ILa's Book

ILa's Book
Tertarik dengan buku ini? Silakan pesan via SMS ke 085694771764 dengan Format : Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yg dipesan. Lalu Indiepro akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu. Setelah itu, kamu bisa transfer uang pembelian + Ongkos kirim ke no rekening berikut ini : BCA no 0080346719 an Endah Widayati atau BSM no 6007006333 an Dani Ardiansyah

Rabu, 30 Juni 2010

ingin ini, ingin itu

senengnya law minta ini, minta itu dan langsung bisa terwujud.
tinggal teriak, Maa aku ingin boneka, Paa aku ingin mobil-mobilan...

tapi nyatanya,,, law minta yang macam-macam pasti dimarahi.

iri rasanya law liat Nobita yang punya Doraemon, tinggal ngebujuk Doraemon eh, langsung dikasih.
aku juga pengen punya Doraemon,,,
minta ini itu, langsung ada dari kantong ajaib.
mau kesini kesitu,, tinggal pake pintu ajaib.

ILa berdoasemoga Doraemon ngambek, marah atau jengkel pada Nobita, sehingga Doraemon pergi dan pindah ke rumahku.."

hahahaha

Selasa, 29 Juni 2010

BURUNG KERTAS part 2

Dering handphone membuat Nina terbangun dari tidurnya, dia melihat nama dari layar handphonenya “Kiki”. Nina mendengus, “Ada apaan sih Kiki nelfon siang-siang gini, gak tau apa kalau aku lagi tidur.” Celoteh Nina tapi akhirnya menjawab telephone Kiki. “Halo…!”
“Aduh Nina dari mana aja sih! Kok baru dijawab?” suara dari seberang sana terdengar jengkel.
“Dari Korea!” jawab Nina singkat sambil tertawa.
“Aarrgghh… gak usah becanda deh!” yang diseberang makin jengkel. “Ada berita buruk Nin, Zaki kecelakaan”
“Apa? Kamu becanda kan Ki?” Tanya Nina yang tadi tertawa kini penuh dengan ketidak percayaan mendengar kata-kata Kiki barusan.
“Gak ada becandaan hari ini aku serius Nin. sekarang aku ada di rumah sakit. Kebetulan tadi aku berencana menjenguk sepupuku di sini, tapi tak taunya aku melihat Zaki dibawa dari luar dengan tubuh penuh darah.”
“Ya udah… tunggu aku di sana ya…!” pinta Nina lalu dengan segera merapikan tatanan rambutnya dan mengabil tasnya kemudian berlari keluar rumah, adiknya yang melihat itu hanya bisa memandangi kakaknya dengan tatapan bingung.
Di dalam taksi Nina menyadari reaksinya, dia bertanya dalam dirinya sendiri kenapa dia begitu shock mendengar Zaki kecelakaan. Dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Zaki. “Apa aku sudah mulai menyukai Zaki?” fikir Nina. “Atau mungkin ini hanya rasa khawatir saja, gak lebih…!” Nina berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak menyukai Zaki.
Akhirnya Nina sampai di rumah sakit. Dia kembali menelephone Kiki menanyakan di mana Zaki di rawat. Kiki hanya memberitahu nomor kamar Zaki dirawat, dia tak bisa menemani Nina karena dia harus menjaga sepupunya di ruang rawat yang lain.
Nina membuka pintu kamar Zaki di rawat, di sana sudah ada orangtua Zaki.
“Assalamualaikum” sapa Nina saat membuka pintu. Semua perhatian tertuju pada Nina yang baru saja datang.
“Waalaikumsalam, masuk nak!” ucap Mama Zaki. “Kamu Nina kan?” Tanyanya
“Iya tante, saya Nina” jawabnya dengan senyum sipu. “Zaki kenapa tante? Saya tadi mendengar kabar kalau Zaki dirawat di sini jadi saya langsung ke sini.” Ucap Nina sambil memandangi Zaki yang masih menutup matanya dengan perban yang melingkar di kepalanya.
“Zaki kecelakaan, dia menabrak pembatas jalan dan kepalanya terbentur . tapi kata dokter tidak ada yang serius di bagian kepalanya, dia hanya butuh istirahat untuk memulihkan kondisinya.” Mama Zaki menjelaskan semuanya pada Nina. Sementara Nina hanya bisa mengangguk-angguk mendengarnya. “Nak Nina pacarnya Zaki ya?” pertanyaan itu membuat Nina kaget.
“Bukan tante, aku bukan pacarnya Zaki, aku Cuma sahabatnya Zaki!” Nina berusaha meluruskan fikiran mama Zaki.
“Tapi kenapa nama nak Nina sering disebut-sebut Zaki saat dia mengigau tadi.”
Pernyataan mama Zaki membuat wajah Nina terlihat sedih. “Benarkah Zaki begitu mengharapkanku? Apakah dia juga mengalami sakit sama sepertiku? Mengharapkan seseorang yang tidak mempunyai perasaan yang sama dengan kita. Oh… Tuhan, aku gak mau ada orang lain yang sakit gara-gara aku.” Nina semakin bingung harus bagaimana agar Zaki tak mengharapkan dia lagi. Tapi apa boleh buat Zaki juga keras kepala, dia hampir memiliki sifat sama seperti Nina yang jika menyukai seseorang tak gampang untuk berpaling dan akan tetap menunggu orang itu memberinya kesempatan untuk menjadi bagian dari dirinya.
@@@

Sudah tiga hari Zaki dirawat di rumah sakit dan selama itu setiap hari Nina datang karena permintaan Mama Zaki, menurutnya perkembangan kondisi Zaki semakin cepat jika melihat dan mendengar nama Nina. Nina juga merasa tak terpaksa karena dia tipe orang yang suka membantu. Tapi dia tak pernah datang sendiri, Kiki sahabatnya selalu menemaninya. Tahukan Kiki sangat senang kalau Nina dan Zaki semakin dekat, apalagi kalau sampai Nina dan Zaki jadian dia pasti akan merasa misinya berhasil untuk menghilangkan nama Gilang yang selama ini membuat Nina begitu berharap pada ketidakpastian.
“Nin, hari ini Zaki sudah keluar dari rumah sakit. Dia sudah sembuh total, kepalanya juga gak kenapa-kenapa lagi. Itu semua berkat kamu Nin.” Kata Kiki sambil menyenggol Nina.
“Apa-apaan sih, Zaki sembuh itu karena dokter bukan karena saya!” ucap Nina sambil merapikan buku-bukunya.
“Tapi kata dokter perkembangan Zaki sangat cepat seperti ada yang mendorongnya untuk sembuh cepat.”
“Maksudnya?”
“kamu tuh bego atau pura-pura bego sih. Zaki itu sengat senang kalau kamu selalu memperhatikan dia. Tapi dia juga tak ingin kamu repot gara-gara harus menemaninya di rumah sakit, makanya dia berusaha untuk sembuh dengan cepat.” Ucap kiki sambil meletakkan jarinya di pinggang. “ tapi itu Cuma teori aku aja kok! He…he…” Kiki cengengesan.
“Huh… dasar!” kata Nina lalu melangkah meninggalkan Kiki
“Tungguin Nin, mau kemana sih?”
“Ke Korea…” teriak Nina
“Korea mulu.” Balas Kiki samil berlari mendekati Nina.
@@@

Zaki memandangi dua gadis yang sedang duduk di bangku kantin sekolah, dia ingin menghampiri mereka namun tak berani. Dia hanya bisa terus dan terus memandangi wajah salah satu gadis itu. Setelah botol minuman yang ia pegang kosong, ia beranjak dari tempat duduknya dan berencana untuk meninggalkan kantin itu, sebelum mendengar teriakan dari seseorang.
“Hai… Zaki!” teriak Kiki sambil melambaikan tangannya.
Zaki yang sejak tadi memang sudah tahu keberadaan mereka pura-pura baru melihatnya. “Hai…!” balas Zaki yang jaraknya sekitar dua puluh meter dari mereka.
“Sini!” Kiki mengangkat tangannya kemudia jarinya dikipas-kipaskan sebagai kode ajakan. Sementara Nina meberikan sebuah senyum yang membuat Zaki tak bisa menolak untuk tidak ke arah mereka.
“Bagaimana keadaanmu Zak? Udah gak ada yang sakit kan?” tak seperti biasanya, Nina menanyakan kabar Zaki.
Mendengar Nina menanyakan kabarnya, Zaki riang bukan kepalang, namun dia tak meluapkan kegembiraannya di tempat itu. Dia hanya terhenti sejenak saat menarik kursi di meja yang sama dengan Nina.
“Ditanya kok bengong!” perkataan Kiki membuatnya kembali dari alam kegembiraan ke alam yang ia hadapi sekarang.
“Iya, sangat baik malahan. Itu semua berkat kamu Nin, kata mama, kamu yang selalu menemaniku di rumah sakit. Terimkasih ya!” kata-kata Zaki membuat Nina bangga pada dirinya sendiri, entah mengapa!
“Kita kan berteman Zak, jadi mesti saling bantu. Jangan cuma berterimakasih sama aku dong! Kiki juga menemaniku ke sana loh” ucap Nina sambil menglihkan pandangannya ke Kiki.
“Oh iya, makasih ya Ki.” Zaki mengedipkan sebelah matanya pada Kiki. Kiki hanya membalasnya dengan deheman. “sebagai ucapan terimakasihku, emm… aku mau traktir kalian. Besok di Mall, kalian ada waktu kan besok?” tawar Zaki sambil menatap Nina dan Kiki bergantian.
“Ada kok, jam berapa besok?” Kiki dengan cepat mengiyakan sebelum Nina keduluan menolak tawaran Zaki.
“Jam sepuluh aku jemput kalian.” Besok hari minggu jadi mereka bebas kemana saja, seperti kata kebanyakan orang. Hari Minggu itu hari yang selalu dinanti-nanti pelajar deh!
“Oke.” Kata Kiki mengajukan jempolnya, lagi-lagi tak menghiraukan apa pendapat Nina. Tapi untunglah Nina tak keberatan dengan tingkah Kiki karena dia juga setuju.
@@@


“Bagaimana nih Ki, sepertinya Zaki makin mendekati aku. aku juga bingung mesti gimana, aku gak mau Zaki juga merasakan sakit yang sama denganku.” Nina melompat ke kasur tempat Kiki membaca majallah.
“Kalau kamu gak mau Zaki juga merasa sakit karena berharap, ya… terima saja dia jadi pacar kamu. Beri dia kesempatan. Siapa tahu dengan mengenal Zaki lebih dalam, kamu bakalan bisa lupain Gilang.” Nasehat Kiki membuat Nina berfikir sejenak.
“Baiklah, aku akan mencoba untuk bisa meneima Zaki.” Nina menerawang lalu kembali memandangi Kiki. “ Tapi bagaimana kalau selama ini Zaki cuma pura-pura sama aku, aku gak mau kalau nanti dengan menerima Zaki akan membuat hidupku tak bahagia. Aku harus melihat bukti kalau Zaki betul-betul mencintaiku.”
“Aduh Nina, kalu Zaki gak benar-benar suka sama kamu, buat apa selama ini, buat apa penantiannya selama ini, ngapain coba dia tak mencari orang lain dari dulu sejak dia tahu kalau kamu tak mempedulikannya, kamu mau bukti apa lagi sih? Kamu gak liat apa selama ini pengorbanan Zaki ke kamu, betapa berjuangnya Zaki untuk mencari sedikit saja perhatian kamu walau kamu sering cuekin dia, tapi toh dia tetap saja baik ke kamu. Dia tetap saja mengharap suatu saat nanti kamu bisa memberinya kesempatan. Apa itu belum cukup?”
“Aku belum yakin.” Jawab Nina singkat.
“Jadi mau kamu apa? Tapi setelah kamu mendapat bukti itu, kamu harus janji akan memeberi Zaki kesempatan. Kalau tidak awas saja kamu, asal kau tahu sekarang aku berpihak pada Zaki.” Ancam Kiki.
“Aku kan sahabat kamu, kenapa belain Zaki sih!” Nina tak menerima kata-kata Kiki.
“ Itu juga kan demi kebahagiaan kamu Nina!”
“Maksudnya?” Nina bingung.
“Aku berharap dengan keberadaan Zaki di kehidupanmu akan memudahkanmu melupakan Gilang. Aku gak mau Nin kamu terus saja dihantui oleh teman kecilmu itu.”
“Dia juga temanmu Ki!” potong Nina
“Iya… tapi kamu berhak mendapat kebahagian yang bukan dari seorang Gilang. Nina lupakan Gilang! Anggap dia sudah tak ada. Cobalah memikirkan orang lain, Zaki misalnya.”
@@@

Senin, 14 Juni 2010

Perjalanan Masa SMA

hampir satu minggu ILa gak posting sesuatu disini...
bukannya malas, tapi gak tahu mau nulis apa.
pusing, mau nulis puisi.. gak ada inspirasi mau buat puisi yang bagaimana. mau nulis cerpen, sama... gak ada inspirasi nulis cerita apa.
Tapi gak tahu apa yang mendorongku untuk tetap memposting ini,,, tulisan yang gak jelas.
aku cuma ingin berbagi sedikit cerita, ini bukan cerpen! tapi entahlah apa namanya,,
yaa... sebut saja Tulisan Gak Jelas...!!

kadang ILa merasa hidup keras banget, sampai-sampai sering ILa menangis tersedu-sedu memikirkannya.
kerasnya hidup pernah kurasakan saat pertama sekolah di SMA. aku meninggalkan kampung halaman dan kedua orangtua untuk menuntut ilmu di daerah orang lain. memang sih, keputusan untuk sekolah disana adalah keputusanku sendri. tapi namanya juga anak baru beranjak remaja, fikirannya belum terlalu jauh kedepan, dan lagi orangtua mengizinkanku tapi tentu saja mereka meyakinkanku dulu, apakah aku benar-benar ingin sekolah disana.

semua kurasa berjalan lancar saat pendaftaran dan pengumuman kelulusan masuk di SMA itu. tentu saja aku sangat bahagia di hari pengumuman itu keluar. hingga detik itu, belum ada perubahan besar yang kurasa.

Masa orientasi berlangsung, hari pertama aku berniat mencari teman. tapi yaa... beginilah aku, terlalu pendiam dan penakut. akhirnya hari pertama aku belum punya teman. esoknya, sama saja... sering kucaci maki diriku sendiri yang sama sekali tak punya keberanian untuk memulai pekenalan. tapi aku tak tahu harus bagaimana, bibirku beku, seluruh badanku kaku akibat rasa malu yang mengrogoti jiwaku.

selesai orientasi, tiba waktunya pembagian kelas. aku ditempatkan di kelas X.2
tak satupun dari mereka yang kukenal...

satu bulan berlangsung, aku merasa tak bisa beradaptasi dengan mereka, teman sekelasku. aku hanya duduk diam dalam kelas saat jam istirahat. mungkin dapat dihitung jari berapa kali aku beranjak dari kursi selama sebulan itu. Sahabat??? jangankan sahabat, temanpun mungkin cuma teman sebangkuku... benar-benar satu bulan yang menyedihkan....!!

Di rumah.... tak jauh beda dengan keadaanku di sekolah.
sendiri... sepi.... tak ada yang menemani.
orangtua di kampung, Kakak di kost-an dekat kampusnya, hanya sabtu minggu dia mengunjungiku.

ingin rasanya memberontak, tapi aku sadar aku ini cewek. tak baik jika memberontak, tapi aku juga bingung harus bagaimana, aku merasa dunia tak memihakku,, bahkan hal tersalah yang pernah kulakukan yaitu berburuk sangka pada Allah SWT (astagfirullah).
dulu aku merasa Allah tak menyayangiku, Dia memberiku cobaan begitu berat. sehingga hampir setiap malam aku menangis.

dua bulan kujalani, tapi aku masih belum bisa menerima peubahan itu. setiap orangtuaku menelephon atau datang menjengukku, aku pasti menangis, merengek minta pindah sekolah. mereka tak mau mengabulkan permintaanku... mereka memberiku support untuk tetap bertahan. tapi aku tak bisa lagi menerima support mereka... aku merasa tak sanggup menjalani hari-hari di sekolah itu.

akhirnya orangtuaku menyuruh kakakku untuk pindah menemaniku. jadi aku tak sendiri lagi. namun perasaan untuk pindah tak kunjung padam. aku ingin pindah sekolah.

hampir setahun aku seperti itu, tak ada gairah menjalani hidup, belajarpun ogah-ogahan. support dari semua orang di sekelilingku tak henti-hentinya. mulai dari Kedua orangtuaku tersayang, kakakku, tanteku, omku, teman-teman kakakku yang sering datang di rumahku.
kucoba untuk bertahan, meski masih ada perasaan minder dan ingin pergi menjauh dari sekolah itu.

Tahun kedua kujalani,,, aku mulai terbiasa dengan keadaan seperti itu, dan mulai merasa kalau ternyata sekolah itu tepat untukku. memang pelajarannya susah, tapi itu untuk bekalku nanti. dan lagi baru kusadari bahwa sekolah itu yang membuatku menjadi lebih baik dalam hal agama. seringnya diadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan agama Islam, membuatku lebih mengenal dan mencintai agamaku,Islam.

Seiring waktu berjalan...meski rasa pemaluku yang sudah kritis belum juga beranjak pergi, tapi aku sudah sedikit bisa berinteraksi dengan teman sekelasku. tawa dan canda sudah mulai cair. obrolan-obrolan juga sudah terdengar dari bibirku.aku juga sudah bisa belajar lebih baik,,, tak lagi merasa paling terpojok. yang aku rasa adalah menemukan diriku baru muncul dipermukaan setelah lama tenggelam.

Dengan perubahanku yang seperti itu, kulihat dari raut wajah orangtuaku saat mengunjungiku begitu bahagia. dari situ aku sadar, betapa bodohnya aku kalau sampai aku benar-benar pindah.

Tahun ketiga di SMA.... benar-benar berubah... aku tak lagi merasa sekolah itu adalah sebuah gedung yang berisi mahluk ganas yang akan siap memangsaku kapanpun. dulu di tahun pertama aku melangkah lesu untuk ke sekolah. namun di tahun ketiga,,, aku melangkahkan kakiku dengan semangat dan bangga menjadi bagian dari sekolah itu.

banyak hal yang kupelajari di sekolah itu, bukan hanya pendidikan yang formal, tapi keberanian, kebersamaan dan terutama pelajaran ahlak yang kuperoleh disana, sungguh membuka mata dan hatiku untuk tidak berburuk sangka pada Allah SWT dan tidak berburuk sangka pada sesama ciptaanNya.

Akhirnya... aku berhasil lulus di sekolah itu.
itu semua berkat doa dan dukungan dari kedua orangtuaku, kakak serta semua orang yang menyayangiku...
Terima kasih semuanya,, I Will Always Love U.

Dan, tak henti-hentinya aku memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT,, karena Dia selalu ada untukku.

kini aku sadar semua telah diatur olehNya. semua yang terjadi dalam diri manusia itu adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan ummatNya.


“karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Selasa, 08 Juni 2010

Sabtu, 05 Juni 2010

MALINO

ni semua hasil jepret-jepretku waktu liburan di Malino bareng teman-teman sekelas















My Favorite Song

Ada Band – Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)


Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band



Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu buatku melambung

Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu


Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu jauhkan godaan

Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa

Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak


Reff:

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu


Andaikan detik itu kan bergulir kembali

Ku rindukan suasana basuh jiwaku

Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu

Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati


Kembali ke: Reff



Lirik lagu Ada Band – Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Ada Band – Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah).

Kamis, 03 Juni 2010

Tamangura, Bosowa



Saya dan teman sekelas ketempat ini untuk pemotretan buku tahunan



kesana kami naik mobil biru(pete-pete/angkutan umum)... tapi tetep semangat teyuzz



sampai disana,, wihh panasnya minta ampun, kami manjat tebing, jalan kaki , mendaki, tapi semua capek terobati dengan pemandangan yang sangat indah..



Pokoknya Law kesana gak bakalan nyesel deh...!!

Rekor Indonesia


Saat buka-buka situs tentang Indonesia di internet, aku kaget banget. ternyata Indonesia itu kaya akan keajaiban ya... liat aja berikut ini

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni)

2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2)

3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

5. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

6. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

14. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

18. Biodiversity Anggrek terbesar didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

20. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

22. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip *Censored dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

24. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

Gimana, masih bangga khan menjadi Putera dan Puteri Indonesia…!!!

Bangsa Indonesia yang luar biasa

Benar – benar luar biasa negeri kita Indonesia ini, Negara dengan ribuan pulau , ribuan budaya, ribuan bahasa yang tersebar di negeri ini. Begitu kayanya negeri ini, hingga tidak akan habis kekayaannya meskipun dikeruk belanda selama 350 tahun hingga menjadikan negeri kincir angin itu menjadi sebuah negara terkaya waktu itu.

Orang-orang seluruh dunia tidak akan benar – benar paham siapa sesungguhnya Bangsa Indonesia itu. Mereka akan kaget setengah mati bahwa teryata bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak bisa dikalahkan. Mereka tidak pernah tahu bahwa bangsa Indonesia tidak hanya merupakan bangsa bibit unggul namun lebih dari itu, – dari konteks evolusi pemikiran, kebudayaan dan peradaban- bangsa kita adalah bangsa yang berada pada garda terdepan, avant garde nation, yang derap sejarahnya selalu saja berada beberapa langkah di depan bangsa-bangsa lain yang di muka bumi.

Sebagai contoh, negeri inipun memiliki keunggulan luar biasa dalam menyerap berbagai budaya yang ada di dunia. Kita bisa melihat segalam macam mode pakaian dan budaya di dunia ada di indonesia, bangsa baratpun tidak akan mampu menyerap budaya indonesia dengan menggunakan kebaya di jalan – jalan misalnya. Namun di indonesia, pakaian dari negeri manapun dipakai disini. Musik apapun ada disini.

Orang barat hanya bisa menyanyikan lagu – lagu barat, orang negro juga hanya bisa menyanyikan lagu – lagu negro, orang cina hanya bisa menyanyikan lagu – lagu cina. Orang Arab tidak akan bisa membawakan lagu Negro dan begitu sebaliknya. Tetapi, orang Indonesia mampu melantunkan lagu-lagu Arab, Negro, Barat, Cina dan lain-lain. Blues , Rock. Apalagi lagu dangdut.

Orang miskin yang ada di Indonesiapun jika ditilik masih mampu untuk berbuat sombong dan dengan penuh percaya diri mereka akan mengatakan

“Lho, sudah miskin kok ndak boleh sombong. Rugi dua kali dong!”

Orang yang tidak berpunya saja masih mampu untuk nraktir. Di negara manalagi hal tersebut terjadi jika tidak di indonesia?

Kita bisa melihat pula ratusan rongsokan motor, sampah elektronik, dan komputer yang diserahkan kepada orang Indonesia akan kembali berfungsi dan menjadi sesuatu yang baru, dalam waktu tidak kurang dari satu minggu.

Dari sudut kewibawaan, bangsa mana di seluruh dunia yang mampu memiliki wibawa sebagaimana wibawa yang dimiliki bangsa indonesia?. Meskipun itu seorang profesor di London atau di manapun, mereka hanya memiliki kepintaran namun tidak mempunyai wibawa. Mereka hanya Pandai secara akademis, namun tidak berani.

Lain halnya dengan Orang Indonesia: meskipun tidak mempunyai pekerjaaan dan tidak pemah sekolah tapi galaknya setengah mati. Meskipun tidak memiliki uang namun berani untuk berkali – kali menikah. Namun sayang, justru karena wibawa ini kita menjadi malas untuk melakukan apa saja. Maka munculah istilah Bonek. Bonek tidak hanya ada di Surabaya melainkan di seluruh Indonesia. Semua orang Indonesia ber-bondo nekat. Apakah bukan bonek jika orang berani mencalonkan menjadi anggota DPRD, DPR atau bahkan Walikota, Gubernur, Presiden padahal dia tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.

Kita harus mempelajari mengapa fenomena bonek bisa timbul di Indonesia. Apa Keistimewaannya dan apa keburukannya . Sebagai sebuah potensi, bonek tidak bisa dilawan dan karena itulah Surabaya digelari sebagai kota pahlawan. Mana ada yang berani perang dengan berbekal bambu runcing, jika bukan bonek. Kalau kita melihat secara positif, sesungguhnya bonek adalah bahasa Jawa dari kata tawakkal. Dan kita tahu bahwa tawakkal, beserta jihad dan syahid, adalah tiga senjata yang sangat ditakuti di manapun di dunia ini.

Indonesia Raya - Lagu Kebangsaan Republik Indonesia



Ciptaan : W.R. Supratman / Wage Rudolf Supratman

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Pulau Jeju


Pulau Jeju atau Cheju (Hanja 濟州特別自治道, Jeju Teukbyeol Jachido), adalah pulau yang terletak di ujung semenanjung Korea dan sangat dekat dengan Jepang.

Pulau Jeju atau Jeju-do dalam bahasa Korea, adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus (special self-governing province) di Korea Selatan. Pulau Jeju terletak di Selat Korea sebelah baratdaya Provinsi Jeollanam-do, yang dahulunya merupakan satu provinsi yang sama sebelum terpisah pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah Jeju City.

Pulau Jeju adalah pulau wisata paling terkenal di Korea, bahkan orang Korea menyebut dengan istilah "Pulau Bali"-nya Korea. Di Pulau tersebut terdapat Gunung Halla, yaitu gunung tertinggi di Korea Selatan. Pulau Jeju merupakan wilayah yang paling hangat dan pada musim dingin sangat jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang biasanya tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup.

Bahasa Korea dangan dialek (saturi) Jeju adalah bahasa yang sangat khas, yang hampir mirip dengan bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan hubungan kebudayaan dan sejarah masa lalu yang erat antara kedua wilayah tersebut.

BURUNG KERTAS part 1

BURUNG KERTAS

SATU
“Nina…” teriak Kiki dari arah pintu gerbang sekolah yang berlari kearah Nina sahabatnya sejak kecil. Nina berhenti, berbalik dan mencari asal suara yang memanggilnya,mata sipit Nina tertuju kearah Kiki yang berlari menghampirinya yang hampir saja menabrak tubuh mungil itu.
“ Napa kamu lari?” Tanya Nina dengan ekspresi yang aneh
“Ngga ko’ cuma mau….”
“Mau nyontek tugas matematikaku kan?” potong Nina
“Yup…..ko’ bisa tau?”
“ Ya emang kebiasaan kamu ko’ kalau ada tugas matematika,pasti nyontek” ucap Nina sambil meletakkan tangan di pinggang dengan mata melotot
“ Ah.. terserah deh mau bilang apa,sini bukumu ntar keburu bel bunyi nih.”
“Ini nona nyontek” kata Nina dengan suara yang di buat-buat
Seseorang menghampiri mereka…
“Hai Nin,hai Ki…” sapa zaki yang yang menghampiri Nina dan Kiki.
Zaki sangat suka pada Nina sejak kelas satu, sudah beberapa kali Zaki menyatakan cinta pada Nina, namun Nina tak pernah memberi kesempatan pada Zaki. Setiap kali Zaki memberi perhatian pada Nina, pasti Nina tak mempedulikannya. Dan hal itu diketahui Kiki. Zaki sering sekali curhat pada Kiki tentang perasaannya pada Nina, karena Zaki tahu Kiki sahabat dekatnya Nina, jadi ia ingin tahu mengapa Nina tidak menerimanya. tapi Kiki tidak pernah memberi tahu Zaki mengapa Nina tak bisa menerimanya, Kiki hanya bisa berjanji membantu Zaki meluluhkan kerasnya hati Nina.
“Hai Zak,ups aku duluan dulu ya, mau kerja tugas nih….” kata Kiki sambil berlari menuju kelasnya
“Eh... Ki tunggu…” teriak Nina yang kebingungan memikirkan alasan untuk menghindar dari Zaki.
“Maaf ya Zak aku juga buru-buru nih….” Kata Nina sambil melangkah dengan cepat
“Kenapa Nin kamu kok nggak pernah peduli dan nggak mau peduli dengan aku, aku ini tulus kok suka sama kamu” lirih Zaki dalam hati. “Oh…nggak papa kok….maaf ya kalau aku ngeganggu…eh katanya buru-buru silahkan….” ucap Zaki dengan nada yang terdengar semangat namun di dalam hatinya hancur.
“Dah….” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Nina saat meninggalkan Zaki. Yang ditinggalkan hanya berdiri mematung merenungi nasibnya dan bertanya dalam hati mengapa dia harus suka pada Nina sedangkan Nina sama sekali tidak memiliki sedikitpun perasaan padanya.
@@@

Bel pulang terdengar, semua sisiwa tampaknya sibuk memasukkan buku-buku mereka kedalam tas, tak terkecuali Nina dan Kiki. Satu per satu mereka meninggalkan kelas dan berjalan ke arah gerbang sekolah, ada yang langsung pulang ada juga yang menunggu jemputan. Rumah Nina dan Kiki tidak searah jadi di depan gerbang mereka berpisah.
“Ki…entar malam kamu nginap di rumahku ya soalnya nyokap ma bokap pergi.” Ajak Nina
“Oke deh…” balas Kiki sambil mengacungkan jempolnya. “Tapi siapkan makanan enak ya! Hehehe” sambung Kiki nyengir.
“Siplah… entar aku suruh bibi buatkan kamu kue brownies rasa cabe… hahaha”
“Yaaa… mana ada kue brownies rasa cabe! Yang ada tu kue brownies rasa tomat. Hahaha” Nina dan Kiki tertawa sambil membayangkn kue brownies rasa cabe dan tomat.
“Eh… Ki, pulang dulu ya, tuh mang Udin dah datang. Bye.. dadah”
“Hati-hati di jalan Non.”


Di rumah Nina, Kiki mengutak-atik laptop milik Nina, banyak yang dia lakukan mulai dari main games, dengerin musik, browsing sampai membuka e-mail Nina
“Eh, Nin… ini ada email baru, aku buka ya…”
“Ya buka aja” kata Nina yang sedang asyik membaca novel terakhir Harry Potter
“Wah... dari Zaki nih, Cuma ucapan selamat tidur dan mimpi yang indah.”
“Coba aku baca.” Nina mencermati isi email dari Zaki.“Hampir setiap malam dia ngirim itu” lanjut Nina dengan suara lelah, kemudian melanjutkan membaca novel yang beratnya bisa buat timpukin maling.
“Zaki perhatian banget sama kamu Nin, kenapa sih kamu ngga mau nerima dia”
“ Aku ngga bisa Ki….”
“ Kenapa? Atau karena si Gilang, cowok yang kamu suka sejak kecil” Tanya Kiki dengan nada kesal. “ Nin sudah lama Gilang hilang dari kehidupan kita, jadi kamu nggak usah mengharapkan dia.”sambung Kiki
“ Kamu salah Ki, suatu hari aku pasti bisa bertemu Gilang lagi dan mungkin dia akan tau gimana perasaanku padanya” ucap Nina menerawang dan menutup novel yang di bacanya dari tadi dan menyimpannya di lemari tempat penyimpanan buku, yang kalau di perhatikan ternyata semua isi lemari itu hanya novel dan komik.
“ Nin kamu bakalan tersiksa dengan harapanmu itu.”
“ Emang salah kalau aku berharap” kata Nina dengan nada kesal sambil melompat ke atas kasur empuknya
“ Kamu boleh saja mengharap tapi yang pasti aja agar kamu nantinya tidak kecewa, tapi saran aku nih ya.. coba hilangkan harapanmu pada Gilang yang belum tentu juga suka sama kamu”
“Ah.. sudahlah Ki, aku mau tidur” ucap Nina sambil menutup seluruh badannya dengan selimut tebal bermotif bunga berwarna pink.
“Ya sudah kalau ngga mau dikasih saran,kalau kamu nanti sakit hati dengan harapanmu itu aku nggak ikut campur loh..” ucap Kiki ketus
“Ngga usah…udah deh ngga usah bahas masalah Zaki lagi capek tau mending mikirin Gilang…ehm…. Ngomong-ngomong sekarang Gilang lagi ngapain ya…” kata Nina bertanya-tanya
“Mungkin dia lagi boker….ha…ha…” jawab Kiki terbahak-bahak
“ Ngga lucu tau…aku ngantuk nih….tidur duluan ya...kalau selesai maennya, laptop simpan di atas meja aja ya….” ucap Nina lalu memeluk boneka beruangnya yang besarnya lebih besar dari tubuh Nina sendiri.
“Occe…bossssss!!!” ucap Kiki mantap
@@@



Saat jam istirahat Nina tidak ke kantin seperti yang dilakukan kebanyakan temannya. Dia hanya tinggal di kelas dan sesekali tertawa mendengar cerita lucu dari Tio dan kawan-kawan. “Kiki mana ya..?”tanyanya sendiri dalam hati yang sejak istirahat dia tidak melihat sohibnya itu. Tak lama kemudian Nina beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas. Saat keluar Nina hanya merapatkan dirinya ditembok pembatas untuk mencari Kiki yang dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya. Maklum kelas Nina ada di lantai dua jadi dia bebas melihat kesemua arah di sekolahnya. “Aduh mana sih tuh anak,ngga keliatan dimana-mana. Ehm..pasti dia lagi menikmati makanannya di kantn dasar tuh anak kalau urusan makan-makan pasti dia nggak ingat aku.” Fikir Nina dengan kesal. Mata Nina tak henti-hentinya memandang kesegala arah untuk menemukan sohib kentalnya itu, namun yang dia temukan bukannya Kiki tapi sesosok Zaki yang sedang duduk sendiri dibawah pohon rimbun depan laboratorium Biologi. Fikiran Zaki tampaknya melayang, mimiknya terlihat lesu, tatapan matanya kosong, dia sepertinya melamun, tapi entah melamunkan atau memikirkan apa. Nina masih tetap memandangi Zaki, dia penasaran apa yang sedang dipikirkan Zaki. Tiba-tiba mata Nina dan mata Zaki saling bertemu, Zaki kaget begitupun dengan Nina,tapi sesegera mungkin Nina memalingkan wajahnya dan menghiraukan Zaki. Dia tak ingin kalau Zaki tahu sejak tadi dia memperhatikannya. Namun yang di bawah sana masih tetap saja menatap gadis yang berada di lantai dua itu. Biasanya setiap Zaki melihat Nina dia pasti akan menegurnya tapi kali ini beda Zaki sama sekali tidak meneriaki Nina bahkan lain dari biasanya setelah beberapa lama Zaki memandang kearah Nina, dia memalingkan wajahnya dan kembali menunduk lesu. Nina belum beranjak dari tempat berdirinya, sesekali dia melirik kearah Zaki yang tertunduk itu. Tapi sudah beberapa menit berlalu Zaki belum juga menaikkan wajahnya, Nina pun penasaran dengan apa yang dilakukan Zaki. “Apa saya sudah terlalu menyakiti Zaki….tapi jika aku menerima Zaki sama saja dengan membohonginya karena aku belum bisa membalas perasaannya dengan tulus. Aku belum bisa melupakan Gilang, aku belum bisa mengganti Gilang dihatiku dengan orang lain bahkan mungkin Zaki sekalipun, tapi mengapa aku tidak sanggup dan merasa sangat berdosa melihat Zaki seperti itu…” lirih Nina sambil menerawang memandangi langit biru yang berhias berbagai macam bentuk awan putih, hari itu memang sangat cerah.

“Woi……..lagi ngapain disitu neng?” Tanya Kiki yang tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunan Nina.
“Aarggh…kamu tuh dari mana saja sih? Dari tadi aku cariin kok nggak nongol-nongol juga batang idungmu.” Ucap Nina kesal
“Yeeeeeee…. Ni ibu salah besar, masa batang idung aku aja yang dicariin, mana bisa coba batang idung aku pisah dari tubuhku dan jalan-jalan sediri.” Kata Kiki menghibur, tapi toh keliatannya Nina sedikitpun tidak terhibur, malah dia membalikkan tubuhnya menghadap kearah Zaki yang belum juga beranjak dari tempatnya duduk yang sejak tadi melamun.
“Eh…itu Zaki kan??”tunjuk Kiki
“Heem…..” jawab Nina sambil mengangguk.
“Eh…kok keliatannya Zaki beda dari biasanya. Tampaknya dia kurang sehat,atau mungkin dia kelaparan kali ya... terus lupa bawa uang jadi dia tinggal disitu duduk sambil merenungi nasibnya. Hee..he..” ucap Kiki sambil tertawa
“Hus..ngaco aja kamu. Tapi Ki aku merasa kasian sama Zaki, dia terlalu baik untuk aku cueki terus”
“Yee…salah sendiri neng. Kenapa coba kamu cueki Zaki terus, kamu tuh ngga punya perasaan ya..”
“Bukannya gitu Ki…aku ngga mau ngasih dia perhatian karena takut dia berharap lebih dan aku juga takut nantinya aku ada feeling dengan dia”
“ Kenapa mesti takut kalau kamu ada perasaan dengan dia toh dia belum punya pacar kok, malahan dia sangat mengharapkan kamu jadi pacarnya.”
“ Tapi Ki, aku belum bisa lupakan…..”
“Gilang kan..?” potong Kiki
“Kenapa sih Nin, Gilang jadi pengekang dalam kehidupanmu. Kenapa coba mesti Gilang yang jadi penghalang bagi Zaki untuk memberimu kebahagian, toh Gilang sudah tidak ada didunia ini.” Sambung Kiki menceramai Nina
“Gilang tuh masih hidup tahu…” mata Nina melotot
“Iya tapi kan kamu udah nggak tau dimana dia sekarang dan sedang apa dia sekarang, atau dengan siapa dia sekarang. Kenapa sih kamu ngotot benar suka sama orang yang jelas-jelas tidak suka sama kamu” ucap Kiki dengan memberi tekanan pada kata tidak
“Belum tentu kan dia tidak suka sama aku”
“Aduh Nin aku kira aku tuh bodoh dari kamu tapi nyatanya kamu lebih bodoh dibandingkan aku. Jelas-jelas Gilang pergi gitu saja entah kemana tanpa memberi tahumu dimana dia akan pergi,masih juga bilang dia suka sam kamu atau memang kayak gitu ya kalau seseorang suka sama orang lain kalau dia pergi ya…pergi saja tanpa mengungkapkan perasaannya lebih dulu.” sindir Kiki
“Kan waktu itu kami masih kecil”
“Itu dulu kalau sekarang dia memang suka sama kamu setidaknya dia menemuimu kek, atau menelfomu kek. Atau mengirimkan surat kek, atau apalah…yang penting dia menyampaikan perasaannya sama kamu.”
“Sudahlah Kiki, nggak usah dibahas lagi, lagian bel dah bunyi tuh masuk yuk” ajak Nina
“Nina aku janji akan membebaskanmu dari perasaanmu terhadap si Gilang itu. Aku ingin liat kamu bahagia dan tak mengharapkan gilang yang tak tau dimana rimbanya.” Janji Kiki dalam hati
Yang dibawah sana juga sudah beranjak dari tempatnya menuju kelas untuk menerima ilmu yang nanti akan digunakan untuk kemajuan bangsa dan kebahagian sendiri tentunya.

Kali ini semua penjelasan Guru tak ada yang masuk diotaknya walaupun pelajaran kali ini adalah pelajaran Matematika, pelajaran favorit Nina. Dia hanya duduk sambil mencoret-coret dikertas, sesekali dia menggambar tapi entahlah apa yang dia gambar. Kiki sahabatnya dan sebangkunya hanya bisa memandangi temannya itu tanpa melakukan suatu tindakan untuk menghentikan kegiatan Nina yang sangat membosankan itu. Kiki sudah tahu kalau Nina seperti itu, dia tidak suka diganggu, Nina Cuma butuh ketenangan. Lukisan hati Nina sangat tak karuan bahkan dirinya sendiri tak mengetahui apa yang dia rasakan saat itu. Yang dia tahu, dia hanya ingin ke gunung tinggi untuk mengeluarkan beban yang ada di hatinya dengan cara berteriak atau jika tak bisa kegunung, dia ingin sekali ke dufan bermain tornado atau roller coster melepaskan beban yang ada di hatinya.
@@@

Pulang sekolah Kiki sengaja mengajak Nina ke Mall untuk menghibur Nina yang kelihatannya sangat lesu. Mulanya Nina tidak mau tapi Kiki bersikeras agar Nina mau ikut. Karena Nina tidak dapat menolak ajakan Kiki, terpaksa dengan setengah hati Nina mengiyakan ajakan Kiki.
“Ki, sebelum ke Mall pulang dulu ya…soalnya gak enak ke Mall pake baju sekolah.” Pinta Nina
“Baiklah…tapi nggak pake lama ya…ehm…aku jemput kamu jam tiga. Gak ada tawaran lagi, ok!!”
Ternyata Kiki merencanakan sesuatu, diam-diam Kiki memberitahu Zaki lewat sms kalau dia dan Nina akan ke Mall untuk nonton. Tanpa berfikir panjang, Zaki segera meluncur ke Mall tempat Nina dan Kiki akan nonton. Kiki dan Zaki sudah mengatur pertemuan mereka agar Nina tak curiga kalau pertemuan mereka disengaja.
“Nin kamu mau nonton apa?” Tanya Kiki yang sedang duduk berjejer dengan Nina pada kursi yang ada di dalam twenty one.
“Terserah deh Ki, aku ikut kamu aja.”
“Gimana kalau film horor?” Tanya Kiki yang memang sangat suka nonton film horor.
“Baiklah”
“Ok…tunggu di sini ya aku beli tiketnya dulu”
Nina hanya mengangguk.
Kiki menuju loket pembelian tiket, sementara Nina sibuk memainkan HPnya.
“Hai…Nin!” terdengar suara yang tak asing di telinga Nina, Nina pun mengalihkan pandangannya dari HP ke pemilik suara itu. “Hai…Nin, mau nonton apa? Ehm… kok sendiri aja, Kiki mana? Gak ikut?” Tanya Zaki meskipun sebenarnya Zaki tau kalau Kiki ada di tempat itu.
“Ehm… tuh gi beli tiket, katanya mau nonton film horror” sambil mengangkat dagunya ke arah Kiki.
“Judulnya apa?”
“Entahlah, aku ikut dia aja.”
Tak lama kemudian Kiki berjalan ke arah mereka, dan dua buah tiket sudah ada di genggamannya. Senyum penuh kemenangan terbentuk dari bibirnya. Senyum itu karena sudah mendapatkan tiket atau berhasil mempertemukan Nina dan Zaki. (Penulis juga tak tahu… heeeheee ^_^).
“Eh…Zaki, kesini ma siapa Zak? Sendiri? Mau nonton apa? Kebetulan banget ya kita ketemu disini.” Tanya Kiki pura-pura heran, padahal sebenarnya dia merencanakan semuanya.
“Mau nonton ini nih!” kata Zaki sambil memperlihatkan tiket yang sudah dia beli.
“Wah… sama dengan kami dong! Bareng aja ya… coba liat kamu kursi mana?”
Kiki sibuk mengamati tiket Zaki, sementara Nina hanya terdiam dan beberapa kali mencuri pandang pada Zaki. “Wah… kebetulan banget, kita nonton film yang sama dan kursi kita juga berdekatan. Zaki boleh gabung dengan kita kan Nin?” Tanya Kiki pada Nina yang membuat Nina tersentak kaget, takut kalau sampai Kiki dan Zaki tau dia memandangi Zaki.
“Haa…em…em…” gelagap Nina.
“Kalau gak bisa gak papa kok” Ucap Zaki.
“Bukan gitu, kamu boleh kok ikut, meskipun saya larang toh kursimu dekat kursi kami, jadi mau tidak mau kita barengan. Haaa…haaa” Ucap Nina melucu.
“Baiklah, kita nonton bareng, kita taruhan siapa yang paling takut nonton nih film dan banyak nutup mata, dia bakalan traktir kita makan.” Usul Kiki semangat empatlima.
“Ok… siapa takut!” Ucap Zaki tak mau kalah. Sementara Nina hanya tersenyum.
@@@


Kiki harus rela mengorek kantongnya dalam-dalam sebab dia kalah taruhan, meskipun dia suka nonton film horror tapi kali ini dia benar-benar takut.
“Huh… nyesal aku buat perjanjian gitu, abis deh uang aku!” ucap Kiki mencibir.
“Ntuh namanya senjata makan tuan! Ha…ha…” tawa Zaki membuatnya tersendat. Nina dengan cepat memberi Zaki minum.
“Ehem…ehem… ada orang yang perhatian banget nih! cie…cie…” goda Kiki.
“Apaan sih… orang Cuma ngasih minum kok” ucap Nina memelototi Kiki.
Sementara Zaki tersenyum senang karena sudah bisa mendapat sedikit perhatian dari Nina.
“Wuah… dah kenyang nih! pulang yuk, udah malam.” Ajak Kiki
“Iya, udah malam” kata Nina sambil melihat jam tangannya.
“Kalau gitu, kami pulang dulu ya Zak, kamu masih mau tinggal atau mau pulang juga?” Tanya Kiki
“Pulang juga deh. Ngomong-ngomong kalian pulang pake apa, gimana kalau bareng aku aja.” Tawar Zaki
“Bisa juga tuh!” ucap Kiki semangat.
“Tapi kamu gak keberatan kan?” tanya Nina
“Oh… gak apa-apa kok” balas Zaki. “Malahan aku senang banget Nin bisa antarin kamu pulang.” Ucap Zaki dalam hati. Terlihat bibirnya membentuk sebuah lengkungan yang menandakan dia sedang senang.
Mereka pulang dengan menggunakan mobil berwarna merah milik Zaki. Entah mengapa jalanan begitu sepi, padahal biasanya jam malam bigini mobil lalu-lalang. Di dalam mobil pun semua bungkam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tiba-tiba Zaki menyalakan tape mobilnya, terdengar lantunan lagu My Love dari boyband terkenal, Weastlife. Terdengar Kiki sekali-kali ikut bernyanyi, sementara Nina menerawang ke luar memandangi langit kelam yang tak satupun terlihat bintang, mungkin malam itu akan turun hujan. Zaki hanya bisa mencuri pandang pada Nina, “Nin, kapan sih kau mau nerima aku” lirih Zaki dalam hati.
Setelah mengantar Kiki, kini giliran Nina yang Zaki antar. Kebekuan kembali merasuki suasana dalam mobil, bahkan lebih beku dari yang tadi. Zaki ingin bicara namun takut kalau Nina tidak menanggapinya. Tiba-tiba dering Hp Nina berbunyi, dia segera menjawabnya.
“Iya… ini aku sudah pulang.” Nina terdiam sejenak. “Memang mama ke mana?” sambung Nina. “Oh… baiklah!” ucap Nina sambl menutup telephonenya.
“Dari siapa Nin?” Tanya Zaki memberanikan diri.
“Dari adik aku, dia nyuruh aku pulang cepat soalnya mama aku pergi.” Jawab Nina senyum.
“Oh…!” bibir Zaki membentuk bundaran.
Sesampainya di depan rumah Nina, Zaki juga ikut turun dari mobil.
“Nin, tunggu sebentar!” cegah Zaki.
“Ada apa Zak?” langkah Nina terhenti.
Zaki mendekati Nina “Nin, kapan kau mau memberiku kesempatan untuk mengisi relung hatimu?” Nina hanya terdiam, dia tak tahu harus berkata apa. Dia sudah membuat zaki begitu berharap padanya, padahal dia juga mengharapkan seseorang yang tak tahu entah dimana sekarang ini.
“Walau kau tak menjawabnya, aku sudah tahu jawabanmu. Tapi aku ingin kau tahu satu hal, kalau aku akan menunggu sampai kamu mau memberiku kesempatan.”
“Zaki, kau akan tersiksa jika tetap mengharapkanku.”
“Biarlah Nin, aku sudah berjanji dalam diriku kalau aku akan tetap menunggumu.”
Tiba-tiba adik Nina keluar dan meneriaki kakaknya untuk masuk karena sudah dari tadi dia sendirian di rumah.
“Aku sudah dipanggil adikku tuh. Aku masuk dulu ya”
“Iya, kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Zaki lalu masuk ke dalam mobilnya, menyalakannya kemudian melaju pergi.
Kepergian Zaki membuat Nina merasakan sesuatu hal yang menjanggal hatinya. Dia merasa begitu bersalah membuat Zaki tersakiti mendengar kata-katanya tadi. Nina melangkah lesu memasuki rumahnya. Dia tak tahu harus bagaimana, dia tak ingin Zaki juga merasakan apa yang dia rasakan bahwa mengharapkan seseorang yang tak kita cintai itu sangat menyakitkan. Nina memegang kepalanya, pusing memikirkan semua itu. Saat memasuki kamar dia segera merebahkan badannya di kasur empuknya, selang beberapa detik matanya tak bisa bertahan untuk tidak tertutup.
@@@

“Nina… maaf selama ini aku menghilang dari kehidupanmu, aku hanya pergi untuk mencari kepastian dari perasaanku.” Ucap seseorang pada Nina.
“Tidak Lang, kamu tidak mesti minta maaf. Dengan kehadiranmu di sini sudah membuatku sangat bahagia.” Senyum Nina mereka.
“Nin…”
“Ada apa Lang?”
“Aku menyukaimu” ucap Gilang dengan tatapan yang sangat dalam.
Nina tak tahu harus bagaimana, orang yang selama ini dia tunggu, yang selama ini dia harapkan menyatakan isi hatinya bahwa dia menyukainya.
“Lang sebenarnya selama ini aku menunggumu, kamu tak tahu batapa sakitnya mengharapkanmu.”
“Maaf Nin aku benar-benar tak tahu itu! Jadi kamu mau menerimaku?”
Anggukan Nina membuat Gilang tersenyum bahagia, begitupun Nina dia sangat bahagia. Saat Gilang hendak memberi Nina sebuah cincin, dering Hp Nina berbunyi. Nina mengangkatnya.
“Nina…. Banguuuuunnnnn!!!” suara Kiki di seberang sana membuat Nina tersentak. Dia mendapati dirinya sedang berbaring di dalam kamarnya.
“Fiuhh… ahhh… ternyata aku Cuma mimpi.” Ucap Nina lesu
“Mimpi apa Nin?” Tanya Kiki bingung
“Ahhh… sudahlah, lupakan!”
“Eh… jadi gak ke acara ultahnya Tika?”
“Ngga ah, aku lagi males keluar.”
“Oh… ya udah kalau gak mau. Udah dulu ya”
“Oke!” ucap Nina lalu menutup telephonnya.
“Kenapa sih aku mimpiin Gilang lagi, ya Allah kenapa kau membawanya dalam mimpiku. Aku sudah capek memikirkannya. Aku sudah sakit ya Allah” keluh Nina.
“Gilang sebenarnya sekarang kamu ada dimana? Tapi seandainya kamu ada di sini, aku juga tak tahu harus berbuat apa. Aku juga tak berani mengutarakan isi hatiku padamu.” Nina menangis.
@@@

BERSAMBUNG

Rabu, 02 Juni 2010

Kapas-Kapas di Langit


udul : Kapas-kapas Di Langit
Penulis : Pipiet Senja
Harga : 19,900
ISBN : 979-9140-24-2

Sinopsis
"Garsini meninggalkan Tanah Air dengan satu tujuan, membuktikan kepada dunia bahwa gadis muslimah, berjilbab, akhwat seperti dirinya pun mampu “berbicara didunia Internasional”. Di Universitas Tokyo, Dia dikenal sebagai mahasiswi enerjik, jenius, taat beribadah, dengan busana unik dan kepribadian tangguh. Tapi diantara keberhasilan demi keberhasilannya, ternyata ada gulana di hati cewek Muslimah ini. Dia dihadapkan dalam persimpangan jalan, kembali ketanah air dan menerima khitbah dari dokter Haekal ataukah melanjutkan S2 ke Universitas Sorbone?"

Kamsa hamnida, Bunda

Waktu telah membawaku hingga usia remaja
Melalui sejuta tawa dan duka
Kuatku melalui semua itu
Karena kau selalu ada di sampingku

Tak bisa kubayangkan masa
Saat kau pasrahkan seluruh nyawa
Hanya untuk kehadiranku di dunia ini

Tak bisa kumenghitung waktu
Ketika kau mengucurkan keringat
Berusaha memberiku bahagia
Tanpa ada secuil tangis

Bunda,
Kutak tahu rangkaian kata seperti apa
Yang harus kutulis untukmu
Bagiku, semua kata-kata terindah di dunia ini
Belum cukup membalas tulisan
Yang kau tulis dalam hidupku

Aku juga tak tahu lukisan yang seperti apa
Yang harus kulukis untukmu
Bagiku, semua lukisan terindah di dunia ini
Belum cukup untuk membalas lukisan
Yang kau lukis dalam hidupku

Terimakasih, Bunda
Kamsahamnida, Bunda

Perahu Kertas


judul Buku : Perahu Kertas
Penulis : Dewi “Dee” Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka, 2009
Tebal : 444 hal.
Harga : Rp.69,000,-
Peresensi: Yons Achmad

Di musim paceklik yang terus mengendus, puji Tuhan, bersyukur masih bisa membeli sebuah novel. Kali ini karya Dewi “Dee” Lestari yang berjudul Perahu Kertas. Tak rugi saya mengeluarkan sekian rupiah untuk bisa membaca buku ini. Bagi saya, novel itu semacam pelipur kepenatan dan kebosanan. Dan, novel Dee ini, setelah saya membaca tuntas, bisa membuat saya tersenyum, merenung dan tentu saja memaksa diri belajar kembali tentang rasa kehidupan yang sekian lama terjalani. Saya suka novel ini.

Novel ini, bergenre populer, khas gaya tutur anak muda perkotaan, terutama nampak dalam dialog-dialog di dalamnya. Begitu juga kisah seputar kuliah, buku dan pesta ada dalam cerita. Agak berbeda misalnya dengan “Filosofi Kopi” yang cenderung serius, naratif dan jarang melibatkan kelucuan serta kekoyolan. Entahlah, mungkin ini semacam terobosan untuk lebih dekat dengan pembaca. Orang Indonesia, khususnya anak-anak muda itu sudah bersyukur mau membaca, tak bijak membebani pembaca dengan hal-hal yang berat. Mungkin, itu alasannya. Mungkin.

Jujur, diawal cerita saya agak kebingungan dengan nama-nama khususnya nama Kugy dan Keenan. Nama yang asing bagi saya bahkan sempat bingung membedakan perempuan atau lelakikah, entahlah mungkin saya yang diawal kurang teliti membacanya. Selanjutnya, banyak tokoh di dalamnya seperti Eko, Noni, Wanda, Ojos, Pak Wayan, Adri, Lena, Remi, Luhde, Bimo dll. Sulit, untuk menceritakan kembali kisah mereka. Setelah saya timbang dan pikir, rasanya kok fokusnya Dee ingin menonjolkan kisah Kugy dan Keenan. Begitu yang saya tangkap. Dari kisah keduanya, saya membaui ada sekira tiga hal yang ingin disampaikan Dee, tentang Cinta, Impian dan Kejujuran. Ini menurut bacaan saya. Maaf kalau salah.

Cinta : Ya. Novel ini berkisah tentang cinta yang dipendam oleh Kugy dan Keenan. Keduanya teman satu kampus di Bandung. Bagai langit dan sumur. Begitu kata Dee untuk menggambarkan keduanya. Mereka saling mengangumi satu sama lain. Namun, keduanya sama-sama tak mampu untuk mengungkapkannya. Dan, keadaanpun rupanya tak memungkinkan.

Impian : Kugy, adalah cewek berantakan yang ngebet pingin jadi juru dongeng. Sementara Keenan sangait bercita-cita menjadi seorang seniman, seorang pelukis. Impian tak mulus. Kugy harus melewati hidup dengan realistis menjadi seorang copy writer, sementara Keenan malah harus berbalik arah cukup dratis, bekerja mengurusi perusahaan trading milik ayahnya. Namun, mereka selalu yakin dengan mimpinya. Tak ada yang lebih indah selain keduanya saling mendukung. Dan, begitulah Dee meramu ceritanya dengan apik di dalamnya. Seolah berkata “Jangan Takut Bermimpi”

Kejujuran : Inilah akhir cerita yang mengharu biru. Keduanya (Kugy dan Keenan) sempat berpisah sekian lama. Kugy, sudah punya kekasih bernama Remi, bos di kantornya. Sementara, Keenan juga sudah punya kekasih gadis Bali, Luhde namanya. Cerita begitu rumit. Namun, akhirnya Remi sadar bahwa hati Kugy hanya untuk Keenan, sementara Luhde juga sama, walau rasa cinta itu ada, hati Keenan hanya untuk Kugy. Ini kejujuran pertama. Kejujuran kedua, ketika Kugy dan Keenan jujur membuka hati, melepas ego masing-masing, jujur keduanya saling mencintai.

Kisah yang dipenuhi gelak tawa, kekonyolan, ke-egoan, persahabatan dan tangis ini sungguh begitu manusiawi. Dan, siapapun pasti tersentuh ketika membacanya. Wajar, Dee memang tak main-main menggarap novel ini, butuh sekira 11 tahun mewujudkannya, dan yang pasti ia menulis dengan hati. Hasilnya tentu akan sampai ke hati pula. Jika ditanya apa komentar saya selanjutnya, dengan singkat mungkin saya akan berkata “Novel ini perlu diangkat ke layar lebar, itu saja”. (yons achmad)

Selamat Untukmu

Kupersembahkan lagu ini
Semoga kau bahagia selalu
Mentari pagi ini
Berseri menyambutmu
Tak terasa hari ini
Tambah satu usiamu
Tahun tlah berganti
Usiapun menyusuri
Jelang waktu yang terus berlalu
Harapku kau bahagia
Dihari milikmu
Dan semoga tahun ini
Mengawali sinarmu
Indah kan seindah nirwana
Nan seputih kasih
Hening sebening sinarmu

Reff :
Kupersembahkan lagu ini
Slamat untukmu
Semoga kau bahagia selalu
Kupersembahkan lagu ini
Slamat untukmu
Semoga kasih selalu bersamamu
Lupakan duka, gapai citamu
Doaku bersamamu untuk selamanya
Sikap dewasa
Membuka alam jiwa yang suci
Bekal kehidupan nanti

Aku Terlena

Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa
Kau yang membuatku terbang semakin tinggi di awan
Membawa semua khayalan yang kau ceritakan
Kau katakan cuma aku di dunia (woo… aku tersanjung)
Yang dapat merenggut segala cinta…
Mungkin aku masih terlalu muda usia
Tak dapat menahan bangga di dada
Hingga saat kita tak jumpa berasa ingin ku mencari kemana arahnya
Saat ku merindu dan semua ceritamu berubah menjadi wajahmu
Dan aku terlena
Aku seperti tak punya tulang bagaikan selimut tidur yang selalu diam
Menanti kau datang menggerakkan (aku terlena woo…)
Aku seperti tak punya tulang bagaikan selimut tidur yang selalu diam
Menanti kau datang menggerakkan (aku terlena)
Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa
Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa
Kini aku terlena dan karena seringnya kita bertemu sepanjang waktu woo…
Baru berasa aku tergila gila (apa yang kulihat semua berubah menjadi dirimu)
Kini aku terlena dan karena seringnya kita bertemu sepanjang waktu woo…
Baru berasa aku tergila gila (tergila gila) terlena (terlena)
Karena cinta woo…
Aku terlena woo…

Aku Bisa

Aku bisa… Aku mampu
Menjadi terbaik yang ku mau
Hidup hanyalah sekali saja
Mengapa dunia engkau sia-sia
Ku tau kini saat yang pasti
Aku kan mengejar matahari
Derita yang ku alami dahulu
Tak mungkin menghambat angan citaku
Ku sambut hari depanku nanti
Bagai cahaya meniti pelangi

Reff :
Aku bisa… Aku mampu
Menjadi terbaik yang ku mau
Aku bisa… Aku mampu
Warnai hidupku kian berarti
Ooh… Ooh…
Tak ada hari tanpa memperbaiki diri
Ku ingin mewujudkan yang terbaik dariku

Kisah Kita

Hari ini… begitu berarti
Tiga tahun sudah, kita tlah lewati
Malam ini… hanya kau dan aku
Mengenang semua rasa yang pernah ada
Masa-masa yang indah penuh warna
Dan juga canda ceria
Akankah kita temui kebahagiaan
Seperti ini nanti
Slamat tinggal kasih
Hapuslah air matamu
Aku pergi jauh namun kan kembali
Slamat tinggal sayang
Smoga kau dan aku
Akan terus abadi menyatu
Menjaga perasaan itu
Jadikan hari ini, sebagai satu kisah
Yang manis dan kan terus dikenang

Kunanti Candamu

Kaulah yang paling terindah
Yang pantas kurindukan
Hingga mampu mengikat erat
Semua hari-hari yang kulalui
Dan selalu menjerat ke alam kerinduan
Yang sangatlah dalam
Tak pernah ku bisa lupakan dirinya
Walau sejenak saja
Ku ingin kau kembali tersenyum
Bukanlah sedih dan menangis
Maafkan kesalahan
Saat kita masih bersama
Dan bawalah aku melayang
Mendayung cinta di awan
Akankah kembali dan kunikmati lagi

Reff :
Slalu kunanti candamu kembali
Tak pernah lelah hatiku
Kan tetap disini… dan selalu kunanti
Candamu kembali
Slalu kunanti candamu kembali
Kuingin memiliki lagi… slalu kunanti
Candamu kembali

Ada Satu

Aku tak kuasa
Melupakan dirimu
Walaupun sedetik saja
Berasa terhenti nafasku tanpamu
Berada disisiku
Aku tak rela
Bila hari yang ku lewati
Tanpa kau disini
Ku tak pernah yakin di dunia ini
Ada yang sepertimu
Hanya satu… Kamu…
Ada satu… dihatiku
Ada satu… dihidupku
Ada satu… dicintaku
Ada satu kamu…
Aku tak kuasa
Melupakan dirimu
Walau sedetik saja
Aku tak rela
Bila hari yang ku lewati
Tanpa kau disini
Berasa terhenti nafasku tanpamu
Berada disisiku

Cemburu Menguras Hati

Tiga hari kunanti
Jawabanmu oh kasih
Setiap saat ku harap
Ada keajaiban dalam dirimu
Indahnya masa lalu
Tergores amarahku
Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri

Reff :
Kembalilah kau kekasihku
Jangan putuskan kau tinggalkan aku
Sekalipun sering ku menyakitimu
Tapi hanya kaulah pengisi hatiku
Oo… Maafkan aku
Oo… Maafkan egoku
Oo… Maafkan diriku

Pelangi Di Malam Hari

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah ku lakukan untukmu
Demi mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti
Datangnya pelangi
Di malam hari yang sepi
Ku sadari yang telah ku lakukan
Membuat hatimu terpenjara
Dan tak kuasa ku membukanya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu patah tak terganti

Reff :
Cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Oh cinta
Tak harus bersama
Tak harus menyentuhmu
Membiarkan dirimu dalam bahagia
Walau tak disampingku
Itu ketulusan cintaku

Nuansa Bening

Oh, tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja…

Waktu perkenalan terjalin sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu

Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Oh, tiada kejutan pesona diri

Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja…
Masa perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi

Reff :
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta

Status Palsu

Vidi Aldiano – Status Palsu


Separuh hati denganmu

Ku jalani cintaku

Berusaha ’tuk jadi kekasih

Aku menipu dirimu


Ku bilang cinta padamu

Tapi dariku itu yang terbaik

Kau bukan pilihan

Karna ku tak sedikitpun hasratku padamu


Reff :

Terpaksa aku mencintai dirimu

Hanya untuk status palsu

Setengah hati ku jalani cinta

Karena aku tak suka denganmu


Ku berikan cintaku

Meski tak stulus hatiku

Ku harapkan engkau tak pernah tahu

Rasa cintaku padamu hanya dibibir saja

Tak sedikitpun hati bicara


Semoga selama ini

Kau tak tahu bahwa sesungguhnya

Aku tak mencinta


Back to Reff


Jika aku bisa menjadi lelaki

Pujaan yang selalu engkau impikan


Back to Reff:



Lirik lagu Vidi Aldiano – Status Palsu ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Vidi Aldiano – Status Palsu.

Cinta Jangan Kau Pergi

Kusedari
Kesalahan ini
Yang membuat segalanya
Gelap jadinya

Oh… oo… kasihku
Kuharap kau mahu
Memaafkan menerima pengakuanku

Jangan kau diam lagi
Ku tak sanggup menahan
Bicaralah kau sayang
Jiwa ini tak tenang

Cinta jangan kau pergi
Tinggalkan diriku sendiri
Cinta jangan kau lari
Apalah erti hidup ini
Tanpa cinta dan kasih… sayang

Vidi Aldiano Pilih Tidur Daripada Pacaran

Waktu Vidi sekarang lebih banyak untuk show nyanyi. (Foto: Isna)

Muda, ganteng, dan memiliki suara emas. Ketiga hal itu dimiliki semua oleh Vidi Aldiano, penyanyi yang melejit namanya berkat lagu lawas Nuansa Bening. Namun, semua itu tak membuat Vidi segera punya pacar. Betah menjomblo?

Meski baru mengeluarkan satu album, nama Vidi langsung melejit berdampingan dengan Afgan. Jadwal nyanyi yang padat pun tak dapat dielakkan lagi. "Dulu waktu aku kan cuma belajar dan ngumpul bareng teman. Kalau sekarang waktu aku habis untuk show nyanyi," ujar Vidi saat berbincang dengan tabloidnova.com.

Gara-gara hal itu, Vidi sempat diprotes oleh teman-temannya. "Mereka merasa kehilangan aku, tapi mereka sportif kok, tetap dukung aku nyanyi," ucap pria yang memiliki alis tebal ini.

Dengan padatnya jadwal, waktu untuk istirahat menjadi sangat minim. "Kalau ada waktu kosong, aku pergunakan untuk istirahat," kata Vidi. Disinggung soal pacar, Vidi mengaku sedang betah menjomblo. "Aku sudah satu tahun ini menjomblo. Lagipula daripada pacaran, lebih baik aku tidur," kata mahasiswa Pelita Harapan ini.

Mungkin Vidi nungguin ILa,,, hahahaha

Vidi Aldiano Dukung Sanksi Nikah Siri

JAKARTA, KOMPAS.com — Vidi Aldiano mendukung pemberian sanksi atas para pelaku nikah siri. Itu tanggapan vokalis muda ini tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkawinan yang memuat sanksi terhadap para pelaku nikah siri di negeri ini.



"Mungkin adanya nikah siri lebih banyak mudaratnya, karena mungkin di Indonesia orang melakukannya dengan kurang tepat. Untuk diharamkan atau didenda, ya enggak apa-apa menurutku," ucap penyanyi lagu "Status Palsu" ini.



Kalau sanksi itu jadi diberlakukan sebagai bagian dari UU Perkawinan kelak, Vidi berharap akan ada perbaikan dalam masyarakat kita dan kebaikan bagi pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan. "Ini kan dibuat juga untuk melindungi perempuan," tuturnya.

VIDI's Song



Ini daftar Lagu Vidi dalam album pertamanya Pelangi di malam hari

01. Nuansa Bening (Ft J-Flow)
02. Cinta Jangan Kau Pergi
03. Cemburu Menguras Hati
04. Kisah Kita
05. Status Palsu
06. Pelangi Di Malam Hari
07. Aku Bisa
08. Kunanti Candamu
09. Aku Terlena
10. Ada Satu
11. Selamat Untukmu

Bertamu dengan cara Rasulullah

Saling berkunjung dan bertamu di antara kita adalah hal yang biasa terjadi. Baik bertamu di antara sanak famili, dengan tetangga, atau teman sebaya yang tinggal di kos. Namun, banyak di antara kita yang melupakan atau belum mengetahui adab-adab dalam bertamu, dimana syari’at Islam yang lengkap telah memiliki tuntunan tersendiri dalam hal ini. Nah, alangkah indahnya jika setiap yang kita lakukan kita niatkan ibadah kepada Allah ta’ala dan ittiba’ pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam hal adab bertamu ini.

1. Minta Izin Maksimal Tiga Kali

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita, bahwa batasan untuk meminta izin untuk bertamu adalah tiga kali. Sebagaimana dalam sabdanya,

عن أبى موسى الاشعريّ رضي الله عمه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه و سلم: الاستئذانُ ثلاثٌ، فان أذن لك و الاّ فارجع

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mengucapkan Salam & Minta Izin Masuk

Terkadang seseorang bertamu dengan memanggil-manggil nama yang hendak ditemui atau dengan kata-kata sekedarnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan, hendaknya seseorang ketika bertamu memberikan salam dan meminta izin untuk masuk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur [24]: 27)

Sebagaimana juga terdapat dalam hadits dari Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata,

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan)

اِنّما جُعل الاستئذان من أجل البصر

“Sesungguhnya disyari’atkan minta izin adalah karena untuk menjaga pandangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Ketukan Yang Tidak Mengganggu

Sering kali ketukan yang diberikan seorang tamu berlebihan sehingga mengganggu pemilik rumah. Baik karena kerasnya atau cara mengetuknya. Maka, hendaknya ketukan itu adalah ketukan yang sekedarnya dan bukan ketukan yang mengganggu seperti ketukan keras yang mungkin mengagetkan atau sengaja ditujukan untuk membangunkan pemilik rumah. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu,

إن أبواب النبي صلى الله عليه وسلم كانت تقرع بالأظافير

“Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu)

4. Posisi Berdiri Tidak Menghadap Pintu Masuk

Hendaknya posisi berdiri tamu tidak di depan pintu dan menghadap ke dalam ruangan. Poin ini juga berkaitan hak sang pemilik rumah untuk mempersiapkan dirinya dan rumahnya dalam menerima tamu. Sehingga dalam posisi demikian, apa yang ada di dalam rumah tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan oleh pemilik rumah. Sebagaimana amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Bisyr ia berkata,

كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (HR. Abu Dawud, shohih – lihat majalah Al-Furqon)

5. Tidak Mengintip

Mengintip ke dalam rumah sering terjadi ketika seseorang penasaran apakah ada orang di dalam rumah atau tidak. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencela perbuatan ini dan memberi ancaman kepada para pengintip, sebagaimana dalam sabdanya,

لو أنّ امرأ اطلع عليك بغير إذن فخذفته بحصاة ففقأت عينه لم يكن عليك جناح

“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِك أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ مِنْ بَعْضِ حُجَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِشْقَصٍ أَوْ بِمَشَاقِصَ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَخْتِلُ الرَّجُلَ لِيَطْعُنَهُ

“Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang ntuk menusuk orang itu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)

6. Pulang Kembali Jika Disuruh Pulang

Kita harus menunda kunjungan atau dengan kata lain pulang kembali ketika setelah tiga kali salam tidak di jawab atau pemilik rumah menyuruh kita untuk pulang kembali. Sehingga jika seorang tamu disuruh pulang, hendaknya ia tidak tersinggung atau merasa dilecehkan karena hal ini termasuk adab yang penuh hikmah dalam syari’at Islam. Di antara hikmahnya adalah hal ini demi menjaga hak-hak pemilik rumah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لو أنّ امرأ اطلع عليك بغير إذن، فخَذّفْتَه بخَصاة ففَقأت عينه لم يكن عليك جناح

“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur [24]: 28)


7. Menjawab Dengan Nama Jelas Jika Pemilik Rumah Bertanya “Siapa?”

Terkadang pemilik rumah ingin mengetahui dari dalam rumah siapakah tamu yang datang sehingga bertanya, “Siapa?” Maka hendaknya seorang tamu tidak menjawab dengan “saya” atau “aku” atau yang semacamnya, tetapi sebutkan nama dengan jelas. Sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

LuangkanLah Waktumu untuk Membaca Al-Quran

Penulis: Ummu Yusuf Wikayatu Diny
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar

Saudariku…
Jangan karena kesibukan dan banyaknya kegiatan menjadikan kita lupa untuk membaca dan mentadaburi al-Qur’an. Sesungguhnya ketenangan dan ketentraman dapat diperoleh dari Al-Qur’an.

Hal ini berdasarkan firman Alloh, “Ingatlah hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tentram.” (Qs. ar-Ra’d: 28)


Dari Abdullah bin Mas’ud radiallohu ‘anhu Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya kebaikan sepuluh kali lipat, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.” (Shahih HR.Tirmidzi)

Dan bahkan, iri terhadap mereka yang telah mengamalkan Al-Qur’an, dibolehkan. Dari Ibnu Umar radiallohu ‘anhu yang meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bahwasannya beliau bersabda,

“Tidak berlaku iri kecuali terhadap dua orang, seseorang yang dianugrahi Alloh Al-Qur’an lantas dia mengamalkannya sepanjang malam dan sepanjang siang dan seseorang yang dianugerahi Alloh harta lantas dia menginfakkannya sepanjang malam dan sepanjang siang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu terdapat permisalan yang baik bagi yang membaca Al-Qur’an, karena Rasululloh pernah bersabda, “Permisalan seorang muslim yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah jeruk, baunya wangi dan rasanya lezat, sedangkan orang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah kurma yang tidak ada baunya dan rasanya manis. Permisalan orang munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan kemangi yang baunya wangi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan labu yang tidak ad wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari Muslim)

Terdapat hikmah yang indah dari perkataan al-Ajuri rahimahullah,

“Barang siapa yang merenungi firman-Nya maka ia akan mengenal Rabbnya, akan mengetahui keutamaannya dibandingkan orang orang mukmin yang lain, dia akan menyadari kewajibannya dalam beribadah hingga senantiasa berusaha untuk menjaga kewajiban tersebut. Ia akan berhati-hati terhadap apa yang dilarang Rabb-Nya, mencintai apa yang dicintai-Nya. Barang siapa yang memiliki sifat yang demikian, ketika membaca al-Qur’an dan ketika mendengarkanya, maka Al-Qur’an akan menjadi penawar hatinya, ia akan merasa cukup tanpa harta, mulia tanpa kesulitan, lembut dalam menyikapi orang yang kasar padanya.

Orang yang memiliki sifat demikian, ketika ia memulai membaca sebuah surat yang tergambar dibenaknya adalah sejauh mana dia dapat mengambil pelajaran terhadap yang dia baca. Tujuannya membaca Al-Qur’an tidak semata-mata untuk mengkhatamkannya akan tetapi seberapa besar ia dapat memahami perintah Alloh dan mengambil pelajaran darinya. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah maka tidaklah pantas membacanya dengan hati yang kosong lagi lalai, dan Allah Ta’ala maha memberi taufik terhadap yang demikian.”

Wahai saudariku, jangan sampai waktu kita tidak ada sedikitpun untuk membaca atau membaca Al-Qur’an. Berusahalah, walaupun sedikit waktu tersisa.

Aisyah, Wanita Yang ditampakkan Surga Untukknya

Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi
Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.


Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.

Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya.Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”

Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.

Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah…saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.

Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an,

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11

Candi Borobudur


Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.
Glitter Photos
[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]

Sakura

Glitter Photos
[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]

Selasa, 01 Juni 2010

Naruto


Glitterfy.com - Glitter Graphics


Naruto (ナルト) adalah manga dan anime karya Masashi Kishimoto. Bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius; dan petualangannya dalam mewujudkan keinginan untuk mendapatkan gelar Hokage, ninja terkuat di desanya.

Manga Naruto pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada tahun 1999 dalam edisi ke 43 majalah Shonen Jump). Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Popularitas dan panjang seri Naruto sendiri (terutama di Jepang) menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama, sedangkan serial anime Naruto, diproduksi oleh Studio Pierrot dan Aniplex, disiarkan secara perdana di Jepang oleh jaringan TV Tokyo dan juga oleh jaringan televisi satelit khusus anime, Animax, pada 3 Oktober 2002 sampai sekarang. Seri pertama terdiri atas 9 musim. Musim pertama dari seri kedua mulai ditayangkan pada tanggal 15 Februari 2007. Di Indonesia, anime Naruto ditayangkan oleh Global TV setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 18.30. Dua episode berurutan ditayangkan sekaligus, sehingga durasi penayangan menjadi satu jam. Trans TV juga pernah menayangkan anime Naruto dan sempat diulang hingga beberapa kali. Indosiar juga akan menayangkan Naruto, namun tidak dari awal melainkan langsung ke Naruto Season 4.

High School Musical


Glitterfy.com - Glitter Graphics


High School Musical 3 adalah sebuah film yang merupakan lanjutan dari High School Musical 2, sebuah film televisi Disney Channel yang amat popular. Film tersebut sedikit berbeda dari 2 film terdahulunya dan telah dijadwalkan untuk rilis pada 24 Oktober 2008 untuk Amerika Serikat dan 29 Oktober 2008 untuk Indonesia

Enam tokoh utama daripada dua film terdahulu akan melakonkan peran mereka lagi.

"High School Musical 3" menceritakan tentang murid murid senior di sekolah, Troy dan Gabriella harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berpisah, karena memasuki universitas yang berbeda. Gabriella Masuk ke Stanford Academy dan Troy akan masuk ke Albuerqueque University. Dengan disertai anggota Wildcats yang lain, mereka mempersembahkan sebuah musikal musim semi untuk mencerminkan pengalaman, harapan dan ketakutan mereka terhadap masa depan mereka.

Harry Potter


Glitterfy.com - Glitter Graphics


Harry Potter merupakan salah satu seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.

Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Kesemua tujuh buku yang direncanakan Rowling dalam seri novel ini telah diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005, sementara buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007 (versi terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan pada tanggal 13 Januari 2008). Enam buku pertama dalam seri novel ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa.[1][2]

Atas kesuksesan novel-novelnya ini, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.[3] Versi-versi asli dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury di Inggris Raya, Scholastic Press di Amerika Serikat, Allen & Unwin di Australia, dan Raincoast Books di Kanada. Versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Lima buku pertama telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Warner Bros. dan mendulang kesuksesan besar. Film kelima, Harry Potter and the Order of the Phoenix, mulai diambil gambarnya pada Februari 2006, dan dirilis pada 11 Juli 2007 di Amerika Serikat. Film keenam, Harry Potter and Half Blood Prince, dirilis pada 15 Juli 2009

Maaf


Glitterfy.com - Glitter Graphics


dag tau lagi mau ngomong apa lagi,,, maaf dulu membuatmu sakit hati... dan sekarang kuharap kau memberiku kesempatan tuk obati lukamu..

.............

sebel.... sebel....
semua orang pergi,,, selalu saja begini... kesepian,,,
bagaimana caranya Ila tidak pendiam kalau begini terus, gak ada yang bisa diajak ngobrol,, urrgghhhh
jadi kebiasaan deh, jarang ngomong ma orang lain soalnya di rumah jarang ngomong, gimana caranya ngomong law sendiri... bisa-bisa disangka orang gila aku ma tetangga... uuffthh

kapan ya, ada teman ngobrolku, mau nemenin aku bicara sampai bibir doer.
mau mendengarku berceloteh tentang apa saja, termasuk tentang semua isi dunia ini dan dia...

Allah, buat semua orang disekitarku mengerti keadaanku dalam kesepian, buat mereka selalu ada disini, terutama keluargaku...

A VOICE

Gubrak…prank brok deng duk hoho…haha…hihi… Begitulah suasana di dalam kelas X.2 SMA Harapan Bangsa. Ya…hari ini mereka tidak belajar karena katanya Guru-guru pada rapat membahas persiapan ujian akhir untuk kelas XII.
Berbagai kegiatan yang mereka lakukan, ada yang nonton film dengan laptop, ada yang ngegosip, ada yang keperpustakaan, ada yang berkejar-kejaran dalam kelas bak anak-anak SD.
Tiba-tiba, Edo anak terjail di kelasnya datang membawa surat kabar nasional ke dalam kelas.
“ teman-teman ada berita aneh yang saya temukan” kata Edo dengan nada serius. Namun tak satupun teman-temannya yang memperhatikannya.
“ wooooooii…!!!” teriak Eda. Dan ya…cukup berhasil membuat perhatian teman-temannya beralih kepadanya.
“ada apa sih Do…? Ganggu banget deh…!!” Tanya Tita setengah marah
“ begini prenk…aku tadi ke perpustakaan…” Edo terdiam
“ terus…” teriak teman-temannya
“ terus ada berita kalau ada seorang lelaki meninggal gara-gara suara klakson mobil” Edo menjelaskan
“ are you sure Do??” Tanya Ika yang sok dengan Englishnya. Tapi tau tidak nilai englishnya hancur seperti kena bomnya Israel. (heheheheeee…)
“ iya, di sini dikatakan bahwa seorang lelaki umur 25 tahun meninggal dunia gara-gara mendengar bunyi klakson mobil Honda jazz” ucap Edo menjelaskan sambil membaca surat kabar yang dari tadi dia pegang.
“ ohh…jelas meninggallah, lelaki itu ketabrak sama mobil Honda jazz itu kan?” ucap Cica cuek
“ tidak!! Lelaki itu tidak ditabrak. Malahan di sini tertulis bahwa saksi yang melihat kejadian tersebut menyatakan bahwa mobil itu berada lima meter dari leleki itu.” Kata Edo menjelaskan panjang lebar
Kali ini semua temannya serius mendengar Edo memebaca berita itu. Yang tadinya cuma cuek, sekarang malah kening mereka pada mengkerut karena tak dapat menerima berita itu dengan akal sehat mereka.
“ wah suara klakson mobil itu sangat keras bak petir yang menyambar di siang bolong!!” ucap Ika puitis
“ tapi kalau suara klakson mobil Honda jazz itusangat kera seperti petir, kenapa pengemudi mobil dan saksi ngga mati..!!” kata Cica serius
“ iya juga sih, kenapa ya??” kata Ika sambil memegang kepalanya.
“ mau tau kenapa?” Tanya Edo
“ kenapa??” teriak temannya
“ya… itu karena…” Edo memotong ucapannya
“ aduh Edo, karena kenapa? Jangan buat kita-kita penasaran dong!!” ucap Tita kesal
“ karena, lelaki itu kejebur di sungai..” lanjut Edo
“ kejebur di sungai?? Apa hubungannya dengan klakson mobil.” Tanya Ika tambah bingung
“ gimana ngga kejebur di sungai coba…kalau lelaki itu nongkrong di jembatan yang sepi kendaraan sambil ngelamun. Ya… karena tiba-tiba mobil Honda jazz itu datang dan membunyikan klakson, lelaki itu kaget bukan main, dan karena dia tidak bisa menahan keseimbangannya, makanya dia jatuh dan mati deh…!!!” ucap Edo nyengir
“ huuuuu….huuu…” teriak teman-teman Edo.

24 maret 2009
Ila Aswil