Minggu, 14 Oktober 2012

Kebodohan dan Pelajaran

Bagaimana caranya kau mengerti orang lain, kalau dirimu sendiri tidak bisa kau mengerti.




Seharian mengganggu ketenangan om @hurufkecil membuatku banyak berfikir malamnya. Selain mendapati kalau ternyata banyak hal bodoh yang kulakukan, aku juga banyak belajar darinya.
Karena aku tahu dia malas untuk bicara banyak, jadi aku berusaha mencari kalimat untuk mengundang suaranya, tapi karena aku juga kurang memiliki kemampuan dalam berbicara –sejak kecil, aku takut bicara banyak, makanya hingga kini aku tak jago beretorika- jadinya banyak hal-hal yang keluar dari bibirku yang berwujud suara sangat tidak berhubungan dengan apa yang terjadi. Aku kadang tidak berfikir dalam mengeluarkan suara, aku berbicaraa begitu saja hingga saat akhir suara itu aku tahu kalau aku salah, sangat salah. Salah satu kebodohanku.
Menceritakan masalah-masalah yang kuhadapi di pagi kemarin dan kemarin dari kemarin, serta kemarin, lagi dan lagi kemarin. Hanya membuatnya pusing. Salah dua kebodohanku.
Mengikuti om @hurufkecil kemana saja, saya kira tidak masalah baginya. Di beberapa jam sebelum aku pamit, aku merasa aku telah mengganggu ketenangannya. Tapi aku suka mengganggu, aku suka membuat orang tak nyaman, jadi aku membetahkan diri untuk tetap mengekor. Salah tiga kebodohanku.



Aku ingat, aku bilang aku tak bisa sendiri di keramaian, memang kadang aku kikuk jika sendiri, tak tahu harus bagaimana. Tapi aku juga baru sadar, ternyata tidak selamanya aku begitu, kadang aku kabur, dan jika aku kabur aku pasti sendiri. Dari situ aku belajar, ternyata aku belum mengerti diriku sendiri. salah satu pelajaran.
Aku bercerita berbagai masalahku padanya, hingga aku dapati nasehat. Dan inti dari perkataannya, tidak perlu berhenti dan tetap melakukannya selama tak ada larangan, meski banyak yang mencela. Salah dua pelajaran.
Membenci, boleh, asal kau bisa menyembunyikannya, sedalam-dalamnya bahkan Tuhan tak mengetahuinya. Namun, apa yang bisa tak diketahui Tuhan dari kita? Tak ada. Salah tiga pelajaran.


-kemarin aku merasa ponakan paling beruntung, dapat buku dan traktiran dari seorang om yang penulis terkenal-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar