Rabu, 21 Juni 2017

The journey, I miss you

The journey is what brings us happiness, not the destination. -unknown

Salah satu kebahagian terbesar saya adalah ketika saya melakukan perjalanan. Ya.. kalian bisa menyebutnya jalan-jalan. Kebahagiaan itu muncul bahkan saat masih merencanakannya. 

Tapi kini saya salah satu kebahagiaan terbesar itu masih terpendam. Sudah hampir setahun saya tidak kemana-mana. Sudah hampir setahun rasa rindu mendatangi tempat-tempat baru atau bernostalgia dengan tempat yang pernah saya kunjungi, membuncah. Ingin sekali rasanya. Tapi apa daya. Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk hambanya.

Saya menulis ini karena menulis bagi saya adalah satu cara untuk mengurangi kerinduan. Rindu kepada apa dan siapapun, jika saya tidak bisa menyampaikan atau memenuhi rindu itu, saya menulisnya. Dan yaa rindu melakukan perjalanan belum bisa kupenuhi saat ini.

Saya rindu dengan perasaan tegang di pesawat, saya rindu dengan laju mobil bus, saya rindu dengan wangi tiket, saya rindu dengan perasaan jatuh cinta pada alam yang baru pertama kali kulihat, saya rindu dengan ice cream yang dijual di kafe-kafe, saya rindu dengan beratnya kamera, saya rindu dengan tawa teman perjalanan, saya rindu dengan sapaan yang didatangi, saya rindu dengan bahasa daerah yang asing di telinga saya, saya rindu dengan bertemu kenalan baru, saya rindu dengan berbagai hal yang bisa membuat saya rindu.

Sabtu, 17 Juni 2017

Hujan, Matahari, dan Pelangi




Andai kesusahan adalah hujandan ke senangan adalah mataharimaka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi. – begitu kalimat yang bertebaran di website, google, blogger, tumblrataupun situs tulis menulis lainnya.

Kalimat ini hampir semua orang sepakat membenarkannya. Tapi bagi saya sedikit berbeda.

Kita, saat mendapat sebuah musibahbencanaujian atau apapun itu pasti membuat perasaanhati dan jiwa kita menjadi sedihgalau dan gundah. Semua terasa seperti menolak kitasemua terasa seperti kutub negative bagi kita. Tidak ada yang berestidak ada yang seimbang. Pokoknya semua menjadi mendunglalu turun hujan. Banyak tulisan sedih yang makna sesungguhnya bersembunyi di balik kata hujan. Yahujan sama dengan kesedihan.

Selasa, 03 Januari 2017

Dengan Senyuman

Bagaimana (dengan cara apa) kau ingin dikenang?

Minggu, 09 Oktober 2016

Renjana _ Yansa El-Qarni




Yansa El-Qarni
Seorang penulis yang baru kali ini saya membaca karyanya yang dibukukan. 
Sajaknya melulu tentang kerinduan dan kejujuran seorang yang memendam cinta.

Hari ini, malam ini tepatnya. Sajak-sajak karya Yansa El-Qarni ini menemani saya menghabiskan dinginnya malam di bandara Soekarno-Hatta Jkrt.
Saya tekejut mendapati gaya dan bahasa tulisannya. Rasanya tidak jauh berbeda dari tulisan-tulisan saya. Saya merasa ada kesamaan yang nyata. Pernyataan pernyataan ketidakmampuan memendam cinta dan ketidakbadilan rasa rindu. 
Sepertinya dia masih jomblo! 😂

Rabu, 27 Juli 2016

Senja bersama Rosie


Sebuah karya dari TereLiye namun di novel ini namanya masih Darwis Darwis.

Adalah Tegar Karang seorang pemuda yang lahir dan tumbuh di Gili Trawangan, Lombok. Dia memiliki seorang sahabat sejak kecil bernama Rosie. Setiap hari bersama, semua masa kecil mereka lewati berdua.

Kebersamaan bisa menumbuhkan rasa suka bahkan cinta. Dan itu pulalah yang dialami Tegar. Ia jatuh cinta pada Rosie. Ia memendamnya selama ini hingga ia memutuskan untuk mengatakannya di puncak Rinjani kala mereka mendaki bersama.
Namun apa dikata, ia terlambat beberapa langkah saja. Saat hendak tiba di puncak Rinjani, Tegar harus menyaksikan pujaan hatinya direbut oleh sahabatnya sendiri, Dani. Dani lebih dahulu mengutarakan cinta pada Rosie. Dua puluh tahun Tegar luluh lantah dikalahkan oleh dua bulan Dani.
Tegar sendirilah yang dua bulan lalu memperkenalkan Dani pada Rosie. Namun tanpa Tegar duga ternyata diantara meraka tumbuh beni cinta.

Kenyataan pahit itu membuat Tegar memilih untuk menghilang dari kehidupan Rosie. Ia pergi. 

Tereliye (darwis) tidak begitu saja mengakhiri kisah Tegar dan Rosie. Ia menyusun cerita dengan sangat apik, mengalir indah dan penuh kejutan.
Ia mempertemukan kembali Tegar dan Rosie, meski saat itu hati Tegar telah berdamai dengan kepedihan cinta yang ia alami.

Kebahagian Rosie, Dani serta emoat anaknya kini juga menjadi kebahagian Tegar. Hingga bom di Jimbaran, Bali merenggut semuanya. Dani meninggal, Rosie gila, dan Tegar harus mengurus keempat anak Rosie&Dani.

Tegar, bukan sekedar nama. Dia sungguh tegar, setegar batu karang.

TereLiye (Darwis) menyuguhkan cerita tanpa jeda, dia sungguh jenius. Pembaca terbawa, merasakan setiap kejadian. Dan lagi, kita tak bisa menebak hingga membaca akhir halaman cerita 'Senja Bersama Rosie'. 


Sanrego, 27 juli 2016

Senin, 25 Juli 2016

Kisah sang penandai

Jim & Nayla bukanlah romeo&juliet, mereka terap Jim & Nayla.
Meski cinta mereka satu sama lain amatlah besar, meski hubungan mereka tidak direstui, meski Nayla merenggut nyawa sendiri dengan meneguk racun, namun mereka bukanlah romeo&juliet, mereka tetaplah Jim & Nayla.

Jim yang anak yatimpiatu dibesarkan oleh kedermawanan bangsawan, Jim yang tak pandai membaca, Jim yang periang, handal menggesek biola, Jim yang hatinya telah tertambat pada satu orang, iyalah Nayla.

Kematian Nayla di bulan ketujuh hari ketujuh dan di jam tujuh itu mengubah kehidupannya. Ia yang awalnya ingin memiliki cerita yang sama dengan kisah angka tujuh yang sangat terkenal di kotanya itu didatangi oleh sang Penandai -penjaga dongeng.

Sang penandai menjanjikan kehidupan yang hebat, cerita yang luarbiasa jika Jim percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."

Meski berat, Jim mengikuti saran sang penandai, meninggalkan pusara tercinta Nayla. Bersama kapal 'pedang langit' yang dipimpin oleh Laksamana Ramirez, Jim berangkat menjemput janji sang penandai, janji kehidupan yang hebat. Namun tidak ada kehidupan yang hebat tanpa perjuangan yang kuat. Jim menghadapi berbagai macam rintangan di tengah laut. Untunglah ia bersama Laksamana Ramirez yang gagah perkasa menghadapi segala rintangan laut, yang ternyata juga adalah orang pilihan Sang Penandai untuk menyelesaikan satu cerita dongeng.

Tanah Harapan, tujuan kapal 'pedang langit' berlabuh. Daratan yang pada akhirnya adalah tempat berakhirnya cerita dongeng Jim.

Bagaimana dengan kisah cintanya?
Jim hanya perlu percaya pada kalimat "Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya." Dan kisah cintanya akan berakhir bahagia, menurutku.


- Sanrego, 24 juli 2016

Rabu, 29 Juni 2016

Aku adalah tangan yang tak bisa bertepuk

Semua terjadi begitu saja, tak ada yang bisa mencegahnya. Perasaan itu semakin tumbuh kian hari. Aku tidak mau, tapi aku tidak bisa mencegahnya. Ini membuatku seperti seorang yang menderita sebuah penyakit aneh. Tak karuan rasanya perasaan ini. Ingin diluapkan tapi takut salah, ingin disimpan tapi tak terbendung. Benar, aku menjadi sedikit gila. 

Terlalu banyak hal yang kulakukan diluar kendali, aku sudah berusaha mengendalikannya, tapi tetap tidak bisa. Perasaan itu terlalu menguasai. Hatiku telah benar-benar dikuasai olehnya.

Tapi, aku adalah tangan yang tak bisa bertepuk. Aku inginnya, tapi ia tak inginku. Perasaanku tak sampai menyentuh perasaannya. Hatinya telah dikuasai oleh orang lain. Aku, tak bisa bertepuk.