Minggu, 01 April 2018

Jerawat, I give up!


Kemarin ngepost di intagram story. Biasanya gak pernah menampakkan wajah, tapi karena lagi nyanyi-nyanyi di mobil sama adek sepupu jadi lah muka kami kelihatan.
Dan, beberpa saat kemudian bnyk yg DM, 'mukamu kenapa ila? Jerawat mu parah!'

Yup, saya jerawatan, mm.. sudah sejak dua tahun lalu. Sebenarnya jerawat saya sudah dari SMA tapi muncul hilang muncul hilang gituu..
Dan sepertinya yang terparah sepanjang sejarah, ya, sekarang ini.

Meskipun berjerawat, saya hanya memakai bedak tabur kalau keluar rumah, sama sekali tdk menggunakan foundation untuk menyamarkannya sedikit. 
Mungkin banyak yang bertanya dalam hati, 'gak malu apa mulanya begitu banget?'
Yaa malu lah, malu sekali malah!

Saya sangat malu, bahkan sampai di titik stress berat! Saya tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi jerawat di muka saya.
Krim dokter, krim 'mahal', sampai obat tradisional saya gunakan, tapi hasilnya nihil. Malah tambah!

Setiap ketemu orang, pasti kaget lihat muka saya. Dan tidak sedikit yang memberikan saran untuk menggunakan ini itu. Bahkan ada beberapa yang mulai mencibir secara langsung. Duh, kalian tdk tahu bagaimana rasanya di posisi saya.

Saya menyerah!
Berbagai obat sudah saya gunakan.
Entahlah, mungkin nasib saya berjerawat begini.
Saya lelah.
Kalau banyak dari mereka yang menghindari saya karena jerawat di muka saya terlihat sangat jelek, biarlah!

Sekarang saya berada di titik, 'terserah'.
Hey, jerawat, kalau mau tumbuh lebih banyak lagi, terserah!
Muka ini seperti ini, yaa mau bagaimana lagi.
Saya sudah terlalu lelah ~

Kamis, 29 Maret 2018

Jenuh

Dangerous!

Sudah kerja?
Atau masih sekolah?
Kuliah?

Pernah nggak kalian berada di titik, - malas banget ke kantor/sekolah/kampus. 
Jenuh 

Kalau iya, kalian biasanya ngapain? 
Sengaja bolos?
Tetap masuk tapi loyo-loyoan?

Kalau saya sih tipe orang penakut. Jadi nggak berani kalau harus bolos. Sejak mulai sekolah, saya paling anti yang namanya bolos. Bukan karena nggak mau, mau banget sebenarnya tapi  takut. Dan malas juga harus ditanya ini itu kalau ketahuan.
Jadi yaa tetep masuk sekolah meskipun keliahatan gak mood, yaa loyo-loyoan gitu.. 
Dan itu berlaku sampai sekarang. Sampai saya kerja. Meskipun sudah pernah berani bolos (peningkatan) hahahaha.

Kalian kalau jenuh, ngapain?

Anak sekolahan dulu vs sekarang

let’s talk about ‘anak sekolahan jaman now’

Hello… yang lagi baca ini.
Kamu kelahiran berapa?
Mm.. angkatan 90an juga tak? Atau dibawahnya? Atau kamu anak millennia, lahir duaribuan keatas?

Saya akan bercerita tentang anak sekolahan (apa yang saya lihat) sekarang dan bercerita tentang anak sekolahan di zaman saya.

Jujur, saya kadang miris kalau melihat keadaan sekarang. 
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Baru SMP (sekolah menengah pertama) kira-kira umur 13-16 tahun, mereka sudah pacaran, dan gak sungkan-sungkan mamerin kalau mereka punya pacar. 
Caranya mamerin gimana?
Yaa.. kalau nggak boncengan ke sana sini, mereka memamerkannya di medsos (kalau di medsos lebih parah sih ya cara mamerinnya menurutku). Foto si cewek/cowok dijadikan profil picture (nama profil nama asli sesuai yang dikasih bapak emak pas aqiqah. Eh tapi lihat foto profilnya kok jadi foto lawan jenis. nanti ada bibi or paman kalian yang punya medsos juga lagi nyari nama ponakan tercinta, eh taunya -anggap si Mawar fotonya cowok. Nanti bibi or paman kalian bertnya-tanya, ‘sejak kapan ponakan saya operasii plastik?’) atau foto mereka berdua (nanti bibi or aman bertanya-tanya lagi, ‘sejak kapan ponakan saya nikah? Kok nggak ngabarin, kan mau ngasih kado gede ~)
Ini SMP loh ya, belum anak SMA, eits anak SD juga sudah kenal pacar-pacaran. Duuuhh!

Di zaman saya dulu, waktu SD, baru dicie-ciein aja kitanya pada nangis, apalagi mau mamerin kalau punya pacar. Duuh jauuhhh 
mm.. SMP, udah kenal sih yang namanya suka-sukaan, tapi untuk yang namanya pacaran itu sangat tabu. Yes, terserah kalian mau ngatain kami kampungan (tapi emang tinggal di kampong sih hahahah).

Anak sekolahan jaman now, kelihatannya tidak ada takut-takutnya sama ibu/bapak guru. Mereka dengan nyantainya melakukan hal yang mereka inginkan meskipun ada guru di sekitar mereka.
Dulu, pas zaman saya sekolah, kalau lihat guru dari dekat bahkan dari jarak lima puluh meter pun, kita bakalan cari cara supaya menghindar. 

Anak sekolahan sekrang, kalau dibentak dikit aja sama guru, dianya malah balik bentak, malah ngadu ke orangtua supaya guru tersebut dikeluarkan dari sekolah.
Dulu kita, mau dibentak, dicubit, dipukul, distrap, kita gak berani ngadu ke orang tua.

Udah ah, nanti makin ngawur sayanya kalau lanjut cerita
Hahahahh 
Saya ketawa pas baca ulang diatas. Seriously,seribu persen gak jelas dan garing!
But, this is my opini. (ketawa lagi hahhahahahahahah)

Rabu, 14 Maret 2018

jaringan oh jaringan



Menungguu ~ ternyata menyakitkaan

Ada lirik lagu kayak gitu kan? Tapi saya lupa judul dan penyanyinya siapa. Hahaha

Ini saya ketik saat lagi nunggu jaringan bagus buat upload tulisan. Mau posting tulisan aja perjuangannya kayak gini banget ya, apalagi nyari jodoh… krik krik krik

Tapi ada hikmah dibalik kejadian ini.
1.      Melatih kesabaran. Dengan jaringan lalod seperti ini, berarti saya harus menahan amarah. Mau marah juga gak tahu marah ke siapa. Marah sama tembok? Kan gak lucu! Malah bakalan dibilang gila.
2.      Ada tulisan baru. Kalau jaringan gak lalod, gak ada jeda nunggu, dan gak bakalan bosan, dan gak bakalan nulis ini. Yaa… akhirnya saya tulis ini karena membunuh rasa bosan. Eeeaa membunuh. Coba rasa ke kamu juga bisa dibunuh, wqwqwq
3.      Nggak tahu hikmah apalagi, tapi saya yakin pasti ada! Hahahaha


Senin, 22 Januari 2018

B


Beberapa hari terakhir saya banyak mendapatkan pertanyaan “gak ngeblog lagi, La?”
Awalnya sih saya cuek aja kalau ditanya, tapi kok lama-lama kepikiran juga ya… hahaha
Akhirnya pagi ini saya mencoba untuk menulis sesuatu dan mempostingnya di blog. Agar kalau ada yang bertanya, jawabannya tidak mengecewakan lagi. Hahaha

Pagi ini saya akan beropini tentang, B. sebenarnya opini ini pernah saya tulis di blog kedua saya yang gak tahu kenapa belum cukup seumur jagung blog itu mati. Mati karena saya tidak pernah memposting tulisan lagi dan mati karena saya lupa memakai email apa di sana dan tentunya lupa passwordnya. Oke, lupakan blog itu. Let’s tall about B.

Sabtu, 09 September 2017

Lupa Posting

Blognya sudah lama menganggur.
Postingan terakhir beberapa minggu kemarin, atau bulan ya? Hahahha 

Orang-orang kalau lama ngepost pasti lagi sibuk mengerjakan hal lain, mungkin kerja tugas (bagi yang kuliah) atau dikejar deadline kantor (bagi yang kerja). Saya tidak dua-duanya. Hahaha
Blog tidk terurus karena malas (alasan yang kebanyakan orang tidak menerimanya. Yang ke-sedikit-kan orang bagaimana? Hahaha entahlah. Mungkin mereka bisa terima alasan itu.)

Kenapa saya kembali membuka blog dan memposting sesuatu? 
Ya karena merasa bersalah.
TT
Merasa bersalah pada diri sendiri yang dulu katanya mau jadi penulis.
Tapi kebanyakan nonton drama korea dan online gak jelas. *tepokjidat
Hahahaha

Postingan ini saya tulis diatas mmm gak tahu (malas ngari tahu) beberapa ribu kaki kali yaa... hahaha.. kentara banget malasnya nyari tahu, kentara banget malasnya belajar. Zzzz
Kalau disederhanakan. Potingan ini ditulis di dalam pesawat yang terbang dari Makassar ke Balikpapan. 

10.42 wita
Jam di Hp.
Terus hubungannya dengan tulisan ini?
Gak ada!
Hahahahha
Cuma menambah bahan bacaan kalian.
Dan untuk menambah panjangnya tulisan ini.
👆tuh kentara banget malasnya.
Hahahahah


Terus isi postingan ini apa?
Gak tahu juga.
Rendom.
Klise.
Gak jelas!

Hahaha

Mau info aja,
Yang mungkin juga informasinya gak penting buat kalian. Hahahah
Pesawat yang saya tumpangi : Citilink
Majallahnya untuk bulan ini (bulan september 2017) isinya keren.
Mmm beberapa tempat wisata di Bangka Belitung.
Pantainya cantik. Foto-foto pantai dan tempat wisata yang ada di BaBel lumayan lengkap di majallah itu.
Coba deh naik Citilink (ini gak promosi, juga bukan endorse. Apalah aku yang bukan artis, gak ada endors-endors-an hahahahahah) tapi dalam bulan ini yaa (september 2017)

Udah itu aja.
Hahahha
Infonya secuil aja
Hahahaha
Kan yang penting ada info, kan yaaa
Hahahah

Banyakan ketawa keknya
See yaaa 👋🏻

Kamis, 10 Agustus 2017

SEBUAH SURAT

hello...
kali ini saya akan memposting sebuah cerpen.
sepertinya sudah lama sejak postingan terakhir dengan tagar cerpen.
Cerpen kali ini saya tulis tahun 2012. hahahaa lima tahun yang lalu. Tulisan terbaru? cerpen terbaru? tidak ada. hahahah sejak lulus kuliah, semangat menulis saya menurun. sangat malah. mungkin bahkan sama sekali tidak penah menulis cerpen lagi. entahlah, saya lupa. jika ada, paling satu atau dua.
obat untuk malas menulis apa ya?
mungkin butuh bintang inspirasi, seperti kata Luhde di film 'Perahu Kertas'. sampai sekarang belum yakin sih mana bintang inspirasi saya. are you? hahahhaha


silakan menikmati sajian cerpen saya...




Sebuah Surat
            Aku selalu merasa minder saat di kampus. Aku rasa kastaku selalu berada di urutan paling bawah diantara mahasiswa lainnya. Bagaimana tidak aku berkata seperti itu, lihat saja diriku, diantara semua teman sekelasku, hanya aku yang tak memiliki komputer jinjing atau biasa kudengar orang-orang menamainya ‘laptop’. Eh, jangankan komputer jinjing, komputer yang gak bisa dibawa kemana-mana karena layarnya segede televisi aja aku gak punya. Kalian bilang itu bukan masalah? Coba lihat alat komunikasi yang setiap hari aku bawa, HP yang bertipe sangat jadul ini selalu menjadi olok-olokan temanku sebagai benda pelempar mangga. Meskipun aku menanggapinya dengan candaan pula, tapi dalam hati selalu miris. Penilaian kasta terbawah berdasarkan ketragisan hidupku belum sampai di sini, aku juga menilai dari pakaian yang setiap hari kupakai ke kampus. Warna kusam dan lusuh sudah menjadi pakaianku setiap hari, dan lagi lemari tua di kost yang super murah, hanya berisi beberapa lembar.