Senin, 24 September 2012

Gadis Berjilbab Biru


Catatan gadis berjilbab biru

            24 september 2012,
            Pagi telah menyapa dengan indah. Aku lunglai bingung hendak kemana hingga petang datang menutup segalanya. Sejak tadi aku hanya terdiam tapi ternyatakini telah malam.

            Alarm di Hp gadis itu berbunyi, menandakan subuh telah dimulai. Ia bangun dan bergegas untuk menunaikan kewajibannya.
            Setelah selesai beribadah, gadis itu duduk di sudut tempat tidur. Ia menatap ke arah jam dinding, jarum jam menari menghibur  matanya, namun ternyata mata itu sama sekali tak menikmatinya, tatapannya kosong. Ada apa dengannya? Semangat itu kemana?
            Ia menyiapkan segala sesuatu untuk ke kampus. Dan ya masih tetap sama, semangat yang hilang masih menemaninya.
            Saat di kampus gadis berjilbab biru itu berusaha semaksimal mungkin tetap terlihat ceria, namun sepertinya itu benar-benar susah. Dan sepertinya kejadian-kejadian di kampus secara penuh mendukung lahirnya sebab-sebab tangis yang sedikit lai akan tumpah. Namun gadis berjilbab biru itu berusaha melawan, ia berusaha menutup rapat celah hingga air mata itu tidak memiliki rembesan untuk keluar. Hari itu kuliah ia lalui dengan senyum, canda dan tawa yang mungkin bisa dibilang kepura-puraan.
            Kelemahan hati dan semangat yang hilang berimbas saat di perjalanan pulang, gadis berjilbab biru itu melamun, kosong tatapan itu terlihat jelas di bola matanya. Hingga ia tersentak saat ia hampir menabraak kendaraan lain. Klakson yang berbunyi panjang menyadarkannya dari lamunan dan berusaha kembali fokus pada jalanan meski itu terasa susah.
            Tiba di rumah, kejadian menyesakkan tak bisa dihindari, pesan yang masuk di Hp mungilnya membuatnya shock dan menuntutnya untuk berfikir panjang. Ia harus berfikir keras untuk masalahnya sendiri, ia mengecam pada dirinya untuk tidak lagi meminta bantuan padanya. Untuk itu dia meminta bantuan pada orang lain, dan itu membuatnya harus mengesampingkan rasa gengsi agar ia tak mati termakan oleh masalah-masalah.
            Gadis berjilbab biru itu melewati hari di tanggal 24 september dengan hal yang menuntutnya untuk bersikap dewasa, meski itu sangat sulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar