Sabtu, 21 November 2009

Goresan Kehidupan

Menggoreskan ujung pena

Di kertas putih ini

Tak mengerti makna

Dari goresan itu

Tapi entah mengapa

Jari ini terus saja bergerak

Menggorekan pena bertinta kelam ini

Meninggalkan bekas yang tak mau hilang

Goresan palung jiwa

Tak tahu tinta berwarna apa

Mungkinkah masih ada ruang putih

Ruang yang tak ternoda tinta itu

Bila hari berganti esok

Esok berganti esok

Hingga kita mendapati

Ujung dari hari dan esok itu

Dan ujung dari hari dan esok itu

Tinta yang berwarna apa

Yang tergores di kehidupan ini

Tak dapat menetes lagi

Harapn pun muncul

Sebuah harapan yang menginginkan

Goresan kehidupan ini berwarna cerah

Yang mampu menutupi

Warna kelam yang pernah tergores.