Minggu, 04 Maret 2012

Menulis


kadang banyak yang tanya kenapa saya suka menulis... hhmmm... jawabannya simple aja, yaa karena saya suka menulis...  hahahaha

sebenarnya banyak hal yang membuat saya ingin menulis, salah satu yang paling membuat saya ingin menulis dan ingin jadi penulis adalah ingin dikenal dan dikenang oleh banyak orang

saya pikir, alasan saya untuk menulis itu sudah banyak dan membuat saya semakin ingin menulis, tapi setelah membaca blog Om Aan Mansyur --> Huruf Kecil saya jadi terkejut. ternyata ada banyak sekali hal yang membuat keinginan untuk menulis, mulai dari hal yang sangat sederhana samapai yang sangat rumit. saya akan berbagi alasan-alasan Aan Mansyur mengapa dia ingin menulis...

Silahkan baca di bawah ini atau bisa kunjungi langsung di blog huruf kecil yang judul postingannya kepada cucu seorang yang menolak aku menjadi menantu


"aku menulis puisi sebab waktu kanak-kanak aku ingin menjadi seorang astronot—dan tidak mau guru dan teman-temanku tertawa sekali lagi karena ibuku janda penjual tomat. aku menulis puisi agar mereka tahu anak penjual tomat juga boleh menyimpan cita-citanya di bulan, di langit, atau di tempat yang jauh lebih tinggi.

aku menulis puisi sebab aku tidak mau menyakiti hati ibuku dengan kata-kata saat aku tidak mampu menjadi anak lelaki yang kuat mengangkat cangkul karena penyakit yang lahir bersama jantungku. aku menulis puisi agar ibuku mau tersenyum ketika lelah pulang dari pasar dan tidak ada tomatnya yang laku.

aku menulis puisi sebab aku ingin mengungkapkan kepada teman-temanku aku tak mampu beli sepatu dan baju model terbaru. aku tak mampu mengajak gadis-gadis yang aku suka ketawa bersama di kantin sekolah atau kafe bagus. aku menulis puisi agar mereka tahu kata-kata telah membuat aku tak bunuh diri karena setiap hari mendengar mereka menertawai aku di sekolah.

aku menulis puisi sebab aku berharap bisa jadi suami yang tak mampu meneriakkan kalimat kasar kepada istri dan anak-anaknya. waktu kecil, aku menangis saat ayah membentak aku dan ibuku. aku senang mendengar musik tapi bahkan main gitar aku tak tahu. aku menulis puisi agar orang-orang tahu kata-kata adalah pedang yang bisa dilipat menjadi perahu dan pesawat mainan juga bunga untuk ruang keluarga.

aku menulis puisi sejak masih kecil seperti kamu, bukan untuk menjadi penyair. aku ingin jadi astronot, seorang yang mampu ke tempat tertinggi di mana pernah dia menyimpan mimpinya. aku menulis puisi ini untukmu di jendela, sambil berpandangan dengan bulan, agar kamu tahu aku gagal dalam banyak hal di hidupku—termasuk menjadi suami ibumu.

aku menulis puisi ini agar kamu tahu bahwa kehidupan, bagaimana pun kejamnya, selalu indah untuk dituliskan menjadi puisi."



-ILa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar