Rabu, 09 Mei 2012

季語 (kata-kata yang berbau musim)



Hari selasa kemarin saya kuliah “Telaah Puisi”. Saat pertemuan kemarin, Sensei (sebutan untuk guru atau dosen di Jepang) membahas tentang Haiku. Sebelum masuk dari inti pembicaraan yang mau saya share disini, saya ingin berbagi pengetahuan sedikit tentang haiku. Haiku itu diartikan sebagai puisi pendek jepang, memiliki pola penulisan 5-7-5, dan biasanya berisi kata-kata sesuai musim.

Di jepang, penulisan Haiku bisa dijabarkan sesui musim. Biasanya penulis memasukkan kata-kata khas yang menggambarkan suatu musim di dalam Haiku-nya. Karena Jepang memiliki empat musim, jadi banyak kata yang digunakan penulis dalam penggambaran musim-musim di Jepang, baik musim panas, musim semi, musim gugur, maupun musim dingin/salju.

Nah dari penjelasan Sensei saat mata pelajaran berlangsung, terbersit difikiran akan musim-musim di Indonesia. Saya tidak lagi fokus tentang haiku yang dijelaskan sensei. Saya malah sibuk membandingkan musim-musim yang ada di Jepang dan yang ada di Indonesia.

Berbicara tentang musim, banyak masyarakat Indonesia iri dengan musim yang ada di negara-negara lainnya, Jepang salah satunya. Jepang memiliki empat musim, yaitu Panas, Semi, Gugur, dan Dingin/Salju yang membuatnya terlihat keren atau cantik disetiap ciri khas musimnya. Beda halnya dengan Indonesia yang hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim Hujan. Dan sepertinya sekarang kita sudah tidak tahu kapan musim hujan, kapan musim kemarau akibat dari peanasan global.

Masih di dalam ruang kuliah, dan masih bergelut dengan pikiran tentang musim sementara Sensei masih menjelaskan tentang haiku (mohon jangan dicontoh. ^^V).

Saya tiba-tiba teringat dengan iklan tentang musim di Indonesia yang selalu tayang di layar kaca, televisi. Ada sedikit mindset yang tiba-tiba menyentil otakku. “kenapa Indonesia mesti iri dengan negara yang memiliki empat musim? Toh kita memiliki sejuta musim. Bukan hanya musim Kemarau dan musim hujan saja. berbagai macam musim ada di Indonesia. Mulai dari musim Liburan, musim Mudik, musim Nikah, musim Durian, musim Rambutan, musim cerai (nonton tipi, gosip para selebriti.. hehehe), musim Kelulusan, musim Panen, musim Haji,  dan masih banyak musim lainnya. (kalau penasaran tanya Om Google… hohoho)”

Ahhh… ternyata Indonesia kaya akan musim. :D

Yuk lupakan masalah musim tadi, mari kembali fokus ke kuliah. Tapi loh, kok Sensei-nya sudah mau keluar…yaaa kuliah hari ini sudah selesai, padahal saya belum paham betul apa yang tadi sensei jelaskan (bagaimana bisa paham kalau diotak cuma membanding-bandingkan musim. Huuuuuuu….). tapi biar gini, aku masih dapat menangkap sedikit info loh… katanya bagi pemula, dalam penulisan haiku, gunakan dulu satu kata-kata musim. Maksudnya dalam satu haiku, fokuskan pada satu musim saja. dan tips untuk menulis haiku, gunakan panca indera karna dengan memilihat, mencium, mendengar atau merasakannya, kita bisa menggali kata-kata yang indah untuk mendeskripsikannya dengan pola tulisan yang telah ditentukan. Dan jangan lupa, gunakan “季語(きご) (kata-kata yang berbau musim)” dalam penulisan haiku agar indah.
            

Selamat menulis haiku, atau selamat mencari musim-musim lainnya yang ada di negara tercinta kita, Indonesia. ^^


-ILa-


Nb:
Mungkin tulisan ini tidak sejalan dengan fikiran anda (baca: pembaca), mohon maklumi saja. saya hanya menulis apa yang sedang saya rasakan atau fikirkan serta apa yang sedang saya kerjakan. Jika salah, mohon diluruskan dengan mengirim sms ke nomor yang ada di kontak HP anda dengan nama apa saja yang anda simpan sebagai simbol bahwa nmor itu akan menyampaikan pesan anda kepada saya… (ngomong ngawur… hahahah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar