Sabtu, 31 Maret 2012

Mencari Inspirasi




Libur, tinggal di rumah sepertinya sangat membosankan.

Kuputuskan untuk jalan-jalan bareng Shiro (motor kesayanganku) ke salah satu Mall di Makassar. Siang itu matahari sangat terik, tapi tidak menyulutkan niatku untuk mencari inspirasi sekaligus menghilangkan penat selama seminggu penuh dengan rutinitas kuliah.

Tiba di sana tujuan utamaku adalah toko buku gramedia. Yaaa… memang sebelum berangkat saya sudah merencanakan menghabiskan waktu banyak di toko buku. Alhasil empat jam saya nongrong di gramedia. banyak buku yang saya baca, tapi cuma satu buku yang dari awal sampai akhir selesai.
Mulai dari buku sastra, novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi sampai buku pelajaran bahasa Jepang.

Inspirasi mulai bermunculan dari sana, banyak ide-ide segar yang diproduksi oleh otakku. Namun bukan hanya inspirasi untuk menulis, semangat untuk menjalani hidup serta semangat untuk berbuat baik juga saya dapatkan dari buku-buku itu.
Benar kata salah satu orang hebat di Indonesia “Penjarakanlah aku dengan buku, karena dengan buku aku bebas”

Aku mencintai buku.

Itu yang saat ini aku rasakan. Entah mengapa aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bercengkrama dengan buku.
Karena dengan buku aku belajar ikhlas, aku belajar kuat, aku menemukan kemerdekaan, aku mendapat motivasi untuk menulis, aku mengetahui semua yang ada di belahan dunia manapun, dan masih banyak lagi yang disuguhkan oleh buku kepadaku. 

Selesai kita membicarakan buku.

Aku ingin sedikit berceri tentang semua hal yang terjadi selama perjalananku menghilangkan penat dan mencari inspirasi.
Saat memasuki gramedia, saya kaget, di hadapanku ada para pemain film Negeri 5 Menara. Senangnya… aku bisa melihat mereka secara langsung. Tapi yang paling menonjol diantara mereka adalah tokoh Baso. Dia begitu dielu-elukan pengunjung. Mungkin karena tokoh Baso berasal dari Makassar, tepatnya Gowa. Tokoh yang sangat menginspirasi, menurutku.

Tak lama, mereka pamit dan acara talk show selesai.

Merasa perut keroncongan, saya dilema antara makan di sini atau makan di rumah. Tapi mungkin karena dorongan cacing di perutku, akhirnya aku memutuskan untuk makan di salah satu tempat makanan cepat saji. Ramai, terlalu ramai sehingga memaksaku untuk segera beranjak dari tempat itu.


Blank…. Aaaarrrrgggghhhhh…. Aku lupa kejadian demi kejadian yang terjadi tadi, kejadian yang memberi sejuta inspirasi. Padahal tadi saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk menulis semuanya…. Maaf!


-ILa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar