Rabu, 28 November 2012

Wow... Ila Tua :D



21 tahun....

tuaaaaaaaaaaaaaaaaa..............

kata yang ada dibenakku..

tapi kelakuannya masih anak kecil... hahahaha


banyak yang kuharapkan di umur yang baru ini....




*semoga di usia 21 tahun ini ketemu jodoh... :D


-ila-

Selasa, 27 November 2012

Menutup Lembaran 20 Tahun

akhir 20 tahun...


entah apa yang harus kutulis di sini...

aku cuma bisa bersyukur tiada hentinya pada Sang Pencipta...



20 tahun, terlalu banyak cerita di dalamnya hingga sulit untuk memilah mana yang harus kutuang di sini...

Keluarga, persahabatan, cinta, sekolah, semuanya kembali terputar layaknya malam ini aku menonton film di bioskop dengan judul 'ila selama 20 tahun'

Dalam lembaran akhir 20 tahun ini, aku menulis banyak hal yang harusnya kusyukuri namun kuabaikan.

Dalam lembaran akhir 20 tahun pula aku tak sedikit menulis tentang hal yang harusnya kulakukan namun kulupakan.

Dan...

sebelum menutup lembaran akhir 20 tahun, aku mengajak diriku berjanji  di tahun berikutnya hingga akhir dari segala tahunku, aku akan menyelesaikan yang belum selesai, melakukan hal yang terlupakan, serta MENSYUKURI segala nikmat yang telah, sedang dan akan diberikan ALLAH kepadaku.


-ila-

Minggu, 25 November 2012

SEJARAH DAN KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI DI JEPANG




1. Garis besar kesusastraan zaman Joodai
Joodai bungaku disebut juga sebagai kesusastraan zaman Yamato, karena kegiatan politik serta kebudayaan pada zaman tersebut berpusat di Yamato. Joodai bungaku ini dapat dipastikan berakhir ketika ibukota pemerintahannya pindah ke Heian pada tahun 794, tetapi permulaannya tidak dapat diketahui secara pasti. Usaha penyatuan negara Jepang mengalami kemajuan sekitar abad IV sampai abad V dan di bawah dinasti yamato ini didirikan menjadi sebuah negara kesatuan. Penerimaan kebudayaan Cina sudah terjalin sejak abad ke III. Dan pada abad ke VII dan ke VIII Jepang mengirim utusan yang disebut Kenzuishi dan Kentooshi untuk mengimpor kebudayaan Cina, seperti cara pembuatan istana, dan undang-undang yang menjadi dasar negara. Selain itu buku-buku pun banyak di datangkan dari negeri Cina. Dalam bidang pemikiran (shisooshi) pun seperti Juukyo (konfusianisme) dan pemikiran Roosoo (Lao Tzu dan Chuang Tzu) cukup banyak penggemarnya. Di samping itu agama Budha juga masuk ke Jepang dan mendapat penganut yang tidak sedikit, terutama diantaranya bagi Shootoku Taishi dan Kaisar Shoomu. Selama itu banyak sekali dibuat patung-patung dan kuil-kuil Budha, antara lain Hooryuji dan Toodaiji.
Di antara unsur-unsur kebudayaan Cina yang diimpor, yang sangat berpengaruh dan membuka lembaran baru pada kesusastraan Jepang adalah tulisan kanji. Berkat ada tulisan kanji orang Jepang dapat menulis kesusastraannya. Selanjutnya tulisan kanji dikembangkan sampai menghasilkan huruf hiragana dan katakana, sehingga meletakkan dasar perkembangan kesusastraan. Kesusastraan yang di tulis huruf hiragana dan katakana muncul sejak zaman Heian.

KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN DI JEPANG


1.     Garis besar kesusastraan zaman Heian
Pada akhir abad VIII kaisar Kanmu memindahkan ibu kota Jepang ke Kyoto dan membuat istana ibukota Heian yang maha besar dengan meniru ibukota Chan An dari dinasti Tang di Cina. Ibukota Kyoto yang selama kurang lebih 400 tahun menjadi pusat kegiatan politik dan kebudayaan di Jepang masa itu dikenal dengan zaman Heian. Keluarga Fujiwara yang mendapat kedudukan tinggi di pemerintahan sejak Fujiwara Katamari berpengaruh lebih besar dan luas lagi setelah pemindahan ibukota ke Kyoto. Bahkan mulai abad IX dan seterusnya keluarga Fujiwara memonopoli kedudukan di pemerintahan, sehingga terbentuk keadaan politik yang khas, yaitu kedaulatan kaisar ditunjang oleh kekuasaan keluarga Fujiwara. Dalam sejarah politik Jepang keadaan politik yang khas ini disebut dengan “Sekkan Seiji.
Pada masa Heian hubungan dengan dinasti Tang Cina masih ada, namun setelah hubungan dihapus kebudayaan khas Jepang mulai berkembang. Kreasi seni khas Jepang pada bangunan, pakaian mulai timbul. Kemajuan bidang kesusastraan berkembang setelah terciptanya tulisan Kana, sehingga pada zaman Heian kesusastraan berkembang pesat dan mencapai puncaknya pada zaman kaisar Ichijoo. Hal ini dapat dilihat dengan terciptanya karya sastra Genji Monogatari dan makurano Sooshi.

Sabtu, 24 November 2012

Kesusastraan Jepang zaman Pertengahan (bagian ke-2)


ZUIHITSU, NIKKI DAN KIKOO
1.      Zuihitsu (essai)
            Zuihitsu adalah genre sastra Jepang yang terdiri dari esai dan ide-ide yang biasanya bereaksi terhadap lingkungan penulis. Zuihitsu muncul pada zaman Heian, namun berlanjut ke periode Abad Pertengahan, yaitu tepatnya pada zaman Kamakura. Di zaman Heian zuihitsu yang terkenal adalah Makura no Sooshi karya Seishoonagon, sedangkan di zaman Kamakura zuihitsu yang terkenal yaitu Hoojooki dan Tsurezure Gusa.

ü  Hoojooki, adalah sebuah karya pendek yang penting dari zaman Kamakura (1185-1333) di Jepang, yang ditulis oleh Kamo no Chōmei yang berasal dari keturunan agama Shintoo namun matang dalam agama Budha. Peristiwa-peristiwa yang sangat menyedihkan  seperti kebakaran besar, angin topan, kelaparan,  gempa bumi dan lain-lain telah mendorongnya mengasingkan diri dari keramaian dan bertapa di Gunung Hinoyama. Pemikiran-pemikiran agama Budha bahwa segala sesuatu di dunia yang fana ini tidak ada yang abadi dan bahwa dunia ini kotor harus dijauhi dan berdoa demi kebahagian dunia yang akan datang, juga merupakan latar belakang penulisan essei Hoojooki.

KESUSASTRAAN JEPANG ZAMAN PERTENGAHAN


A.  Garis Besar Kesusastraan Zaman Pertengahan
a.1 Pembagian menurut zaman
Abad pertengahan yang panjangnya 400 tahun ini dibagi dua 2 antara zaman Kamakura dan Muromachi. Dimulai sejak Minamoto no Yoritomo yang mendirikan pemerintahan Kamakura Bakufu diangkat menjadi seii Taisogun jendral tertinggi diantara para samurai.
a.2 Kesusastraan pada permulaan Abad Pertengahan
Kesusastraan pada permulaan abad pertengahan berlangsung kira-kira selama 140 tahun. Sejak tahun ke tiga pemerintahan kaisar Genko sampai runtuhnya kamakura bakufu. Bangsawan-bangsawan istana di Kyoto tetap menjalankan pemerintahan istana dan mengembangkan kesusastraan yang telah dirintis sejak zaman Heian. Para bangsawan ini menggali dan membangkitkan kembali pemikiran kesusastraan masa silam. Perpaduan kesusastraan yang lama dengan yang baru disebut dengan zaman Shinkokin. Dimana kebudayaan serta pikiran pikiran golongan samurai mulai berpengaruh pada kesusastraan yang mengakibatkan timbulnya suatu bentuk kesusastraan baru. Tepat pada waktu itu aliran baru agama Budha yaitu Joodooshuu, Nichirenshuu, dan Zenshuu mengalami masa jayanya sehingga memberi pengaruh yang kuat pada masyarakat. Kesusastraan yang banyak dipengaruhi oleh agama budha bercampur bersama sama dengan kesusastraan hasil karya para samurai dan bangsawan. Hal ini memberikan warna dan ciri khas tersendiri pada awal zaman pertengahan.

Kamis, 22 November 2012

Permainan Waktu Kecil

Seperti biasa, aktifitas keseharianku, berangkat kampus ditemani Shiro -motorku.
Sepanjang jalan aku banyak bernyanyi, hahaha yaa menghibur diri... 
Dan dipertengahan perjalanan, aku mendapati diriku menyanyikan salah satu lagu yang sudah sejak dulu tidak pernah kunyanyikan. Aku tersenyum-senyum saat menyanyikannya, banyak hal yang kembali terputar di otakku saat menyanyikannya, tentang teman kecilku, tentang diriku yang tak mau kalah, dan semua hal di masa kecil. Yaaa.. lagu itu lagu saat aku kecil, dan aku yakin semua anak kecil saat itu menghafalnya (aku tidak yakin anak kecil sekarang menghafal lagu itu, bahkan mungkin untuk sekedar tahu saja, banyak dantara mereka yang tidak tahu).

Lagu apakah gerangan? pasti kalian penasaran, kan? hahahahah
ok ok ok... ini lagunya...