Kamis, 18 Oktober 2012

potongan-potongan pesan di pagi hari



Tak masalah kan jika kuabadikan percakapan kita pagi ini, Handphone-ku tak bisa menampungnya lebih lama, munggkin beberapa hari kemudian pesan itu akan lenyap dari kotak 'pesan masuk' dan 'item terkirim' di Hp-ku.


Malaska masuk ***...... Culikka dulueee


Iya yah... Mauka juga kabur tp adami absenku satu. :(


dan seterusnya, dan seterusnya, hingga pesan ini ada


Rabu, 17 Oktober 2012

H U J A N

Meresap hingga ke tulang, sensasi dinginnya, sungguh membuatku tersenyum-senyum geli... ^^

Hujan, otakku membentuk kata itu saat pandangan kuarahkan ke jendela di tengah-tengah perkuliahan.Kurasakan ujung-ujung bibirku tertarik ke samping, aku tersenyum, akhirnya aku dan hujan bertemu.

Namanya Boro




namanya Boro, hampir setiap hari dia menemaniku, melekat riang di pundak kananku.

aku sangat menyukainya, meskipun di kotak aksesorisku banyak yang lain, tapi aku selalu memilih Boro. eh aku belum memperkenalkan Boro ya...
Boro adalah Bros yang kupakai sebagai penghias jilbabku. yaaa seperti bros-bros lain yang sering kita jumpai di jilbab para muslimah.

Selasa, 16 Oktober 2012

Tentang #MenyambutMatahariDenganTulisan



            Aku suka menulis. Itu bukan alasannya. Sebenarnya mengapa aku mengadakan program #MenyambutMatahariDenganTulisan ini karena beberapa alasan, yaitu:

·          
     1. Aku susah bangun subuh.
Dengan adanya #MenyambutMatahariDenganTulisan, aku mengajari diriku sendiri untuk bangun lebih awal daripada Matahari.
·         2. Setelah shalat subuh aku kadang tidur lagi.
Kadang aku diberi hidayah untuk bangun saat subuh, namun setelah shalat subuh aku tidur lagi hingga Matahari sudah meninggi. Aku berharap dengan membuat program #MenyambutMatahariDenganTulisan aku tidak tidur pagi lagi.
·         3. Subuh itu penuh berkah.
Meskipun saya yakin semua berkah turun saat subuh, juga berkah dalam menulis tapi saya kadang tidak menulis, untuk itulah program #MenyambutMatahariDenganTulisan ada, untuk membunuh malas yang ada di diriku.
·         4. Karena aku lahir saat subuh. ^^



Yok ikutan #MenyambutMatahariDenganTulisan, syaratnya gampang, cukup punya blog, mau menulis, dan mau bangun subuh, tentunya…. ^^


Setelah itu kita akan berbagi tulisan, kau akan membaca tulisanku untuk menyambut matahari dan aku akan membaca tulisanmu.



Ajak juga teman-teman kalian…. 



Mari menyambut Matahari dengan Tulisan kita… ^^

Apakah ini Cerpen, atau hanya sebuah Percakapan?




            

“Aku ingin bicara banyak hal padamu.”

Bicara saja.”

            “Tapi aku tidak tahu harus memulai darimana. Kau tahu aku kan, aku tidak tahu bicara.”

Hahah..katamu tidak tahu bicara, lalu sekarang ini kau sedang apa namanya?

            “Maksudku…”

Iya…iya aku tahu. Kau mau bicara apa?

            “Aku seperti dihindari”

Maksudnya?”

            “Iya, aku merasa dihindari oleh teman-temanku.”

Pagi ini aku ingin kembali ke masa Kanak-kanak

akhirnya tugas kuliah untuk hari ini selesai juga.... yeeeeee..... 

Aku meregangkan badan sambil melirik jam dinding, "Wah sudah jam setengah delapan pagi," matahari sudah sangat tinggi ternyata. Seharusnya aku bergegas mandi lalu berangkat kampus, tapi karena masih betah maen laptop, yaaa biginilah hasilnya --> bercerita ria dia blog alias nulis. hohohohoho.. Tapi sebelum nulis, aku mengunjungi sejumlah rumah kata dari berbagai penulis, motivasi serta semangat banyak kucuri dari sana. ^^


aku tidak ingin bercerita panjang lebar mengenai blog para penulis yan rutin kukunjungi, tapi aku ingin sedikit berbagi fikiran yang tiba-tiba terlintas di benakku sesaat setelah tugas kuliah kurampungkan.

Kuliah, apapun yang terlintas dibenakmu saat mendengar kata itu yang pasti aku sudah terdoktrin kalau mendengar kata kuliah itu pasti yang ada di benakku, dewasa.

Senin, 15 Oktober 2012

Takut dan menulis

pagi ini, sebelum ke kampus aku menyuruh diriku untuk menulis. yaaa menulis, tentang apapun, yang penting menulis. meskipun dalam menulis aku sesekali menaikkan pandangan ke arah jam dinding -sekarang sudah pukul enam lewat, dan aku belum siap-siap ke kampus-.

aku menulis karena dihinggapi rasa takut karena sebenanya tugas kuliahku belum selesai. apa hubungannya? ada. karena dengan menulis aku merasa tenang, bebas dan tak perlu memikirkan hal yang membuatku takut. aku menulis untuk pelampiasan perasaanku, hanya itu.

Minggu, 14 Oktober 2012

Kebodohan dan Pelajaran

Bagaimana caranya kau mengerti orang lain, kalau dirimu sendiri tidak bisa kau mengerti.




Seharian mengganggu ketenangan om @hurufkecil membuatku banyak berfikir malamnya. Selain mendapati kalau ternyata banyak hal bodoh yang kulakukan, aku juga banyak belajar darinya.
Karena aku tahu dia malas untuk bicara banyak, jadi aku berusaha mencari kalimat untuk mengundang suaranya, tapi karena aku juga kurang memiliki kemampuan dalam berbicara –sejak kecil, aku takut bicara banyak, makanya hingga kini aku tak jago beretorika- jadinya banyak hal-hal yang keluar dari bibirku yang berwujud suara sangat tidak berhubungan dengan apa yang terjadi. Aku kadang tidak berfikir dalam mengeluarkan suara, aku berbicaraa begitu saja hingga saat akhir suara itu aku tahu kalau aku salah, sangat salah. Salah satu kebodohanku.
Menceritakan masalah-masalah yang kuhadapi di pagi kemarin dan kemarin dari kemarin, serta kemarin, lagi dan lagi kemarin. Hanya membuatnya pusing. Salah dua kebodohanku.
Mengikuti om @hurufkecil kemana saja, saya kira tidak masalah baginya. Di beberapa jam sebelum aku pamit, aku merasa aku telah mengganggu ketenangannya. Tapi aku suka mengganggu, aku suka membuat orang tak nyaman, jadi aku membetahkan diri untuk tetap mengekor. Salah tiga kebodohanku.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Malaikat Tanpa Sayap



Dalam hidup ini, kita dipertemukan oleh ribuan bahkan jutaan manusia. Berbagai macam sifat yang mereka miliki. Tak jarang memang kita menemui manusia-manusia yang egois, ingin menang sendiri tanpa memikirkan orang lain. Tapi kita juga tak bisa pungkiri keberadaan manusia berhati mulia yang dengan segenap kasih sayang menolong dan membantu kita. Mereka kusebut malaikat, malaikat yang selalu ada disampingku, memberiku senyum saat yang lain menjauh, serta memberiku semangat saat yang lain mencibir. Dan cinta dari mereka membuatku benar-benar hidup.
            Untuk itulah buku ini hadir, puisi-puisi yang lahir dari hati sebagai persembahan untuk para malaikat di hidupku, para malaikat yang tak memiliki sayap.


Tertarik dengan buku ini? Bisa pesan via SMS ke 085694771764 dengan Format : Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yang dipesan, Jumlah pembelian. Lalu Indiepro akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu.

Setelah itu, kamu bisa transfer u
...
ang pembelian + Ongkos kirim ke no rekening berikut ini :

BSM an Dani Ardiansyah No.:6007006333 (cab. Jkt. Hasanudin)
BCA an Dani Ardiansyah No.:8690871883 (cab. Depok)

ATAU

pesan langsung ke ILa Aswil (085696581508)

harga Rp. 25.000 (belum ongkos kirim)

So, what u waiting for? Pesan sekarang juga! :)

Jumat, 05 Oktober 2012

Kugy, Keenan, n 'K'


            Pekan ini aku menghabiskan hari kamis dengan sangat manis, untuk itu aku akan menulis peristiwa manis itu. ^^



           

 “Dear Neptunus, aku mengirim perahu kertas lagi, dan seperti perahu kertas ini, aku juga ingin melabuhkan hati ini, tapi entah kepada siapa.” Kalimat yang lahir dari contekan kata-kata pada film Perahu Kertas 2 di bagian awal.
            Cerita Perahu Kertas memang keren, baik novel maupun filmnya. Aku salut dah sama penulisnya, Dee.
            Hari ini, hari Kamis, 04 Oktober 2012 pemutaran perdana film Perahu Kertas bagian ke-2. Karena sudah nonton bagian pertama, aku jadi penasaran untuk melanjutkannya. Untuk itulah aku ke salah satu bioskop di kotaku, Makassar. Aku ke bioskop sendiri, gak ada teman (hikz..hikz..) tapi memang hari ini maunya jalan-jalan sendiri, sudah dari kemarin aku rencanakan. Ada untungnya juga sih pergi nonton sendiri, tadi beli tiket, untuk Perahu Kertas udah hampir penuh, tinggal barisan depan aja yang kosong. Tapi mungkin karena keberuntunganku datang di hari kamis yang manis ini, ada satu kursi di barisan ‘E’ yang kosong, yaa udah langsung beli dan segera masuk karena film akan diputar 5 menit lagi.
            Yeeee… akhirnya nonton juga. Nih sinopsisnya…
Keenan sudah memutuskan kembali tinggal di Jakarta dan melanjutkan bisnis keluarga akibat serangan stroke yang diderita ayahnya, Adri (August Melasz), menjalani hubungan kasih jarak jauh dengan Luhde (Elyzia Mulachela) yang tinggal di Bali.
Sedangkan Kugy telah menjadi semakin dekat dengan Remi (Reza Rahadian), yang juga menjadi atasannya di biro iklan AdVocaDo.
Keenan mengembalikan buku Jenderal Pilik kepada Kugy.
Buku tulisan tangan Kugy inilah yang telah menjadi sumber ilham lukisan-lukisannya.
Tak hanya itu, pertemuan kembali Keenan dan Kugy memunculkan kembali ide mereka berdua: Kugy menulis cerita anak, dan Keenan membuatkan ilustrasinya.
Akibatnya, prestasi kerja Kugy merosot drastis, sehingga menjadi alasan bagi Siska (Sharena) untuk mengkritik kedekatan Kugy dan Remi.
Remi memberinya cincin untuk membuktikan keseriusannya.
Sepulang dari Bali, Kugy mencoba untuk menghindar dari Keenan dan Remi, menenangkan diri ke rumah Karel (Ben Kasyafani), kakaknya.
Keenan yang merasa kehilangan pun mencari Kugy.
Lewat Noni, Keenan mengetahui bahwa dulu Kugy menjauhkan diri dari Keenan, dan juga Noni serta EKo, adalah karena sebenarnya Kugy mencintai Keenan, tetapi terhalang oleh kedekatan Keenan dan Wanda (Kimberly Ryder).
Keenan memutuskan untuk menemui Kugy untuk menuntaskan perasaan-perasaan terpendam mereka.
Tetapi, peristiwa demi peristiwa kemudian menjalin, mempertemukan dan memisahkan hati, silih berganti antara Kugy, Keenan, Remi, Luhde, dan juga Siska beserta orang- orang lain di sekeliling mereka.
Bahkan juga membuka bagaimana hubungan Pak Wayan dan kedua orang tua Keenan, Lena (Ira Wibowo) dan Adri.

            Dari semua filmnya aku masih terniang dengan kata-kata Keenan yang mengatakan “Jadi kamu harus berputar-putar dulu menjadi orang lain baru kembali menjadi dirimu sendiri?” ia tanya pada Kugy saat Kugy mengatakan kalau ia akan mencari pekerjaan dulu yang mapan baru menujadi penulis dongeng. Seperti halnya diriku, aku selalu berfikir untuk mencari pekerjaan yang layak dulu baru bisa menulis, karena kata kebanyakan orang menjadi penulis itu hidupnya tidak menjanjikan.
            Aku juga menemukan kesamaan diriku dengan Kugy, yaitu sering kabur, pergi menghindari segala yang membuat sesak… -aku tahu itu tidak baik- J
            Dan aku belajar tentang ‘hati’ di film ini.

Hati bukan memilih, tapi dipilih.

-ila-