Senin, 27 Juni 2011

Tragedi Sungai Gendrang (Mahung-Sanrego)

kali ini saya mau berbagi cerita mistis. Ini cerita nyata yang sedikit saya lebay-kan... hehehe

cerita ini berasal dari kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang bersebelahan enam rumah dari rumah saya. Tepatnya di sungai dekat rumah.

Ceritanya gini, kan dekat rumah aku yang di Sanrego ada jembatan. Terus tuh jembatan sudah tua dan reok. Jadi, rencananya (bukan rencana lagi sih, tepatnya sementara) dibongkar, karena pemerintah telah menyediakan dana untuk pebaikan jembatan itu.

Hari pertama pembongkaran jembatan, masyarakat yang biasanya menggunakan jembatan itu untuk nyebrang harus turun ke sungai untuk bisa nyebrang. Har pertama semua berjalan lancar, mobil dan motor bisa nyebrang walau kaki hingga setengah betis basah (khusus pengguna motor, yang mengendarai mobil mana bisa basah kalau nggak turun dari mobil dulu... ^^). Bahkan saya yang baru awam di dunia mengendarai berani untuk nyebrang (setangah perjalan di sungai turun dari motor dan teriak minta tolong sama orang yang ada di sekitar sungai untuk bantu nyebrangin motor, hehehehe).

Hari kedua, para Sipir (yang ngebongkar jembatan) bekerjasama dengan warga yang ada disekitar sungai membangun jembatan darurat. Karena sungai di dekat rumah saya itu lumayan lebar, jadi mereka harus menggunakan batang kelapa yang sangaaaatt banyak. Yaa... akirnya jembatan darurat sudah jadi, nih jembatan khusus untuk pengguna motor (“mobil bisa sih, Cuma dag nanggung kalau jatoh” kata yang membuat jembatan itu...^^)

Hari ketiga, nah ini nih hari yang parah se-sanrego. Dari subuh hujan dag mau berhenti, dan alhasil sungai banjir. Otomatis deh transportasi sedikit terhambat. Kalau motor sih gak papa, tapi mobil...(sabar aja ya Bil...^^) ta bisa nyebrang. Semua mobil yang mendekati sungai harus mutar kembali. Dan akibat dari banjir itu juga merepotkan orangtua saya. Kan waktu pagi air sungai belum terlalu naik jadi ayah saya masih bisa nyebrangi mobilnya untuk pergi kesuatu tempat. Tapi pas pulang air sudah cukup tinggi dan sangat tidak memungkinkan untuk disebrangi. Jadi tuh mobil dititip deh di rumah seberang, dan orangtua saya jalan nyebrang sungai pake jembatan darurat. Tapi ada juga loh warga yang nyalinya tinggi banget nyebrangin mobilnya di jembatan darurat, padahal tuh jembatan dag kuat.

Malam tiba, semua warga yang tinggal dekat sungai khawatir jangan sampai air sungai meluap dan menghanyutkan jembatan darurat itu. Tak terkecuali nenek saya yang rumahnya bersebelahan dengan rumah saya.

Esok pagi, kakek dan om saya ke sungai. Pulang dari sana, sepertinya tertawa miris. Akhirnya nenek cerita kalau waktu tengah malam tadi, mereka semua mendengar suara mobil berat(mobil yang ada seperti sendok di depannya, saya dag tahu namanya jadi saya namai mobil iti mobil berat...^^) yang sedang menggali pasir dan batu-batuan yang ada disungai, kemudian mobil berat itu menumpahkannya kembali. Kejadian itu terdengar berulang kali, sehingga mereka penasaran apa ada sipir yang kerja tengah malam. Karena hujan kakek saya tak keluar malam itu dan memutuskan untuk melihatnya keesokan harinya. Tapi ternyata tak ada yang terjadi di sungai itu, bahkan bekas galian atau kumpulan pasir pun tak ada. Jadilah mereka semua merasakan hawa-hawa mistis yang terjadi di sungai itu. Saat ngumpul dan cerita tentang itu, sebagian besar kejadian-kejadian di sungai itu terbongkar (tak perlulah saya menceritakannya disini...). dan kejadian aneh juga terjadi pada si sipir yang bkerja disana. Ada seorang diantara mereka yang terjatuh di tengah-tengah jembatan dan nyemplung kesungai. Alhamdulillah dia selamat. (untung dia sipir, coba kalau orang biasa, sudah gawat tuh... sipir kan memang sudah terlatih...^^).




Nb:
rumah nenek saya memang dekat dengan sungai jadi yang tinggal disana bisa mendengar kejadian yang menimbulkan suara besar di sungai.


Ada lagi kejadian yang terjadi setelah kutulis tulisan ini.
Saat kuselesai menulis, tak langsung kuposting di blog, kusimpan dulu, kemudian keluar sejenak. Eh, diluar rumah orang pada ribut dan berlarian menuju sungai. Aku jadi penasaran dan kususul mereka. ternyata ada mobil yang hanyut di sungai. Dari informasi yang saya dengar, awalnya saat mobil itu hendak menyebrang, arus air sungai tidak terlalu besar dan memungkinkanlah untuk sebuah mobil seperti itu lewat. Tapi setelah mobil itu ditengah sungai, tiba-tiba air sungai meluapdan arusnya menjadi sangat besar. Sopir mobil itu tak kuasa menahan arus air sungai jadi segera ia berteriak meminta tolong pada warga yang ada di sekitar sungai. Karena rasa solidaritas warga yang sangat tinggi, semua laki-laki dewasa turun untuk menolong mobil yang malang itu. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha mendorong dan menarik mobil itu padahal air sungai sampai di dada orang dewasa. Semua warga yang yang melihat kejadian itu cemas. Tapi untunglah berkat kerjasama yang sangat tinggi mobil dan penumpang di dalamnya selamat. Alhamdulillah... semoga kejadian itu tak terulang lagi...



-iLa-

Minggu, 05 Juni 2011

私の一日

私はイラです。わたしは私の一日をはなしたいです。まいにち私は5じ30ぷんにおきます。おいのりしてから、わたしはふくをよいします。それからわたしはシャワーをあびます。ほんとえんぴつをいれります。わたしは7時にだいがくへ行きます。あさごはんをたべるじかんがありません。

私はあるいてだいがくへ行くからわたしのうちとだいがくにちさいです。わたしはかりごやにすんでいます。わたしのははとちちはわたしにかりごやですんでもいいです。わたしはUNHASの日本語のだいがくせいです。私はにねんせいです。

じゅぎょうをおわってから、わたしとともだちはしょくどへいるごはんをたべるにいきます。それからわたしたちはとしょかんへいきます。あそこでわたしたちはほんをよみます。ときどきわたしたちはパソコンをあそびます。

わたしはごご三時にうちへかえります。わたしはうちでテレビをみて、おんがくをきいて、やすみます。四時から六時までわたしはかんこくのどらまをみます。かんこくのげいじゅつかがハンサムできれいなからわたしはかんこくのどらまがすきです。でも、かんこくのどらまをみない、わたしはラジオをききます。ときどき、私はしょうせつとまんがをよみます。わたしはほんをよむことです。

ばんごはんをたべるまえにべんきょうします。そして、九時までテレビをみます。ときどきごご九時にわたしはパソコンをあそびます。よるのなかわたしはしょうせつをかきます、わたしもかくのためBLOGにかくす。わたしはかくことです。わたしはインドネシアのかくひとをみたことがあります。わたしのりそうはかくひとです。

わたしはじゅういちじにねます。ときどきじゅうにじです。ねるまえに、おいのりします。

私はわたしのやすみひをはなしたいです。わたしのじゅぎょは月曜日から金曜日までです。土曜日と日曜日はやすみです。やすみのひはわたしはうちのきれいにした、せんたくした、テレビをみた、さんぽしたりします。にちようびわたしはともだちのうちへいきます。あそこでわたしはともだちのおかあさんがつくったケーキをたべます。

これは私の一日、じゅうぶんだとおもいます。ありがとうございました。