Jumat, 23 Desember 2011

Putri Dalam Istanamu, Ibu

Tulisan ini sebenarnya harus diposting kemarin, karena bertepatan hari IBU, tapi karena sesuatu hal, saya tak bisa online, jadi baru hari ini bisa kuposting...

Tulisan ini spesial untuk Bundaku tersayang...


Ibu adalah orangtua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini.
Bunda, Mama adalah sebutan lain untuk ibu. Pemanggilan ibu dengan sebutan "mama" sudah menjadi hal yang umum di masyarakat Indonesia.
-http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu-



Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.



aku tidak tahu harus memberikan apa untuk sosok yang sangat berjasa dalam hidupku, dan tanpa dirinya aku bukanlah siapa-siapa, dan tanpa dirinya aku tidak akan pernah ada di sini... Bunda, Maaf dan terima kasih... Maaf untuk segala sakit yang kugores di hatimu, dan Terimakasih untuk semua yang kau curahkan untukku... Selamat hari IBU


 Putri Dalam Istanamu
 (IBU)


Apa yang ingin kau ketahui, Ibu?
tanyakan padaku
tanyakan saja
karena aku tak pandai bercerita
tak tahu apa yag harus kukatakan padamu



Apa yang ingin kau lihat, dengar dan rasakan, Ibu?
 katakan padaku
katakan saja
karena aku tak pandai menebak
tak tahu apa yang sebenarnya ingin kau nikmati 



semua akan kulakukan untukmu
hanya untukmu, Ibu



katamu, bahagiaku bahagiamu
membuat diriku seperti putri dalam dongeng
memenuhi segala yang kuinginkan
jadi
izinkan aku sedikit saja membalas bahagia tak terhingga  
 yang kau kemas sebagai hadiah 
di awal pagiku hingga kubawa ke larut malamku
di setiap hariku



tapi...
aku bukanlah putri terbaik
aku sering menyakitimu
aku sering melawanmu
aku sering membentakmu
aku sering melakukan hal yang membuatmu sedih



namun...
dengan keteguhanmu
kau tak pernah pasrah membesarkanku
namun...
dengan cintamu yang tulus
kau tak pernah berhenti menjadikanku putri dalam istanamu



Ibu...
kau tak pernah mengeluarkan air mata di hadapanku
meski kutahu, sering kusakiti hatimu
kau begitu tegar
kau begitu kuat
kau bak kesatria yang selalu menjagaku, menjaga hidupku



ingatkan aku dalam setiap langkahku
ingatkan aku dalam setiap helaan nafasku
ingatkan aku dalam setiap aliran nafasku
janjiku untukmu
aku akan menjadi putri yang kau inginkan dalam istanamu
"Bahagiamu, Bahagiaku"




 


-IA-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar