Kamis, 30 Agustus 2012

Catatan dari Balik Jendela Kamar Seorang Teman




Karena pulang terlalu larut, aku nginap di rumah temanku, karena namanya tak mau disebut di sini, jadi kusimpan saja nama itu. ^^

Saat cahaya pagi kamis yang manis menyapa, aku membuka mata, "Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan menikmati dunia" kalimat yang selalu menjadi peng-awal- di setiap hariku.

Saat menikmati pagi di jendela kamar temanku ini, tiba-tiba aku merasa ada yang menarikku keluar, menarikku untuk mengetahui apa sebenarnya yang ada di balik jendela ini. Apakah di sana ada kehidupan lain? kehidupan ajaib seperti di dongeng-dongeng yang penuh warna, penuh kecerian, dan kejadian-kejaidan ajaib, tentunya! Atau apakah kehidupan yang penuh dengan tangis, pertikaian, dan semua yang membuatmu ketakutan sambil meneteskan air mata. Entahlah apa yang sebenarnya terjadi di balik jendela kamar temanku ini, yang bisa kulihat hanya awan putih yang menggantung di langit biru sana. Apakah diluar semua baik-baik saja? aku bertanya pada diri sendiri.

Tapi sepertinya ada kebebasan di sana dan ada hal yang menantiku, menanti dengan setia. Apa pun itu, suatu saat aku akan menemuimu, dan juga kebebasan itu, aku akan meraihnya. dari sini, dari balik jendela kamar temanku ini, aku hanya bisa menyapa kalian, hey!

Entah sudah berapa jam aku di balik jendela kamar temanku ini, matahari sudah sangat tinggi, cahanya sudah semakin silau dan panas, tentunya. Lagit sudah tak sebiru tadi pagi, langit menjadi abu-abu, mungkin akibat polusi yang ada di mana-mana, aku 'sebenarnya' jengkel tapi mungkin aku juga salah satu penyebab abu-abu itu ada. Atau jangan-jangan dunia lain bersembunyi di balik abu-abu itu.


-ila-

Perjalanan Malam ini



Selesai mengikuti acara di Fort Roterdam, saya dan teman saya pulang ke rumah, Maros tepatnya.

Ada banyak hal yang saya temukan malam ini,

1. Akhirnya setelah sekian lama saya melihat cahaya bintang yang tumpah di jalan raya, jangan salah paham dulu, cahaya bintang yang kumaksud adalah warna dari lampu kendaraan. tepat saat berada di puncak jembatan flyover Makassar, lampu-lampu itu seperti cahaya bintang yang tumpah di jalan raya. Di sebelah kiri kau bisa menemukan bintang yang berwarna merah, lalu di sebelah kanan kau menemukan bintang berwarna kuning, dan diantara keduanya kau akan menemukan cahaya bintang yang lebih tinggi, yaaa cahaya yang muncul dari lampu jalan raya. Senang rasanya Cahaya Bintang itu akhirnya bisa kunikmati lagi....

2. Ada hal yang aneh dan baru kami temui. setelah beberapa kilo perjalanan, tiba-tiba macet, kami heran malam-malam begini, jam selarut ini kok bisa masih macet, setelah berhasil nyelapnyelip, akhirnya kami tahu penyebab macet itu, awalnya kami kira kecelakaan tapi ternyata ada ambulans dan penggiring jenazah. tapi ini aneh, peggiring jenazahnya dan mabulans yang bunyinya membuatku takut berjalan dengan lambat dan menghalangi kendaraan yang hendak melewatinya, termasuk kami. tapi karena mungkin tri tahu saya tidak bisa mendengar suara sirene ambulance, dia berusaha untuk mencari celah melewati semuanya, setelah sebelumnya kami berdebat, apakah melewati iring-iringan jenazah itu tak apa-apa?

3. Memasuki Maros, saya memperhatikan pekerja jalan yang masih bekerja hingga selarut ini. Ada perasaan yang miris dan syukur di palung paling dalam. Miris saat melihat pekerja jalan yang belum pulang ke rumah karena harus bekerja yang mungkin untuk keluarganya. Syukur karena saya diberi kemudahan dalam menjalani hidup, tidak perlu menjadi pekerja jalan yang harus bekerja selarut ini. Dan bagaimanapun juga saya sangat berterima kasih untuk mereka, mereka bekerja bukan hanya untuk keluarga tapi untuk kami juga yang kelak akan menikmati hasil kerjaan mereka...


-ila-

Sabtu, 25 Agustus 2012

Rumah berbingkai Sepi




pernahkah kau befikir untuk tinggal jauh dari orangtumu?

kau sangat ingin pergi dari rumahmu?

atau pernah terlints dibenakmu untuk hidup sendiri...

Jika saat ini kau hidup dan tinggal bersama orangtuamu, syukuri itu, nikmati itu. Jangan pernah  mengeluh dn jngan pernah meminta untuk dijauhi aplagi berfikiran untuk menjauh.

hidup sendiri itu benar-benar tak enak. Sejak lulus dari sekolah menengah pertama, aku pisah dengan orangtua dan hidup sendiri di daerah oranglain. Awalnya aku merasa sangat bhagia, aku merasa bebas dari segla macam aturan di rumah, tapi aku salah, aku sangat salah...!

hidup sendiri dan jauh dari orangtua membuatku selalu meneteskan air mata, dan memang hidupku benar-benar sendiri.

aku selalu berfikir untuk apa aku tinggal di rumah luas ini tapi tak ada canda di dalamnya, hanya kesepian yang memenuhinya. sendiri, sunyi, dan sepi menjadi temanku saat aku di rumah, apkah ini yang di sebut rumah? kadang aku takut untuk pulang. kadang aku ingin seharian bersama kawanku, karena aku seperti kehilangan suara saat di rumah.

Aku rindu saat pulang ke rumah mendapati Ibu memasak, dan Ayah sedang meneguk kopinya. Aku rindu bercerita tentang apa saja kepada mereka. Aku rindu dimanja mereka. Aku rindu dimarahi mereka. Aku rindu disuruh mereka. Aku benar-benar ingin tinggal bersama mereka.

Meski alat komunikasi sudah sangat canggih tpi itu tak bisa membuatku merasakan hangat peluknya seorang Ibu, terlebih saat kusedih. Meski suara Ayah selalu kudengar tapi itu tak bisa membuatku merasa sebahagia saat disampingnya.

Aku ingin tinggal ersama mereka, itu saja...

aku lelah sendiri, aku lelah, benar-benar lelah...

dan sepertinya saat ini aku benar-benar kesepian...



-Ila-

Jumat, 24 Agustus 2012

Anu-Gra

dua hari ini aku dapat Anu-Gra (Anu Gratis) buanyaaakkk banget... hahahhaa

makan siang kemarin ditraktir ma Tri, terus malamnya aku makan kue buaanyaakk banget di rumah Tiwi, sekarang aku ngenyangin perut di kostnya Anti.... hohohohoho

Kamis, 23 Agustus 2012

Aku punya teman

aku punya teman tapi dia gak mau disebut nama aslinya, ya udah aku kasih nama 'Saras' aja yaa tinggal ditambah angka aja belakangnya... (yang masa kecilnya bahagia pasti tahu maksud saya.. :D)

kenapa saya post tentang teman saya ini (sebenarnya saya juga gak tahu kenapa, ngasal aja... hhhahhah)

mungkin saya capek dengar dia narsis dari tadi, jadi dah aku curhat di sini, gak mau ngalah tuh si 'saras'.

sudah ahhh.... ntar tambah narsis lagi tuh orang kalau aku cerita banyak... hahhhahaha



Minggu, 12 Agustus 2012

BukBer Himaspa





Himaspa (Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang) Universitas Hasanuddin, hari ini mengadakan buka puasa bersama di sekretariat Himaspa itu sendiri. Bukber (Buka bersama) yang dipelopori oleh para pengurus himpunan saat ini.
Kegiatan yang diharapkan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan keluarga Himaspa ini awalnya direncanakan akan diadakan hari Jum’at 10 Agustus 2012, namun diundur beberapa hari karena sesuatu hal.



 Sambil menunggu waktu buka, kami disuguhi oleh kultum yang dibawakan oleh ust.Syamsir. salah satu inti dari kultum tersebut yaitu kita harus tetap berpegang teguh pada Ajaran Agama, Jika kita berada pada keadaan atau tempat yang tak semua pemeluk agama Islam, kita harus menonjolkan diri kita sebagai seorang Muslim sejati agar bisa menjadi identitas pembeda dari yang lainnya, (semoga apa yang saya tangkap sesuai apa yang ingin disamapaikan Ustasd).



Aaarrrggghhhh ribet nulis sesuatu yang formal. Ila akan menceritakan BukBer Himaspa hari ini dengan gaya nulis yang nyantai aja yaaa…. Heheheheh



Gini… (dengar baik-baik.. eh salah, baca baik-baik… hahahha) Bukber kali ini diadakan di rumah kita bersama (sekret Himaspa). Meskipun terlihat kecil dan sempit tapi bisa memuat ratusan manusia (nah ini jangan dipercaya.. :p). Yaaa… meskipun sempit tapi diluar ruangan kan luas jadilah banyak juga yang duduk di luar sekret (mungkin lebih banyak orang diluar kali yaa dari pada di dalam, Ila tadi gak sempat memperhatikan. Maklum sibuk nyendok-nyendok es buah… hohohoho).
Wah, seneng deh rasanya bisa BukBer serame tadi, awalnya manusia-manusia yang tak pernah kukenal bahkan berfikir untuk suatu saat bertemu dengan mereka malah kini menjadi keluarga. Terima kasih (biar tong itu tidak ada kenalka kasian, selain angkatanku… hiks…hiks…)
Tapi sayang, tidak semua keluarga hadir… hiks…hiks… mungkin mereka punya urusan yang lain. Juga ada yang meminta untuk diundur agar bisa hadir, tapi karena magnet kampung sudah sangat kuat untuk menarik masing-masing anak kampung yang ingin pulang kampung jadi dah gak bisa diundur lagi…. Hiks… hiks… maaf…
            Dan dari segalanya, Ila pribadi (mungkin juga saudaraku yang pengurus mau ikut) mengatakan Terima Kasih yang sebesarnya atas partisipasi semua pihak, baik di depan maupun di belakang layar (jiiiaaahhh film kaleeee :D). Pokoke Makasih banyak Buat Kakak tercinta dan adek tersayang…. ^^


-ILa-

Jumat, 10 Agustus 2012

Buka Puasa



Lima hari terakhir ini saya buka puasa di tempat yang berbeda dan dengan orang serta situasi yang berbeda.

Karena merasa hal ini langka dan spesial, ila akan sedikit berbagi cerita tentang buka puasa yang sangat membahagiakan ini…

1.      6 Agustus 2012
Hari senin, aku buka puasa bareng Mhuly. Sebenarnya gak terencana kalau kami akan buka bareng, yaaa bisa dibilang sesuatu yang terjadi tanpa adanya kesengajaan. Hahahaha apaan sih… :D
Iya, soalnya hari itu lagi ke kampus, ketemu neng Mhuly dan keluarlah naluri jalan-jalan kami (dasar! Hahaha). Alhasil kami ke salah satu Mall yang ada di kota kami tercinta, Makassar (eh, ketemu kakak yang baik hati di sana. ^^). Setelah keliling sejenak dan  tujuan terlaksana, kami pulang. Tapi masih di tengah perjalan Adzan berkumandang, jadilang kami singgah di Mesjid Al-markas. Waahhh ternyata buka disana sangat rame (pertama kali loh Ila buka di sana). Selesai shalat Magrib saya dan Mhuly meluncur pulang….. 

2.      7 Agustus 2012
Hari selasa sepertinya lebih tepat kalau disebut hari kelabakan. Soalnya hari itu aku telat buka gara-gara ketiduran di kosan. Hari itu memang aku gak keluar-keluar kosan, yaaa bisa dibilang bermalasan lah… hahaha
Selesai shalat Ashar aku baca novel eh gak tahunya tertidur sampai magrib. Jadi deh gak ada persiapan buka. Pas bangun, aku kaget dengar adzan magrib yang berkumandang, mau keluar beli sesuatu pasti udah abis jadi deh manasin air untuk segelas susu coklat. Yaaa aku buka pake susu cokelat anget… hahahaha eh, tapi susu coklatnya gak sendiri, dia ditemani cemilan bernama “astor” yang berwarna pink…. 

3.      8 Agustus 2012
Hari Rabu, buka puasa di Himpunan… yeeeeee…. Akhirnya bisa buka ama bocah-bocah Kaminari, meskipun gak semuanya karena buanyaakk yang udah pada pulkam. Ada Pak Ketua (Ridho), Daeng galau (Rama), Mbak SeSwat (Iin), Ibunda kami (Ninin), Ibu ketua (Uny), Miss HateRice (Qiash), dan Nona dongga' (Sry), eh masih ada lagi, adeknya Ibunda, (namanya Didin atau Dadan yaaa… Ila lupa.. hehehe ).
Pokokke seruuuu meskipun diiringi teriakan2 Miss HateRice karena di goda kucing… hahahahaha…. Tapi Ila gak bisa lama-lama karena harus balik ke Maros, jadi Ila ninggalin mereka setelah buka… 

4.      9 Agustus 2012
Hari Kamis yang manis buka puasnya bareng anak-anak D’Icon (nama kelas kami waktu SMA). Hampir gak hadir sih soalnya lupa, untung ada neng Tiwi ma neng Rhany yang ngingetin lewat SMS. Karena masih di kampus dan sudah jam lima sore, akhirnya Shiro harus sedikit lebih cepat larinya mengantarku ke Maros.
Rumah Pia, sudah dua tahun berturut-turut kami buka puasa bersama di sana. Selama hampir setahun kami gak ketemu jadilah salang pandang memandang membicarakan apa yang berubah dari diri masing-masing.
Abis buka dan shalat Magrib, eh si Ipa manggil ke PTB (pantai tak berombak) untuk nongkrong melepas rindu.… waahhhh disana parah, aku gak bisa berenti ketawa gara-gara si Agus yang melucunya keterlaluan, sumpah tuh anak benar-benar lucu… (masih tertawa kalau ngebayangin kata-kata dan tingkahnya :D)…

5.      10 Agustus 2012
Hari Jumat, hari ini spesial bangeeeettttt…. :D
Seharian jalan ma Ayah dan Bunda.
Biasanya aku ke kampus bareng Shiro, tapi kali ini dianter ma Ayah, eh malah ditungguin di parkiran kampus. Disuruh cepat ngurus urusan yang mau diurus di kampus agar kami bisa jalan bareng. Jadilah gak sejam aku di kampus, lalu jalan-jalan bareng ortu. Yaaa keliling Makassar… (pokokke seneng bangeeeettttt :D)
Tanjung bunga menjadi tujuan terakhir, dan disana kami buka puasa. Setelah Magrib, kami makan di tempat makan favorit kami… saking favoritnya setiap Ayah dan Bunda ada di Makassar, pasti kesana… hahahaha



-Seharusnya Setiap Saat Kita Mengucap SYUKUR Atas Nikmat yang Allah Berikan-

Alhamdulillah…..
Alhamdulillah…..
Alhamdulillah…..

Alhamdulillah, terima kasih Allah… ^^

  
-ILa-

Kamis, 09 Agustus 2012

a pray (for Ummi)



Sebuah permohonan padaMu selalu kupanjatkan di setiap akhir sujudku. Doa yang tak panjang, doa yang singkat oleh seorang gadis yang memiliki berbagai macam keinginan dan harapan.

aku hanya ingin Kau sembuhkan Ibuku, aku hanya ingin Kau beri kesehatan yang utuh pada Ibuku. itu saja...

sudah lama aku melihatnya menderita, lelah yang selalu datang padanya tiba-tiba membuatnya tak bisa berbuat apa-apa bahkan jatuh tak berdaya, dan saat kutulis ini keadaan itupun kembali terjadi.

Dan disaat seperti itu, aku selalu mencacimaki diri sendiri yang tak tahu harus berbuat apa. Kaku, aku tak tahu. Mungkin karena itulah aku sering mendapat amukan amarah dari kakakku satu-satunya, aku seperti manusia yang sangat cuek dengan keadaan Ibuku. Tapi sungguh, aku sangat khawatir, bahkan disetiap langkah aku memikirkannya dan mendoakannya hanya saja aku tak tahu harus bersikap apa, tak jarang aku mengumpat diri sendiri. -seperti saat ini-

Untuk itu, disetiap akhir sujudku kucurahkan segalanya padaMu, aku hanya bisa meminta dan terus meminta agar Engkau meengabulkan permohonanku. "Sehatkan Ibuku" dia segalanya bagiku.