku segera pulang. Sekarang tak mungkin aku pulang, saat ini aku sedang mengurus skripsi dan sebentar lagi akan selesai. Lagian, aku tak mungkin mengingkari janjiku pada diri sendiri untuk tidak pulang ke kampung sebelum mendapat ijazah. Kututup wajah dengan kedua tangan, aku harus bagaimana?
            Tak terasa aku tertidur, dan bangun saat adzan magrib berkumandang. Kukira aku hanya bermimpi kalau Emak sakit, tapi ini nyata, surat itu masih ada di samping tanganku, tergeletak di kasur. Aku beranjak dari tempat tidur dengan perasaan dilema, antara pulang atau tetap tinggal menyelesaikan skripsiku. Untuk menemukan jawaban saat keadaan seperti ini, aku pasti memintaNya untuk membantuku. Selesai shalat magrib, kali ini doaku sangat panjang dan diakhiri dengan mendoakan kedua orangtuaku yang mencurahkan seluruh kasih sayangnya padaku, kutahu itu pasti.
            Kubuka laptop, lalu kucari file dengan judul skripsi. Malam ini aku harus segera memperbaiki tulisan-tulisanku yang kata dosen pembimbing harus diubah. Belum selesai beberapa bagian, aku teringat Emak kembali. Konsentrasiku pada skripsi menjadi buyar. Aku tak bisa menyelesaikan perbaikan skripsi malam ini. Aku menutup laptop, mataku kembali melirik surat dari kampung. Perasaanku kembali kacau, aku benar-benar bingung tak tahu harus melakukan apa.

Kaladi di Subuh Hari



             



5:33, aku berjuang untuk tidak tidur kembali setelah sahur dan shalat subuh. Aku memaksa mataku tetap terbuka dan melawan rasa kantuk yang selalu bekerjasama dengan rasa malas untuk beranjak dari tempatku menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Ya, aku memang sering tidur tanpa melepas mukenah. Hahahaha -ini jangan di contoh!
            Tapi subuh kali ini beda, aku segera melepas mukenah, menyimpannya lalu mengambil peralatan paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk, laptop dan Hp. Sebenarnya sih di sini tidak ada signal, tapi Hp kan bisa memutar musik. Hehehehe…. Dan, seperti biasa, laptop kujadikan tempat untuk menuang segala rasa dan kata yang sudah sesak di dalam diriku (baca: hati dan fikiran).
            Pagi ini sungguh indah. Aku benar-benar merasakan sejuknya udara pagi, terlebih tempatku saat ini adalah tempat dimana udara segar berlimpah. Ahh… tak terhitung lagi berapa kali aku menarik nafas dalam-dalam untuk menikmati karunia-Nya.
            Sensasi udara segar tak datang sendiri sebagai karunia-Nya pagi ini, sapaan mentari yang muncul perlahan menjadi pemandangan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kicauan burung-burung diselingi sahutan ayam seperti lebih merdu dari Mp3 yang sedang bersenandung di Hpku. Ahhh ini benar-benar  hadiah dari Allah yang luar biasa. Aku menyesal kemarin-kemarin terlena dengan rasa kantuk dan malas.
            6:16, matahari telah menerangi segalanya. Kemanapun arah mataku memandang, aku disuguhi oleh hijaunya alam. Pepohonan yang tinggi menjulang serta gunung-gunung yang kokoh berdiri menjadi pemandangan yang luar biasa. Langit yang berwarna abu-abu secara perlahan membiarkan awan-awannya bergerak untuk menunjukkan cantiknya biru cerah.
            Tempat ini benar-benar indah, tempat ini adalah hadiah bagi mereka yang bersyukur…

Kaladi Darussalam, 20 Juli 2013

Selasa, 09 Juli 2013

KKN 85 UNHAS

saya ingin sekali berbagi cerita tentang KKN yang sedang berjalan sekarang ini. Ya sekitar hampir tiga minggu saya berada di desa terpencil untuk menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa. Tapi entah kenapa saya tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk melukiskan semuanya. Entahlah, semua itu terlalu 'waw' atau terlalu membuatku shock dengan keadaannya...

Apa yang harus saya lakukan...

ahh.. bagaimana kalau gambar-gambar ini saja yang bercerita pada kalian...





Sabtu, 15 Juni 2013

SANG EDITOR (Sebuah Cerpen)



 yuuuhuuuu... kali ini ila akan berbagi cerpen!
cerpen ini sebenarnya sudah lama, dan sudah diterbitkan di salah satu media cetak...
yang suka baca cerpen, monggo silakan dinikmati.. hehehehe

SANG EDITOR

            “Ahhh... akhirnya selesai juga.” Kudorong kursi kebelakang sambil merenggangkan semua otot-ototku yang sepertinya mulai kaku. Hari ini pekerjaan sangat banyak, sejak pagi tumpukan file yang akan diperiksa tak henti-hentinya berdatangan. Kalau sudah seperti ini kadang ingin rasanya berhenti bekerja. Tapi jika kuingat lagi banyak diluar sana yang tak punya pekerjaan alias menanggur, aku pasti memaki diri sendiri yang tak pandai bersyukur. Sudah setahun aku bekerja di perusahan penerbitan ini. Selesai wisudah tahun kemarin, aku melamar pekerjaan di sini dan tak disangka aku langsung diterima. Sejak dulu aku memang sangat ingin bekerja di perusahan penerbitan, karena kegemaranku menulis, entah itu cerpen, puisi maupun artikel, saya rasa perusahan penerbitanlah yang paling pas untukku. Namun ternyata posisi yang diberikan padaku saat ini kurang begitu pas dengan kegemaranku, aku diberi tugas untuk memeriksa semua file atau naskah-naskah yang akan diterbitkan. Otomatis secara tidak langsung produktifitasku untuk menulis menurun karena aku hanya bekerja sebagai pengedit. Sebenarnya dulu  aku membenci dan trauma dengan yang namanya editor. Aku memiliki kenanangan buruk dengan yang namanya editor. Namun lambat laun aku berusaha untuk meredam amarah dan rasa trauma itu dengan belajar unuk mengikhlaskan semuanya. Mungkin salah satu cara terbaik adalah dengan menekuni profesi sebagai editor.
            Sudah dua tahun kejadian itu berlalu namun masih tergambar jelas rekaman-rekaman peristiwanya di kepalaku. Selalu kuajak diriku untuk berdamai dengan tidak membenci namun rasa sakit hati sepertinya enggan menjauh dari diriku. Sebenarnya aku belum sepenuhnya mengikhlaskan namun sudahlah nasi telah menjadi bubur.

Kamis, 13 Juni 2013

桃太郎 Momotarō

Bab I  第一章
Mukashi mukashi, aru mura ni, ojiisan to obāsan ga, nakayoku kurashite orimashita.
昔々、ある村に、おじいさんとおばあさんが、仲良く暮らしておりました。
Dahulu kala, di suatu desa, kakek dan nenek hidup berdampingan.
Obāsan wa kawa de sentaku o shiteiru to, kawakami kara, ōkina momo ga pukari pukari tonagaretekimashita.
おばあさんは川で洗濯をしていると、川上から、大きな桃がぷかりぷかりと流れてきました。
Ketika nenek sedang mencuci di sungai, dari hulu sungai, buah persik yang besar terapung2 mengalir datang.
Obāsan wa momo o hirotte uchi e kaerimashita. Yūgata ni natte, ojiisan wa yama kara modotte kimashita.
おばあさんは桃を拾って家へ帰りました。 夕方になって、おじいさんは山から戻ってきました。
Sang nenek memungut buah persik itu, lalu pulang ke rumah. Hari menjadi petang, kakek kembali dari gunung.
Futari de tabeyō to, momo o kirō to suru to, momo wa patto warete, naka kara, marumaru to futotta kawaii otoko no ko ga tobidashimashita
二人で食べようと、桃を切ろうとすると、桃はぱっと割れて、中から、まるまると太った可愛い男の子が飛び出した。
Begitu mereka berdua akan makan, dan membelah buah persik, dari dalam, muncul seorang anak lelaki yang gemuk bulat.
Ojiisan to obāsan wa bikkuri shimashita ga, ōyorokobi de,momotarō to iu namae o tsukete, sodatemashita.
おじいさんとおばあさんはびっくりしましたが、大喜びで、桃太郎という名前をつけて、育てました。
Kakek dan nenek pun terkejut, tapi dengan sangat gembira, membesarkan anak itu dan memberinya nama 'Momotarō'

Ohisyashiburi...!!!

hellooooo....

ahhh rindu rasanya berbagi semua hal disini....
mmm.. hampir setengah tahun ya aku gak kesini *mikir hahahahaha

untuk melepas rindu, aku akan berbagi cerita bahagia, super bahagia!!!

bulan kemarin, Kakakku satu-satunya menikah, dan yup otomatis aku punya kakak ipar, kakak cowok... yuhuuuiii... hahahaha

mmm... aku belum bisa nulis banyak nih, mmm... mungkin lain kali aku akan bercerita panjang lebar di sini, pasti!

bye...bye... ;)


Rabu, 06 Maret 2013

#YOT


Kali ini saya akan berbagi sedikit sumber semangat saya jika mengalami yang namanya galau (saya penasaran sejarah lahirnya galau, dan kenapa mesti booming sekang, hadeh.. *tepok jidat! Hohohohoho). Ahh lupakan galau,kan ceritanya kali ini mau berbagi sumber semangat… oke deh… kalau saya sih salah satu dari sekian banyak sumber  ‘colokan’ semangat saya (‘colokan’ biar mirip listrik untuk ngecas/isi uang handphone dll..hehehe) adalah twit-twit dari @billyboen pendiri YOT (young on top). 

Ceritanya gini…(ambil posisi duduk yang enak untuk mendengarkan saya bercerita… hohhohoo)

Ehem..tes..tes… (atur suara dulu, biar pendengarnya gak kabur denger suara saya… :p)

Sebenarnya, saya belum lama mengenal @billyboen dan YOT. Awalnya saya lebih tahu YOT duluan, itu pun karena tahu dari tulisan teman. Tiwi dia teman saya yang selalu nulis cerita motivasi di blognya, dan selalu diakhir tulisannya nyantumin #YOT. Nah dari situ saya penasaran YOT itu apa, jadi deh searcing di mbah google dan dapat deh situs resminya (kalau saya bilang blog juga sih.. maaph kalau salah J). Tenyata tulisan-tulisan disana sangat memotivasi dan memberi semangat yang waw! deh menurut saya… tulisan-tulisannya keren, seperti cerita keseharian tapi member nasehat, motivasi dan semacamnyalah yang pastinya positif. Yaa kalau bisa dibilang sih dari hal yang kecil bisa memberi manfaat yang luar biasa.

Nah singkat cerita (emang ceritanya panjang? -_-) saya tahu kalau nama pendiri YOT itu Billy Boen. Yaa pastilah twitternya difollow (@billyboen). Dari awal follow sampe sekarang, pasti gak akan nge-skip twitnya jika muncul di TL saya, seru sih, banyakan humornya… hehehe
Eh, tapi dia sering bilang alias ngingetin kalau dia itu bukan motivator. Tai bagi saya dia itu motivator keren! Dia bisa memberi motivasi dan semangat bagi anak muda untuk menuju tempat yang tinggi (saya simpulkan dari arti ‘young on top’ _muda di atas. Cocokmi kah? –eh keceplosan logatnya.. hahahaha). Ahh apapun itu yang pasti saya banyak belajar dari dia.
Info juga kalau YOT udah punya acara sendiri di MetroTV.

Dan terakhir, dari tulisan ini saya mau bilang makasih buat Tiwi yang sudah memberi banyak pencerahan-pencerahan (hallah apaan sih…hahaha), ide ataupun inspirasi dari tulisan di blognya… arigatou TiwChan (nama baru tuuh Wi, keren kan? China-china keJepang-jepangan Hohohoho).

Semoga suatu saat saya juga bisa menginspirasi banyak orang… Amin… (yang baca ini wajib aminkan,,, hahahah :D_)

BBM (blackberry massanger)



Himitsu, sebuah nama yang jika belum bertemu pemiliknya, kita akan susah menebak dia laki-laki atau perempuan. Namanya memang aneh, seaneh pribadinya. Bahkan pertemuan dengannya pun terasa aneh.
Kami dipertemukan ‘kembali’ di salah satu media sosial, bbm (blackberry massanger).  Tepatnya dia yang mnemukanku karena dia yang meng’invite’ aku. Awalnya aku ragu untuk meng’accept’nya karena selain namanya aneh-Himitsu, fotonya pun hanya gambar kartun. Aku memang pilih-pilih dalam meng’accept’ teman di bbm, namun karena penasaran dengan namanya yang unik, aku pun menerima permintaan pertemanannya.
Awalnya gak ada yang spesial, setelah ‘accept’ ya sudah, aku gak kepikiran lagi sama nama aneh itu. Namun, keesokan harinya saat aku membuka ‘notification’, aku menemukan nama Himitsu sedang memperbaharui statusnya, dan waw! Aku tercengang membaca statusnya. Keren! Kata-katanya seperti menghipnotisku untuk berkenalan lebih jauh dengannya. Namun di samping itu, aku masih bingung dia perempuan atau laki-laki. Aku ingin sekali menyapanya, namun gengsiku jauh lebih bekuasa dalam diri ini. Jadi aku hanya bisa memantaunya lewat kata-kata yang memukau dari status-statusnya.
Suatu hari keajaiban datang dalam blacberry mungil milikku. Saat membuka bbm, aku terkejut menemukan Himitsu mengubah gambar tampilannya, dan eh! Dia... dia kan... mataku melotot melihat foto itu, dan beusaha meyakinkan diri kalau wajah yang terpempang di foto itu adalah wajah yang pernah kulihat, kukenal bahkan sangat berjasa dalam hidupku. Dia... yaaa aku tahu persis wajah itu, dia beneran orang yang pernah kupanggil kakak.
Ingatan ke lima bulan yang lalu terputar kembali, seperti menonton bioskop dalam kepalaku. Aku ingat betul, bahkan tak mungkin aku melupakannya. Kejadian-kejadian yang merupakan memori terindah dalam perjalanan hidupku membuatku tersenyum-senyum sendiri daat mengingatnya.
Gengsi untuk menyapanya duluan menguap begitu saja, entah kemana, mungkin telah terbawa angin yang memang saat ini sangat kencang bertiup.
Astaga... ternyata ini Kak Ari!
aku langsung menekan enter untuk mengirimnya. Lalu tak berselang berapa lama ada sebuah balsan.
Ya! J
Aku hampir jatuh saat meloncat girang menemukan kembali kak Ari yang selama tiga hari kupanggil kakak di Bandung.
Akhirnya dari percakapan panjang dengannya, aku tahu ternyata nama Himitsu itu adalah nama belakangnya. Dan kini aku tahu, Himitsu itu seorang pria. Hahahahaha
Mungkin bersambung, mungkin juga hanya sampai disini. ^^